Jumat, 01 Januari 2016

Tugas Akhir Semester 1 Pendidikan Agama Islam ( Resume Buku )

TENTANG BUKU

Judul Buku           : Sejarah Peradaban Islam Terlengkap
Pengarang            : Rizem Aizid
Penerbit                : DIVA Press
Tahun Terbit        : 2015
Jumlah Halaman  : 552 Halaman







BAB  1  Mengenal Agama Islam

A.   Apa itu Agama Islam?
1.       Pengertian Agama

a.       Secara bahasa  ( Etimologi)
Pengertian Agama  menurut bahasa adalah tidak kacau. Kata “Agama” berasal dari bahasa sansekerta, yaitu a (tidak) dan gama (kacau).
b.      Secara istilah ( Terminology)
Agama adalah sesuatu yang membawa peraturan, yang merupakan hukum yang harus dipatuhi; menguasai diri seseorang serta membuatnya tunduk dan patuh kepada tuhan dengan menjalankan ajaran din itu ; membawa kewajiban-kewajiban, sekaligus kewajiban dan kepatuhan yang membawa paham pembalasan, bahwa menjalankan mendapat baik, sedangkan mengingkarinya memperoleh balasan buruk.

2.       Pengertian Islam

a.       Secara bahasa (Etiminologi)
Dalam bahasa Arab, kata “Islam” berarti dari kata kerja, salama yang berarti menyerahkan, kemurnian, dan kesejahteraan.
b.      Secara istilah ( Terminologi)
Islam adalah Agama yang mengatur manusia agar menjadi selamat, sejahtera, aman, damai dan menyerahkan diri kepada Allah SWT.

B.   Lima rukun Islam dan enam rukun iman
Isi dari kelima rukun Islam adalah:
1.    Mengucapkan dua kalimat Syahadat.
2.       Mendirikan Shalat wajib lima kali sehari.
3.       Berpuasa pada bulan Ramadhan.
4.       Membayar zakat.
5.       Menunaikan ibadah haji bagi orang-orang yang mampu.

Isi dari keenam rukun iman adalah sebagai berikut:
1.       Iman kepada Allah SWT.
2.       Iman kepada malaikat.
3.       Iman kepada kitab-Nnya.
4.       Iman kepada Nabi dan rasul-Nya.
5.       Iman kepada hari kiamat.
6.       Iman kepada Qadha dan Qadar.

C.    Dasar-dasar hukum Agama Islam
Sebagai sebuah Agama, Islam tentu memiliki sejumlah hukum yang menjadi patokan dalam mengatasi berbagai permasalahan.
1.       Al-Qur’an
Dasar hukum Islam yang pertama dan paling utama adalah kalam Allah, yakni Al-Qur’an. Menurut istilah, Al-Qur’an adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. Dapat dirumuskan bahwa Al-Qur’an adalah sebagai berikut:
a.       Firman Allah SWT., yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw.
b.      Berfungsi sebagai mukjizat.
c.       Tertulis dalam Mushaf.
d.      Disampaikan dengan jalan Mutawatir.
e.      Bernilai ibadah bagi orang yang membacanya..
Sebagai dasar hukum yang paling utama, Al-Qur’an diturunkan dengan sebuah tujuan, yang salah satunya adalah membina umat manusia, sehingga  mereka mampu menjalankan ajaran Agama yang kekal ini, sekaligus menjadi Khalifah atau pemimpin di muka bumi.

Pertama , memimpin manusia ke jalan keselamatan dan kebahagiaan.
Kedua , memelihara dan mempertahankan martabat kemanusiaan.
Ketiga , memelihara dan mempertahankan kesucian manusia.
Keempat ,sebagai petunjuk, pedoman dan rahmah bagi orang yang meyakininya.
Kelima, sebagai pelajaran dan pemahaman.
                  


Adapun beberapa fungsi Al-Qur’an dalam Agama Islam adalah :
a.       Sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa.
b.      Sebagai sumber hukum.
 Al-Qur’an memiliki tiga inti dasar sumber hukum. Pertama, hukum yang berhubungan dengan masalah akidah. Kedua, hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT. Ketiga, hukum yang berhubungan dengan akhlak manusia.

2.       Hadits
Hadits adalah perkataan dan perbuatan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw. Dari segi bahasa, hadits bermakna kabar, berita, atau hal yang diberitakan secara turun-menurun. Menurut istilah, hadits adalah segala sesuatu yang bersumber dari Nabi Muhammad Saw., baik perkataan, perbuatan, persetujuan, ataupun yang sepadannya.

Dari segi pembagiannya, hadits atau sunnah dibagi menjadi tiga, yaitu:
a.       Hadits atau Sunnah Qauliyah
Hadits Qauliyah adalah ucapan-ucapan atau sabda Nabi Muhammad Saw. Dalam berbagai kesempatan, sekaligus keadaan yang berhubungan dengan penerapan hukum atau ketentuan-ketentuan lain dalam Islam.

b.      Hadits atau Sunnah Fi’liyah
Hadits Fi’liyah adalah perbuatan ataupun perilaku Nabi Muhammad Saw. Untuk memberikan turunan atau contoh pelaksanaan ibadah maupun urusan-urusan lain dalam Islam.

c.       Hadits atau Sunnah Taqririyah
Hadits Taqririyah adalah pernyataan atau persetujuan Nabi Muhammad Saw.

3.       Ijtihad
Menurut bahasa Ijtihad berarti mengerahkan segala kemampuan untuk menanggung beban. Sedangkan menurut istilah, adalah mencurahkan segenap tenaga dan pikiran secara bersungguh-sungguh untuk menetapkan suatu hukum.

Tidak disebut Ijtihad apabila tidak ada unsur kesulitan dalam suatu pekerjaan. Ijtihad dilakukan dengan mencurahkan kemampuan untuk mendapatkan syara’ atau ketentuan hukum yang bersifat operasional.

Ada juga bentuk-betuk Ijtihad
a.       Bentuk-bentuk Ijtihad
1)      Ijma’
Ijma’ adalah kesepakatan para ulama dalam menetapkan suatu masalah,setelah Nabi Muhammad Saw. Wafat, dengan cara musyawarah.
2)      Qiyas
Qiyas ialah menetapkan hukum atas suatu perbuatan yang belum ada ketentuannya berdasarkan sesuatu yang sudah ada ketentuannya berdasarkan persamaan illat.
3)      Istihsan
Istihsan adalah menetapkan hukum suatu masalah yang tidak dijelaskan secara rinci dalam Al-Qur’an dan hadits, yang didasarkan pada kepentingan umum demi keadilan.
4)      Istihsab
Adalah meneruskan berlakunya suatu hukum yang telah ada dan ditetapkan karena adanya suatu dalil, sampai ada dalil yang mengubah kedudukan dari hukum tersebut.
5)      Istidlal
Adalah menetapkan suatu perbuatan yang tidak disebutkan secara tegas dalam Al-Qur’an dan hadits. Ini menjadi adat istiadat atau kebiasaan dalam masyarakat.
6)      Maslahah Mursalah
Dari segi bahasa, Maslahah Mursalah adalah kebaikan yang besar. Sedangkan, menurut istilah, adalah perkara yang perlu dilakukan demi kemaslahatan.
7)      Urf (adat)
Adalah urusan yang disepakati oleh segolongan manusia dalam perkembangan hidup mereka, yang telah menjadi kebiasaan/ tradisi.
8)      Zara’i
Adalah pekerjaan-pekerjaan yang menjadi jalan untuk mencapai maslahah, atau jalan untuk menghilangkan mudharat.

b.      Syarat-syarat menjadi mujtahid
1)      Persyaratan umum
a)      Baligh,
b)      Berakal sehat
c)       Memiliki daya nalar yang kuat
d)      Beriman atau mukmin

2)      Persyaratan pokok
a)      Mengetahui Al-Qur’an
b)      Memahami sunnah
c)       Memahami maksud-maksud hukum syariat
d)      Mengetahui kaidah-kaidah umum hukum Islam

3)      Persyaratan penting
a)      Menguasai bahasa Arab
b)      Mengetahui ilmu Ushul Fiqh
c)       Mengetahui ilmu mantik atau logika
d)      Mengetahui hukum asal suatu perkara.

4)      Persyaratan pelengkap
a)      Tidak ada dalil Qath’i bagi masalah yang di ijtihadi
b)      Mengetahui tempat-tempat khilafiyah atau perbadaan pendapat
c)       Memelihara keshalihan dan ketakwaan diri.

D.   Macam-macam hukum dalam Islam

1.       Wajib (Fardhu)
Wajib adalah suatu perkara yang harus dilakukan oleh seorang muslim yang telah dewasa dan waras. Jika dikerjakan mendapat pahala, sedangkan ditinggalkan akan mendapat dosa. Wajib dibedakan menjadi dua. Pertama, Wajib’ain yakni suatu hal yang harus dilakukan oleh semua muslim Mukalaf. Kedua, wajib kifayah, yaitu perkara yang mesti dilakukan oleh seorang muslim mukalaf, jika sudah ada  yang melakukannya maka menjadi tidak wajib lagi bagi yang lain, seperti mengurus jenazah.
2.       Sunnah
Sunnah adalah suatu perkara yang dilakukan oleh umat Islam akan mendapat pahala, jika tidak maka tidak berdosa. Sunnah dibedakan menjadi dua. Pertama, Sunnah Mu’akkad. Yaitu yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw. Kedua, Sunnah Ghairu Mu’akkad, yaitu Sunnah yang jarang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw.
3.       Haram
Haram adalah suatu perkara yang mutlak tidak boleh dilakukan oleh umat muslim. Karena jika melakukannya akan mendapat dosa dan siksa di neraka kelak.
4.       Makruh
Adalah suatu perkara yang dianjurkan untuk tidak dilakukan, tetapi jika dilakukan tidak berdosa, dan bila ditinggalkan akan mendapat pahala.
5.       Mubah
Adalah suatu perkara yang jika dikerjakan oleh seorang muslim mukalaf tidak akan mendapat dosa dan pahala.

E.    Berbagai paham dan Aliran dalam Agama Islam
Sejarah mencatat, Aliran dalam Islam mulai tampak saat Perang Siffin (37 H) antara Ali bin Abi Thalib dengan Mu’awiyah.  Ketika tentara Ali dapat mendesak tentara Mu’awiyah, maka Mu’awiyah meminta diadakan perdamaian. Sebagian tentara Ali menyetujui perdamaian ini, sedangkan sebagian lainnya menolak. Kelompok yang tidak menyetujui itu akhirnya memisahkan diri dari Ali, lantas membentuk kelompok sendiri yang terkenal dengan nama Khawarij. Mereka menganggap Ali, Mu’awiyah dan orang-orang yang menerima perdamaian ini telah berbuat salah. Karenanya mereka bukan mungkin lagi dan boleh dibunuh.
Masalah dosa besar ini menimbulkan tiga Aliran teologi dalam Islam, yaitu khawarij, Murji’ah, dan Mu’tazilah. Masalah kepemimpinan itu pun menyebabkan munculnya kelompok yang menganggap berhak adalah Ali dan keturunannya (Syi’ah). Dan akibat pengaruh Agama lain dan filsafat terhadap umat Islam, maka muncullah kelompok yang menyatakan bahwa manusia mempunyai kebebasan dalam berkehendak dan berbuat (Qadariyyah) serta kelompok yang berpendapat sebaliknya (Jabariyyah).
last edited
1.       Khawarij
Kelompok Khawarij yang pertama adalah al-Muhakkimah, yaitu pengikut Ali yang memisahkan diri karena tidak setuju adanya perdamaian antara Ali dan Mu’awiyah saat Perang Siffin. Mereka meng-anggap Ali dan orang-orang yang menyetujui perdamaian itu sebagai orang-orang kafir, dan halal darah mereka.
 kemudian, Khawarij terpecah menjadi beberapa aliran, sedangkan yang paling besar adalah Al-Azariqah, An-Nnajdah, Al-‘Ajaridah, Ash-Shufriyyah, dan Al-Ibadiyyah. Aliran terakhir ini yang paling moderat di antara aliran Khawarij lainnya, yang masih terdapat di Zanzibar, Afrika utara, Umman, dan Arabia Selatan.
Sifat-sifat dari orang-orang khawarij adalah sebagai berikut:
a.       Jahil terhadap fiqh dan syariat Islam.
b.      Mereka adalah orang-orang yang melampaui batas dalam beribadah.
c.       Menghalalkan darah kaum muslimin, dan menuduh mereka sebagai orang-orang yang telah kafir.
d.      Mereka adalah orang-orang muda dan buruk pemahamannya.
e.      Memusuhi ahlus sunnah dan menggelarinya dengan Murji’ah.
Adapun pendapat-pendapat mereka adalah:
a.       Pelaku dosa besar adalah kafir.
b.      Imam boleh dipilih dari suku apapun, asalkan ia sanggup.
c.        keluar dari imam adalah wajib, apabila imam tidak sesuai dengan ajaran-ajaran Islam
d.      Orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka, boleh ditawan, dijadikan budak,atau dibunuh.
e.      Anak-anak orang kafir berada di neraka.
f.        Membatalkan hukum rajam karena tidak ada dalam Al-Qur’an.
g.       Surat Yusuf tidaklah termasuk Al-Qur’an lantaran mengandung cerita cinta.

2.       Syi’ah
Syi’ah adalah kelompok yang mengikuti Ali dan menyatakan kepemimpinannya, baik secara Nash ataupun wasiat, yang adakalanya secara jelas ataupun samar. Mereka berkeyakinan bahwa kepemim-pinannya tidak keluar dari anak-anaknya. Syi’ah sebagai pengikut Ali bin Abi Thalib sudah muncul sejak Nabi Muhammad Saw. Masih hidup. Para sejarawan berpendapat mengenai awal munculnya Syi’ah. Diantaranya adalah berikut:
a.       Muncul sejak zaman Nabi Muhammad Saw.
b.      Muncul bersamaan sejak wafatnya Nabi Muhammad Saw.
c.       Muncul pada akhir pemerintahan  Utsman bin Affan.
d.      Muncul setelah terbunuhnya Utsman bin affan 36 H.
e.      Muncul setelah terbunuhnya Al-Husein.
f.        Muncul pada akhir abad pertama hijriah.
g.       Madzhab ini disebarkan pertama kali oleh Abdullah bin Saba, yaitu orang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam, dan hampIr dibunuh oleh Ali.
Menurut Syekh mamduh farham al-buhairi di maalan Islam internasional, ciri-ciri pengikut Syi’ah sangat mudah dikenali, yaitu :
a.       Mereka mengenakan sangkok hitam dengan bentuk tertentu. Songkok mereka seperti songkok orang Arab.
b.      Tidak menunaikan shalat jum’at. Mereka langsung berdiri setelah imam mengucapkan salam. Nyatanya mereka menyempurnakan shalat zuhur empat rakaat.
c.       Tidak akan mengakhiri shalat dengan mengucap salam yang dikenal oleh kaum muslim, tetapi memukul kedua paha beberapa kali.
d.      Jarang shalat berjamaah. Mereka tidak mengakui shalat lima waktu, tetapi tiga waktu.
e.      Mayoritas selalu membawa at-tubah al-husainiyah yaitu batu/tanah yang digunakan untuk menempatkan kening ketika sujud.
f.        Ketika berwudhu, para pengikut Syi’ah menunjukan wudhu yang aneh.
g.       Tidak akan hadir dalam kajian ceramah Ahlus sunnah.
h.      Sering mengingat Ahlul Bait. Dzikir mereka tidak lagi menyebut nama Allah, tetapi menyebut nama Husain, atau Fatimah, maupun Ahlul Bait lainnya.
i.         Tidak menunjukan penghormatan kepada Abu Bakar, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan dan mayoritas sahabat rasul.
j.        Pada bulan Ramadhan, tidak langsung berbuka puasa setelah adzan magrib, tetapi jika bintang sudah tampak di langit, seperti Yahudi. Tidak juga shalat Tarawih bersama kaum muslim, karena menganggapnya sebagai Bid’ah.
k.       Berusaha sekuat tenaga untuk menanam dan menimbulkan fitnah antara satu kelompok muslimin dengan kelompok lainnya.
l.         Jarang sekali memegang Al-Qur’an, kecuali sebagai bentuk Taqiyyah (kamuflase).
m.    Tidak berpuasa pada hari Asyura.
n.      Berusaha keras mempengaruhi wanita, sebagai langkah awal untuk memenuhi keinginan mereka melakukan mut’ah dengan wanita tersebut, bila kelak mereka menerima Syi’ah.
o.      Wajah mereka merah padam jika kita mencela Khomeini dan Sistani.
Adapun pendapat-pendapat para pengikut Syi’ah adalah :
a.       Mengkafirkan sahabat Nabi Muhammad Saw. yang tidak mendukung  Ali.
b.      Kepemimpinan merupakan satu dari beberapa pokok keimanan.
c.       Memandang imam itu orang suci.
d.      Wajib adanya imam yang tersembunyi
e.      Al-Qur’an yang sekarang mengalami perubahan dan pengurangan.
f.        Tidak mengamalkan hadits, kecuali dari jalur keluarga Nabi Muhammad Saw.
g.       Memperbolehkan Taqiyyah.
h.      Tidak menerima Ijma’ dan Qiyas
i.         Wajib sujud diatas tanah atau batu.
j.        Memperbolehkan nikah Mut’ah
k.       Tidak melakukan shalat jum’at.

3.       Jabariyyah
Adalah aliran yang dianut oleh sekelompok orang yang memahami bahwa semua perbuatan yang mereka lakukan merupakan sebuah unsur keterpaksaan atas kehendak tuhan, dikarenakan telah diten-tukan oleh Qadha dan Qadar-Nya.
Jabariyyah adalah pandangan yang tumbuh dalam masyarakat Islam yang melepaskan diri dari selu-ruh tanggung jawab. Manusia disamakan dengan makhluk lain yang bebas dari segala pertanggung jawaban atas perbuatan.
Dengan ungkapan lain, manusia seperti benda mati yang hanya bergerak dan digerakkan oleh Allah SWT. Sesuai yang diinginkan-Nya. Aliran jabariyyah muncul bersamaan dengan Aliran qadariyyah. Aliran ini muncul di khurasan, Persia. Muncul kira-kira pada tahun 70 H, dengan kepemimpinan yang pertama adalah jahm bin safwan.
Sejarah kemunculan aliran Jabariyyah juga memepengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, faktor politik. Pada awalnya, pendapat Jabariyyah diterapkan pada masa Dinasti bani Umayyah, yaitu saat kondisi keamanan sudah pulih, dengan tercapainya perjanjian Mu’awiyah dan hasan bin Ali bin Abi Thalib, yang tidak mampu lagi menghadapi serangan Mu’awiyah. Kedua, faktor geografi. Para ahli sejarah mengkajinya dengan pendekatan geokultural bangsa Arab. Kehidupan bangsa Arab dikungkung oleh gurun pasir Sahara memberikan pengaruh besar terhadap cara hidup mereka.
                adapun beberapa ajaran Aliran jabariyyah adalah :
a.       Manusia tidak mempunyai kebebasan ikhtiar apapun. Setiap perbuatan meraka, Allah SWT. Semata yg menentukannya.
b.      Manusia tidak mengetahui apapun sebelum terjadi.
c.       Ilmu Allah SWT. Bersifat huduts (baru)
d.      Iman cukup didalam hati, tanpa harus dilafazhkan.
e.      Allah SWT. Mempunyai sifat yang tidak sama dengan makhluk ciptaan-Nya.
f.        Surga dan neraka tidak kekal.
g.       Allah SWT. Tidak dapat dilihat di surga oleh penduduk surga
h.      Al-Qur’an merupakan makhluk.

4.       Qadariyyah
Aliran ini muncul pada abad pertama hijriah, yaitu semasa Khalifah abdul Malik bin Marwan di Irak. Pimpinan dari golongan ini bernama Ma’bad al-Juhaini al-Bisrim yang dibantu oleh Bhilan Dimisyqi dan Ja’ad bin Dirham. Lantaran pendapat-pendapat dan ajaran-ajaran mereka sangat bertentangan dengan akidah Islam yang sebenarnya, maka Khalifah Abdul Malik bin Marwan menjatuhkan hukuman mati bagi Ma’bad. Aliran qadariyyah terlalu berlebih-lebihan dalam memahami ayat ikhtiar, sehingga para peng-anut Aliran ini tidak mau mengakui adanya kekuasaan Allah SWT. Terhadap diri manusia. 
5.       Mu’tazilah
Secara terminologi, sebagian ulama mendefinisikan Mu’tazilah sebagai suatu kelompok dari Qadari-yyah yang berselisih pendapat dengan umat Islam yang lain dalam permasalahan hukum pelaku dosa besar, yang dipimpin oleh Wasil bin Atha’ dan Amr bin Ubaid pada zaman hasan al-Basri.
a.       Para tokoh mu’tazilah
1)      Wasil bin Atha’
Ia adalah orang pertama yang meletakan kerangka dasar ajaran Mu’tazilah.
2)      Abu Huzail al-Allaf
Ia seorang pengikut Wasil bin Atha’, mendirikan sekolah Mu’tazilah pertama di kota Basrah.
3)      Al-jubba’i
Ia adalah guru Abu Hasan al-Asy’ari, pendiri Aliran Asy’ariyah.
4)      An-Nazzam
5)      Al-jahiz
Ia menjelaskan bahwa perbuatan-perbuatan manusia tidaklah sepenuhnya diwujudkan oleh manusia itu sendiri, melainkan ada pengaruh hukum alam.

b.      Pokok-pokok ajaran Mu’tazilah
1)      Orang Islam yang berdosa besar bukanlah kafir, bukan pula mukmin, tetapi berada diantara keduanya.
2)      Tuhan bersifat bijaksana dan adil.
3)      Meniadakan sifat-sifat tuhan.
4)      Baik dan buruk dapat ditentukan dengan akal.
5)      Al-Qur’an bukanlah qadim (kekal).
6)      Tuhan tidak bias dilihat dengan mata kepala di akhirat kelak.
7)      Hanya mengakui isra’ Nabi Muhammad Saw. Ke Baitul Maqdis.
8)      Tidak mempercayai wujud ‘Arsy dan kursi Allah SWT.
9)      Tidak mempercayai adanya Mizan (timbangan amal)
10)   Siksaan di neraka dan kenikmatan di surga tidak kekal.

6.       Murji’ah
Murji’ah menolak mengkafirkan pelaku dosa besar, dengan mengatakan bahwa persolatan itu hendaknya ditangguhkan hingga hari kiamat. Kaum Murji’ah bersikan longgar dan lunak terha-dap pelaku dosa besar, dan ini sangat kontras dengan sikap keras.
7.       Ahlus sunnah wal jamaah
Mereka berpijak pada pendapat-pendapat para sahabat yang mereka terima dari Nabi Muhammad Saw., kelompok itu dinamakan pula ahli hadits dan fiqh.  Ibnu Hajar al-Haitami menyatakan bahwa kelompok ini adalah orang-orang yang mengikuti rumusan yang digagas oleh Imam Asy’ari dan Imam Maturidi.
F.    Aliran-Aliran yang muncul belakangan
1.       Wahabi
Pendiri gerakan ini adalah Muhammad bin Abdul Wahab. Fiqh mereka berpegangan pada Madzhab Hanbali. Berikut pendapat-pendapat mereka adalah:
a.       Tawassul dan Istigazah adalah syirik
b.      Ziarah kubur hukumnya haram
c.       Mengisap rokok hukumnya haram  dan syirik
d.      Mengharamkan membangun kubah atau bangunan diatas kuburan
e.      Membagi Tauhid menjadi dua. Yaitu Tauhid uluhiyah dan rubiyyah.

2.       Bahal
Pendirinya adalah mirza husein Ali Bahaullah. Kelompok ini diusir oleh Kerajaan Syah dan dilarang di Mesir. Bahkan, al-Azhar mengeluarkan fatwa bahwa Aliran ini keluar dari Islam dan tidak Islam lagi.
Adapun pendapat-pendapat mereka diantarnya adalah:
a.       Menggabungkan Islam dengan Yahudi,Nasrani dan lainnya.
b.      Menolak poligami, kecuali dengan alasan tidak boleh lebih dari dua istri.
c.       Shalat hanya 9 rakaat, dan kiblatnya istana Bahaullah.
d.      Tidak melakukan shalat jum’at, hanya shalat jenazah.
e.      Melakukan haji dengan mengunjungi rumah al-Bab.
f.        Melakukan puasa 19 hari.
g.       Zakat harta sepertiga dan diberikan kepada dewan pengurus perkumpulan.
h.      Riba diperbolehkan.
i.         Jihad haram dilakukan.
j.        Hukum  perzinaan adalah membayar uang ke Baitul Mal.
k.       Tidak mempercayai hari akhirat.

3.       Ahmadiyah
Pendirinya adalah Mirza Ghulam Ahmad. Pada tahun 1884, ia mengaku mendapat ilham dari Allah SWT. Kemudian tahun 1901, ia mengaku sebagai Nabi dan rasul. Adapun pendapat-pendapat Ahmadiyah sebagai berikut:
a.       Menganggap Mirza Ghulan Ahmad sebagai Nabi
b.      Orang Islam tidak sepaham dengan orang kafir.
c.       Mengharamkan jihad.

4.       Jamaah tabliqh
                Pendirinya adalah Syekh Muhammad Ilyas bin Muhammad Ismail al-Kandahlawi.
Inilah beberapa pendapat mereka :
a.       Mengembalikan Islam kepada ajarannya yang Kaffah (menyeluruh).
b.      Mengharuskan pengikutnya Khuruj (berdakwah)
c.       Menjauhi pembicaraan tentang fiqh.
d.      Keyakinan tentang keluarnya tangan Nabi Muhammad Saw. dari kubur.
e.      Hidayah dan keselamatan hanya bias diraih dengan mengikuti tarekat Rasyid Ahmad al-Kanhuhi.
f.        Sikap fanatik terhadap orang-orang shalih
g.       Keharusan untuk ertaklid.


G.   Pokok-pokok ajaran Agama Islam

1.       Berserah diri kepada Allah SWT. Dengan merealisasikan Tauhid
Ini bermakna kerendahan diri dan tunduk kepada-Nya dengan Tauhid, yakni mengesakan-Nya dalam setiap peribadahan kita.
2.       Tunduk dan patuh kepada Allah SWT. Dengan sepenuh ketaatan.
3.       Memusuhi sekaligus membenci perbuatan syirik dan pelakunya.
BAB 2 Sejarah Agama Islam dan Periodisasinya
A.   Sejarah Islam PeriodeKklasik (650-1250 M)
1.       Masa kemajuan Islam ( 650-1000 M)
Dalam sejarah, umat Islam mengalami kemajuan pada peride klasik. Dan, puncak kemajuan itu terjadi sekitar tahun 650-1000 M. Periode klasik ini berakhir ketika Baghdad jatuh ke tangan hulago khan. Eks-pansi ke daerah di luar Arabia dimulai pada zaman Khalifah pertama, yakni Abu Bakar ash-Shiddiq. Pertama, masa khulafaur rasyidin. Abu Bakar menjadi Khalifah pada tahun 632 M, tetapi 2 tahun kemu-dian meninggal dunia. Setelah Perang usai, Abu Bakar mulai mengirim kekuatan-kekuatan ke luar Arabia. KhAlid bin walid dikirim ke Irak, yang akhirnya dapat menguasai al-hirah. Selain itu, dikirim pula tentara ke syria dibawah pimpinan tiga jendral,yaitu amr bin ash,yazid bin Abi sufyan,dan syurahbil bin hasana. Untuk memperkuat tentara tersebut, khalid bin walid diperintahkan agar menginggalkan Irak. Ia pun melewati gurun pasir yang jarang dilalui. Kedua, masa bani Umayyah. Dinasti bani Umayyah yang didirikan oleh Mu’awiyah berumur kurang lebih 90 tahun. Pada zaman Mu’awiyah, uqbah bin nafi’ menguasai tunis. Disana, ia mendirikan kota kairawan pada tahun 670, yang kemudian menjadi salah satu pusat kebudayaan Islam. Ketiga, masa bani Abbasiyah. Walaupun Abu al-Abbasiyah yang mendi-rikan Dinasti Abbasiyah, namun pembangun sebenarnya adalah al-manshur. Sebagai Khalifah baru, musuh-musuh ingin mejatuhkan sebelum ia bertambah kuat, khususnya bani Umayyah, kaum khawarij, dan kaum Syi’ah.
2.       Fase disintegrasi (1000-1250 M)
Fase ini merupakan fase pemisahan diri Dinasti-Dinasti dari kekuasaan pusat, yang dilanjutkan dengan perebutan kekuasaan antara Dinasti-Dinasti tersebut. Adapun contohnya adalah:
a.       Dinasti buwaihi yang mengusai daerah Persia dikalahkan oeh saljuk, pimpinan tughril beg (1076 M).
b.      Dinasti saljuk sewaktu dipimpin nizamul Mul dikalahkan oleh Dinasti hasysyasin, pimpinan hasan bin sabah
B.   Sejarah Islam periode pertengahan (1250-1800 M)
Periode pertengahan dibagi menjadi dua.  Pertama, fase kemunduran (1250-1500) pada masa ini, desentrAlisasi disintegrasi meningkat. Perbedaan sunni dan Syi’ah, demikian juga Arab dan Persia , semakin tampak jelas. Kedua,  fase tiga Kerajaan besar (1500-1700 M). Yang dimulai dengan zaman kemajuan (1500-1700 M),  kemudian zaman kemunduran (1700- 1800 M). Tiga Kerajaan besar ini ialah Kerajaan usmani di Turki, Kerajaan safawi di Persia, dan Kerajaan Mughal di india.
C.    Sejarah Islam periode modern (1800-sekarang)
Periode ini merupakan periode kebangkitan umat Islam. Masa modern dalam sejarah Islam ditandai oleh gerakan politik, dan ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, dan lain-lain.
BAB 3  Tanah Arab; Kehidupan Bangsa Arab Sebelum Islam
Sebelum Islam datang, di Jazirah Arab telah terlebih dahulu berkembang Agama-Agama lain, yakni Agama Nasrani dan Yahudi yang berkembang di Madinah. Selain sudah memiliki Agama dan keperca-yaan, bangsa Arab di Jazirah Araba pra-Islam juga dikenal sebagai bangsa yang sudah memiliki kemajuan ekonomi.letak geografisnya pun cukup strategis. Bahkan bangsa Arab telah mendirikan Kerajaan,seperti Kerajaan saba’, ma’in, qutban dan himyar.
A.   Jazirah Arab pra-Islam; sebuah tinjauan geografis
1.       Pengertian Jazirah Arab
Orang-orang Arab menyebut tempat tinggal mereka sebagai  Jazirah al-‘Arab. Secara bahasa, Jazirah dalam bahasa Arab berarti pulau. Sedangkan, Arab bermakna gurun atau tanah tandus yang tidak ada air dan tumbuhannya. Jadi, Jazirah Arab berarti pulau Arab.
2.       Letak geografis Jazirah Arab
Jazirah Arab terletak di sebelah barat daya benua asia, dengan luas sekitar 3.000.000 km2 .  Letak Jazirah Arab; sebelah timur berbatasan dengan teluk oman dan teluk Persia, sebelah selatan berbatasan dengan laut hindia, sebelah barat berbatasan dengan laut merah, serta sebelah utara dibatasi dengan syam dan sebagian berbatasan dengan Irak. Diantara daerah penting di Jazirah Arab adalah hijaz. Dua kota yang terkenal di hijaz adalah mekkahdan Madinah.disebelah selatan hijaz adalah Yaman.penduduk Yaman sejak zaman dahulu memiliki hubungan dengan india dan negara-negara timur dekat.
Sementara itu, para ahli ilmu purba membagi Jazirah Arab menjadi tiga bagian berikut :
a.       Arab petrix ( sebelah barat daya lembah syam).
b.      Arab deserta (daerah syam ).
c.       Arab felix ( Yaman).

3.       Iklim di Jazirah Arab
Jazirah Arab termasuk salah satu negeri terkering dan terpanas. Meskipun garis lintang utara yang bersifat tropis melintas persis di tengah Jazirah Arab, namun tanah di daerah itu tidak tergolong tanah tropis.
Musim panas terjadi dalam tempo lama dan terasa panas luar biasa. Dengan temperature mencapai 130of. Musim dingin berlangsung sebentar dan terasa dingin menyengat. Curah hujan sangan sedikit; rata-rata hanya mencapai 4 inci setiap tahun. Iklim bumi di sekitar Jazirah Arab diprediksi bersuhu tropis 20-30oc pada siang hari. Diprediksi bahwa Jazirah Arab ketika itu (±120-150 ribu tahun lalu) sangat subur.

4.       Luas dan jumlah penduduk Jazirah Arab pra- Islam
Mengenai luas dan jumlah penduduk Jazirah Arab pra- Islam, luas Jazirah Arab sekitar ± 1.100.000 mil persegi, 126.000 farsakh persegi, atau 3.156.558 km2
5.       Wilayah-wilayah penting di Jazirah Arab pra- Islam
a.       Hijaz
Kota ini merupakan satu-satunya daerah di Jazirah Arab yang belum pernah dijajah oleh negara manapun. Hal ini terjadi karena letak hijaz yang kurang strategis, dan secara geografis tanahnya juga tidak subur. Hijaz adalah derah yang tandus dan kosong, yang terdiri dari bebatuan dan pasir. Disana jarang ada air, kota dan desa. Dan juga hal ini karena adanya ka’bah yang sejak zaman Nabi ibrahim as telah berdiri dan menjadi tempat bagi orang-orang Arab untuk melakukan ibadah, sehingga dianggap tempat suci.
b.      Yaman
Daerah ini dinamakan Yaman karena letaknya di kanan ka’bah.  Jika kita menghadap timur, disebe-lah kiri daerah itu terletak negeri asier. Saat ini, wilayah Yaman dikenal dengan republik Yaman. Yang merupakan hasil reunifikasi antara Yaman utara dan Yaman selatan pada 22 mei 1990.
c.       Hadramaut
Kota ini terletak di sebelah timur Yaman dan tepi samudra hindia. Hadramaut adalah sebuah lembah di negeri Yaman. Kota ini merupakan negara asal dan tempat tinggal Nabi hud dan shAlih.
d.      Muhrah
Daerah ini terletak di sebelah timur hadramaut.
e.      Oman
Oman terletak di sebelah utara dan tenggara. Sebelah barat berbatasan dengan Yaman.
f.        Al-hasa
Al-hasa terletak di pantai teluk Persia, dan panjangnya sampai tepi sungat Eufrat.
g.       Najd
Najd terletak di tengah-tengah antara Hijaz, al-Hasa, Sahara dan negeri Yamamah.

h.      Ahqaf
Ahqaf terletak di daerah Arab sebelah selatan dan barat daya dari Oman.

6.       Kondisi politik, ekonomi, sosial dan Agama Jazirah Arab pra- Islam

a.       Kondisi politik
Di bagian timur Jazirah Arab, dari kawasan hirah hingga Irak, yang ada hanyalah daerah-daerah kecil yang tunduk kepada kekuasaan Persia, sampai datangnya Islam. Para raja munadzirah sama skAli tidak beridiri sendiri dan tidak merdeka, tetapi tunduk secara politis dibawah kekuasaan raja-raja Persia. Dibagian tengah Jazirah Arab, kaum adnaniyyin menjadi penguasa yang independen, tidak dikuasai oleh romawi, Persia maupun habasya.
b.      Kondisi ekonomi
Pada masa itu, telah berkembang industry, seperti industri kain katun dan persenjataan berupa pedang, tombak dan baju besi. Akan tetapi mereka tidak bersyukur, justru berpaling dari ketaatan kepada Allah SWT. Karena kekufuran itu, Allah SWT. Pun menghancurkan bendungan ma’rib. Mayoritas kabilah adnan tinggal di tengah gurun pasir dengan rumput yang sedikit untuk menggembala domba. Mereka hidup dari susu dan dagingnya. Sedangkan kaum Quraisy yang tinggal di tanah suci mengandalkan perekenomiannya dari berdagang.
c.       Kondisi sosial
Banyak ditemukannya tradisi buruk. Contohnya :
1)      Perjudian atau maisir.
2)      Minum arak dan berfoya-foya.
3)      Nikah istibdha’, yaitu jika istri telah suci dari haidnya.
4)      Mengubur anak perempuan hidup-hidup jika suami mengetahi anak yang lahir adalah perempuan.
5)      Membunuh anak-anak, jika kemiskinan dan kelaparan mendera mereka.

d.      Kondisi Agama
Hakikat ibadah penduduk Arab jahiliah adalah hasil dari salah satu dua perasaan, yakni perasaan yang salah terhadap sesuatu, karena hanya berdasarkan pada panca indra. Perasaan tersebut yang mendo-rong manusia kearah kepercayaan yang salah. Tetapi, meskipun salah, perasaan itu sangan membekas dalam kehidupan masyarakat ketika itu.



7.       Jenis manusia yang menempati Jazirah Arab pra- Islam
Jenis manusia di didunia ada banyak sekali. Contohnya manusia berkulit putih berasal dari Persia. Manusia berkulit hitam berasal dari afrika. Dan manusia berkulit kuning berasal dari tiongkok. Jenis atau warna kulit manusia yang tiga itu, asal mulanya dari tiga putra nuh. Menurut para ahli, bangsa Arab termasuk golongan bangsa semit, yaitu berasal dari keturunan sam bin nuh.
8.       Penghasilan utama penduduk Jazirah Arab pra- Islam
Jaziah Arab itu dalam masing-masing bagian, memiliki hasil bumi yang berbeda. Misalkan daerah hijaz, menghasilkan hasil bumi berupa buah-buahan. Oman menghasilkan tembaga. Hadramaut meng-hasilkan kayu-kayuan. Al-hasa menghasilkan permata-permata yang berharga. Di Yaman lebih  banyak hasil buminya daripada daerah yang lain, karena selain menghasilkan buah-buahan, juga menghasilkan permata-permata yang baik, merjan-merjan yang indah, dan lain-lain.
B.   Bangsa Arab dan kehidupannya sebelum hadirnya Nabi Muhammad Saw.
1.       Asal usul dan nasab bangsa Arab
Inilah beberapa pendapat asal usul nama “Arab” berasal yaitu :
a.       Asal usul nama “Arab” dapat dilacak pada masa nenek myang bangsa qahthaniah yang bernama ya’rub bin qahtam. Dari situlah nama “Arab” berasal. Dia adalah orang yang pertama kali berbicara bahasa Arab.
b.      Berasal dari kata yu’rab yang berarti fasih.
c.       Nama “Arab” diambil dari nama negeri bangsa tersebut, yakni al-‘Arabat, jama’ dari ‘irbah, yang bermakna mekkah.
d.      Kata “Arab” berasal dari bahasa ibrani, yakni arbha, yang bermakna daratan gelap atau padang rerumputan.
e.      Diduga merupakan perkembangan dari ‘abhar yang bermakna bergerak atau melintasi, yang menyiratkan gaya hidup pengembara.
Orang orang Arab suka menamai sesuatu dengan mengaitkan orang yang menjadi pencetusnya. Begitu juga ketika mereka menamai bahasa atau bangsa mereka dengan nama “Arab”, itu karena nenek moyang mereka bernama ya’rub bin qahtan.
Ditinjau dari nasabnya, bangsa Arab terbagi menjadi tiga, yaitu:
a.       Bangsa Arab al-bai’dah. Bangsa ini adalah bangsa Arab yang telah  musnah, yakni orang-orang Arab yang telah lenyap dari jejaknya.
b.      Bangsa Arab al-‘aribadah ialah cikal bakal dari rumpun bangsa Arab yang ada saat ini. Berasal dari keturunan qahtan yang menetap di tepian sungai eufrat.
c.       Bangsa Arab al-musta’rabah adalah bangsa Arab yang lantaran peranakan.  Sewaktu jurhum dari suku bangsa qahthan mendiami Makkah, mereka tinggal bersama Nabi Ismail dan ibunya, siti hajar.

2.       Asal usul bahasa yang digunakan
Bahasa Arab merupakan bahasa yang sangat istimewa. Dikarenakan Allah SWT. Berkenan berbicara kepada umat manusia dengan bahasa Arab lewat Al-Qur’an. Bahasa ini merupakan bahasa tertua di dunia.  Berabad-abad sebelum Nabi Ismail as lahir, sebelum ada kota Makkah, bahasa Arab sudah ber-kembang di Yaman. Bahasa Arab memiliki perkembangan. Dahulu, pada awal-awal kemunculannya, bahasa Arab masih belum sempurna. Bahasa Arab mulai sempurna setelah terjadi percampuran dengan bahasa ibrani.
3.       Perilaku buruk bangsa Arab pra- Islam
a.       Suka minum arak.
b.      Suka berjudi.
c.       Suka main wanita (pelacuran).
d.      Suka melakukan nikah istibdha’.
e.      Mengubur  hidup-hidup anak perempuan.
f.        Suka membunuh anak-anak.
g.       Suka tabarruj (memperlihatkan kecantikan bagi wanita)
h.      Suka melakukan perselingkuhan.
i.         Menjual budak wanita sebagai pelacur.
j.        Suka berkelahi dan berperang.
k.       Sombong dan angkuh.
4.       Kemajuan-kemajuan yang dicapai
Mereka terkenal dengan bangsa yang maju. Ada tiga bidang yang menjadi bukti kemajuan bangsa Arab pra- Islam, yaitu :
a.       Perniagaan
Bangsa Arab keturunan qahthan sangan maju dalam masalah perniagaan ataupun perdagangan dan mereka yang tinggal di dusun-dusun, dinilai maju dalam masalah pertanian.
b.      Pertukangan
Mereka dapat mendirikan gedung-gedung besar, membuat kebun-kebun indah, memperbaiki luas kota, dan sebagainya.
c.       Kemajuan lainnya
Bangsa Arab juga mengalami kemajuan dalam bidang sulam-menyulam,menenun, memintal, dan kesusastraan. Mereka juga memiliki kemampuan dalam bidang astronomi, obat-obatan, matematikan, dan lain-lain.



BAB 4  Nabi Muhammad Saw. Dan perkembangan awal Agama Islam
A.   Mengenal sosok Nabi Muhammad Saw.
1.       Kelahiran, nasab, dan silslah Nabi Muhammad Saw.
Nabi Muhammad Saw. Lahir pada hari senin, 12 rabi’ul awal tahun gajah di kota Makkah. Pada tanggal 20 april 571 m. Beliau sangat tampan dan tubuhnya tegap. Pada masa kecilnya, sudah tampak tanda-tanda bahwa kelak beliau akan memiliki kepribadian yang mulia dan dinamis.
Nama “Muhammad” secara bahasa berasal dari akar kata semiotik “h-m-d”yang dalam bahasa Arab berarti ia yang terpuji.  Didalam salah satu ayat Al-Qur’an (qs. As-shaff [61]:6), Muhammad juga dipang-gil dengan nama “ahmad”. Sebelum diangkat menjadi Nabi, muammad mendapatkan dua julukan dari suku Quraisy, yaitu al-amin (orang yang dapat dipercaya) dan ash-shadiq ( orang benar).
Setelah masa kenabian, para shabat memanggil beliau dengan gelar “rasul Allah”, kemudian me-nambahkan kalimat Shallallahu ‘alaihi wasallam, yang berarti semoga Allah memberi kebahagiaan dan keselamatan kepadanya. Mengani nasab dan silsilah Nabi Muhammad Saw., beliau memiliki nasab atau garis keturunan yang sangat mulia. Beliau juga keturunan para Nabi, yaitu dari garis keturunan Ismail bin ibrahim.
2.       Menjadi Nabi
Allah SWT. Mengangkat Nabi Muhammad Saw. Menjadi seorang Nabi dan rasul pada usia 40 tahun. Malaikat jibril mendatangi beliau ketika menyepi di gua hira. Dengan membacakan surat al-alaq, jadilah Al-Qur’an sebagai kitab yang paling sempurna sebagai pasangan bagi seluruh umat manusia, meng-gantikan kitab-kitab sebelumnya.
Muhammad pertama kali diangkat menjadi rasul pada malam hari tanggal 17 ramadhan, yang ber-tepatan pada tanggal 6 agustus 611 M. Malaikat jibril datang dan membacakan surat pertama dari Al-Qur’an yang disampaikan kepada Muhammad, yaitu surat al-alaq.
Muhammad  berusia 40 tahun, 6 bulan, 8hari, ketika ayat pertama turun sekaligus pengangkatannya sebagai rasul. Setelah kejadian di gua hira tersebut, Muhammad kembali ke rumah. Beliau merasakan suhu tubuh panas dan dingin akibat peristiwa yang baru saja dialami. Supaya menenangkan hati suami nya, khadijah mengajak muahmmad mendatangi saudara sepupunya yang juga seorang Nasrani, yaitu waraqah bin naufal.
Muhammad menerima ayat-ayat Al-Qur’an secara berangsur-angsur dalam jangka waktu 23 tahun. Ayat-ayat tersebut diturunkan berdasarkan kejadian factual yang sedang terjadi, sehingga hampir setiap ayat Al-Qur’an turun disertai Asbabun Nuzulnya.

3.       Misi dakwah Nabi Muhammad Saw.
a.       Membawa ajaran Islam.
b.      Menyampaikan ajaran dari Allah SWT. Kepada umat manusia.
c.       Memberi kabar gembiar dan peringatan kepada manusia.
d.      Menyempurnakan akhlak manusia.
4.       Masa terakhir Nabi Muhammad Saw.
Nabi Muhammad Saw. Wafat menjelang tengah hari, pada hari senin, tanggal 12 rabi’ul awal tahun 11 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 8 juni 632 M, di kota Madinah. Beliau wafat dalam keadaan baju besi milik nya masih dalam keadaan tergadai di tangan seorang Yahudi untuk mendapatkan beberapa gantang gandum. Padahal tidak ada kesulitan apapun untuk hidup senang dan mewah. Sebab saat itu, kekuasaan kaum muslim sudah hampir meliputi seluruh Jazirah Arab.
5.       Istri-istri dan anak-anak Nabi Muhammad Saw.
a.       Para istri Nabi Muhammad Saw.
1)      Siti khadijah.
2)      Saw.da binti zam’a.
3)      Aisyah binti Abu Bakar.
4)      Hafsah binti Umar.
5)      Zainab binti khuzayma.
6)      Salama binti umayya.
7)      Zainab binti jahsh.
8)      Juayriya binti al-harith.
9)      Safiyya binti huyayy.
10)   Ummu Habiba binti sufyan.
11)   Maimuna binti al-Harith.
12)   Maria al-qibtiyya.

b.      Anak-anak Nabi Muhammad Saw.
1)      Abdullah bin Muhammad.
2)      Ibrahin bin Muhammad.
3)      Qasim bin Muhammad.
4)      Fatimah binti Muhammad.
5)      Ruqaiah binti Muhammad.
6)      Ummi kultsum binti Muhammad.
7)      Zainab binti Muhammad .






B.   Perkembangan Islam pada masa Nabi Muhammad Saw.
Dalam periode Makkah dan Madinah, dakwah yang diemban oleh Nabi Muhammad Saw. Dibagi menjadi empat tahapan. Pertama dakwah secara sembunyi-sembunyi. Kedua  dakwah secara terang-terangan . Ketiga, dakwah secara terang-terangan dengan melibatkan kekuatan bersenjata untuk meng-hadapi para pembangkang atau orang yang lebih dulu menyerang Islam. Keempat, dakwah secara terang-terangan dan dilakukan juga dengan mengangkat senjata untuk menghadapi orang-orang musrik,ateis ataupun yang menyembah berhala.
1.       Periode Makkah
Dakwah sembunyi-sembunyi ditempuh karena Nabi Muhammad Saw. Begitu yakin bahwa masya-rakat Arab jahiliah masih sangat kuat mempertahankan kepercayaan mdan tradisi warisan leluhur. Mereke bersedia berperang dan rela mati demi menjaga tradisi leluhur tersebut.  Setelah Nabi Muhammad Saw. Menerima risalah, mulailah beliau mendakwah ajaran Islam di tengah-tengah kese-satan masyarakat Makkah jahiliah. Ajaran dakwah beliau yang paling pokok adalah keyakinan kepada Allah yang maha esa. Allah adalah pencipta alam semesta. Dia-lah yang memberi kehidupan dan tempat kembali setelah kematian. Bahkan, tidak ada satupun yang menyerupai-nya.
Apabila salah seorang diantara mereka ingin melaksanakan salah satu ibadah, ia pergi ke lorong-lorong Makkah seraya sembunyi dari pandangan orang Quraisy. Dalam waktu kurang lebih 3 tahun, tercatat pengikut beliau sudah berjumlah 40 orang. Setelah itu, Nabi Muhammad Saw. Diperintahkan oleh Allah SWT. Untuk melakukan dakwah secara terang-terangan.
Dalam dakwah secara terang-terangan, Nabi Muhammad Saw. Menggunakan strategi berikut:
a.       Mengundang kaum kerabat keuturunan dari bani hasyim untuk menghadiri jamuan makan dan mengajak mereka masuk Islam.
b.      Mengumpulkan para penduduk Makkah , terutama yang bertempat dtinggal di sekitar ka’bah untuk berkumpul di bukit shafa.
c.       Menyampaikan seruan dakwah kepada para penduduk di luar kota Makkah.
Kaum Quraisy menolak dan berusaha menghemtikan dakwah Nabi Muhammad Saw. Dengan berbagai cara berikut :
a.       Terhadap budak-budak yang telah masuk Islam, tuan-tuan mereka waji menghukum dan menyiksa mereka.
b.      Melempari Nabi Muhammad Saw. Dengan kotoran dan isi perut kambing.
c.       Mengusulkan kepada Muhammad Saw. Agar permusuhan dihentikan dengan syarat kelak orang-orang kafir Quraisy mengikuti ibadah orang-orang Islam, dan sebAliknya.
Namun, semuanya itu tidak berhasil menghentikan dakwah Nabi Muhammad Saw., bahkan tan-tangan yang berat lagi dilakukan oleh kaum Quraisy untuk menghentikan dakwah beliau. Semakin bertambahnya jumlah pengikut beliau, semakin keras pula tantangan yang dilanacarkan oleh kaum Quraisy.
Pada tahun 11 kenabian, untuk memuliakan dan mengobati kesedihan Nabi Muhammad Saw., yang ditinggal oleh siti khadijah dan Abu Thalib yang sangat dicintai oleh beliau, Allah SWT. Memuliakan beliau dngan isra’ mi’raj. Isra’ adalah perjalanan beliau pada waktu malam hari dari masjidil haram ke masjidil aqsha, sedangkan mi’raj adalah naiknya beliau kealam tertinggi bertemu dengan-nya. Pada waktu itu, turunlah kewajiban shalat. Pada malam itu, Nabi Muhammad Saw. Ditemani oleh malaikat jibril.
2.       Periode Madinah
Periode ini ialah periode beridirinya masyarakat Islam serta Negara Islam, setelah terbentuk kelom-pok Islam di Makkah. Yatsrib adalah tempat pertemuan dua kelompok besar Yahudi dan anshar yang terdiri atas dua kabilah aus dan khazraj, ditambah kabilah-kabilah muahajirin. Inilah yang membuat ajaran Nabi Muhammad Saw. Mudah diterima di kota tersebut. Apalagi masyarakat Arab dan Yahudi di kota itu sering kali mendengar hal-hal yang berhubungan dengan tuhan.
Setelah tiba di kota yatsrib, kota itu disebut sebagai Madinahan-Nabi yang bermakna kota Nabi Muhammad Saw. Mulai saat itu, yatsrib dikenal dengan kota Madinah hingga sekarang. Nabi Muhammad Saw. Tiba di kota yatsrib pada jum’at siang. Saat itu pula, beliau menggelar shalat jum’at untuk pertama kalinya. Dalam kutbah, beliau menyampaikan pujian dan rasa syukur kepada Allah SWT., sekaligus mengajak masyarakat supaya bertaqwa dan berjihad di jalan-nya.
Dalam periode ini pula, pengembangan Islam lebih ditekankan pada dasar-dasar pendidikan masya-rakat Islam dan pendidikan sosial kemasyarakatan. Pertama, mendirikan masjid. Tujuan Nabi Muhammad Saw. Adalah mempersatukan umat Islam dalam satu majelis. Kedua, mempersatukan sekaligus mempersaudarakan kaum anshar dan muhajirin. Dengan cara ini beliau telah menciptakan suatu pertAlian berdasarkan Agama. Ketiga, perjanjian sAling membantu an-tara sesame kaum muslim dan nonmuslim. Dalam hal ini, Nabi Muhammad Saw. Hendak menciptakan toleransi antargolongan yang ada di Madinah. Keempat, meletakan dasar-dasar politik, ekonomi, dan sosial untuk masyarakat baru.
3.       Peperangan dalam Islam pada masa Nabi Muhammad Saw.
a.       Peperangan ghazwah (peperangan yang dipimpin langsung oleh beliau)
1)      Perang badar (17 ramadhan 2H)
Perang ini adalah pertempuran besa pertama antara umat Islam melawan musuh-musuhnya. Pasukan kecil kaum muslim yang berjumlah 313 orang bertempur menghadapi kaum Quraisy dari Makkah yang berjumlah 1.000 orang. Setelah 2 jam, kaum muslimin menghancurkan dan membuat mundur kaum Quraisy.
2)      Perang uhud (sya’ban 3 H)
Perang ini adalah Perang yang pecah antara kaum muslim dan kafir Quraisy pada tanggal 22 maret 625 m. Dalam Perang ini tentara Islam berjumlah 700 orang, sedangkan tentara kafir berjumlah 3.000 orang. Kaum Quraisy dipimpin oleh Abu sufyan. Selain dipicu oleh dendam, Perang uhud juga disebabkan hal lain, yaitu misi menyelamatkan jalur bisnis mereka ke syam dari kaum muslimin yang dianggap sering menggangu.

3)      Perang khandaq (syawwal 5 H)
Perang ini adalah Perang umat Islam melawan pasukan sekutu yang terdiri atas bangsa Quraisy, Yahudi dan gatafan. Muara Perang khandaq adalah ketidakpuasan beberapa orang Yahudi dari bani nadir dan bani wa’il atas keputusan Nabi Muhammad Saw. Yang menempatkan mereka di luar Madinah.
4)      Perang khaibar (7H)
Perang ini terjadi antara umat Islam dengan umat Yahudi yang hidup di oasis khaibar. Peperangan ini adalah Yahudi bani nadhi yang menimbulkan permusuhan melawan umat Islam.
5)      Perang mu’tah (8H)
6)      Penaklukan kota Makkah (8H)
Dengan peristiwa ini, Allah SWT. Mengubah kota Makkah menjadi kota yang merupakan lambing keimanan dan kepasrahan kepada Allah SWT..
7)      Perang hunain (8 safar 8H)
Perang ini adalah peperangan antara Nabi Muhammad Saw. Dan pengikutnya melawan kaum badui dari suku Hawazin dan tsaqif pada tahun 630 m. Perang ini terjadi di sebuah tempat yang terletak pada salah satu jalan di kota Makkah ke thaif.
8)      Perang thaif (8H)
Pasukan muslim mengejar sisa pasukan Quraisy yang melarikan diri dari Hunain sampai thaif. Pasukan Quraisy bersembunyi dalam benteng kota yang kokoh, sehingga pasukan muslim tidak dapat menembus benteng. Nabi Muhammad Saw. Mengubah taktik Perang dengan memblokade seluruh wilayah thaif. Kemudian, pasukan muslim membakar ladang anggur penduduk thaif. Penduduk thaif akhirnya menyerah dan menyatakan bergabung dengan pasukan muslim.
9)      Perang tabuk (9H)
Penyebab Perang ini bermula dari para pedagang syam yang mengabarkan kepada Nabi Muhammad Saw. Bahwa romawi memPersiapkan pasukan untuk menyerang Madinah. Beliau pun langsung memerintahkan kepada umat muslim, untuk bersiap-siap berperang. Pasukan muslim yang berjumlah 30.000 orang tiba di medan Perang. Namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan pasukan romawi.

b.      Peperangan sariyah (peperangan yang dipimpin oleh sahabat beliau)
1)      Sariyah hamzah bin abdul Muthalib (ramadhan 1H )
Perang ini merupakan sariyah pertama yang terjadi dalam sejarah Islam. Sariyah itu berlangsung di dataran rendah al-bahr. Perang ini melibatkan 30 orang muslimin dan 300 orang Quraisy. Perang ini tidak menimbulkan korban karena segera dilerai oleh majdi bin amr.
2)      Sariyah ubaidah bin haris (syawwal 1H)
Sariyah ini berlangsung di al-abwa’. Kaum muslimin berjumlah 80 orang, sedangkan kaum Quraisy berjumlah sekitar 200  orang.
3)      Sariyah abdullan bin Jahsy (rajab 2H)
Perang ini terjadi di Nakhlah. Kaum muslimin berhasil membunuh AmIr bin hazrami dan menahan dua orang Quraisy sebagai tawanan Perang. Nabi Muhammad Saw. Menyatakan bahwa beliau tidak pernah menyuruh kaum muslimin berperang. Sebab, pada bulan rajab, diharamkan membunuh ataupun melakukan peperangan.
4)      Sariyah qirdah (jumaidi akhir 3H)
Sariyah ini berlangsung di sumur qirdah. Kaum muslimin berjumlah 100 orang penunggang kuda. Sariyah ini bertujuan menghadang kafilah Quraisy dari Makkah.
5)      Sariyah bani asad (4H)
Sariyah ini berlangsung di gunung bani asad. Nabi Muhammad Saw. Memerintahkan kaum muslimin untuk menghadang bani asad yang berencaana menyerang Madinah. Pasukan muslim berjumlah 150 orang berhasil menyerang musuh.
6)      Sariyah rajj (saffar 4H)
Sariyah ini berlangsung di raji’. Dalam sariyah itu pasuka muslim melawan pasukan bani huzail. Perang ini dilatar belakangi oleh rencana pemimpin bani huzail yang inging menyerang Madinah.
7)      Sariyah bi’ru ma’unah (safar 4H)
Sariyah ini berlangsung di wilayah timur Madinah. Nabi Muhammad Saw. Mengutus amir bin mAlik untuk memimpin 40 orang tentara yang terdiri atas para penghafal Al-Qur’an. Amir bin tufail membunuh haram bin malhan, sehingga memicu peperangan antara kedua belah pihak. Kaum muslimin mengalami kekalahan dalam sariyah ini karena semua pasukan gugur, kecuali ka’b bin zain al-ansari.
8)      Sariyah ijla’ bani nadir
Sariyah ini merupakan sariyah yang dilakukan oleh sahabat Nabi Muhammad Saw. Untuk mengusir bani nadir dari tempat tinggal mereka. Latar belakang tindakan ini adalah niat bani nadir untuk membunuh utusan Nabi Muhammad Saw.
9)      Sariyah zi al-qissah
Sariyah ini berlangsung di zi al-qissah, antara kaum muslim dan bani sa’labah. Bani sa’labah berencana menyerang peternakan kaum mslimin di haifa.setelah mengetahui rencana tersebut pasukan muslim segera menyerang bani sa’labah dengan mengirim 10 orang.Nabi Muhammad Saw. Mengirimkan pasu-kan kedua di bawah pimpinan ubaidah bin jarrah. Bani sa’labah melarikan diri ketika Abu ubaidah sampai di tempat itu.

4.       Surat-surat dakwah Nabi Muhammad Saw.
Dakwah melalui surat ditujukan kepada para pembesar agar masuk Agama Islam. Surat ternyata cukup efektif digunakan sebagai media dakwah. Muhammad bin sa’ad dalam kitabnya ath-thabaqat al-kubra, surat-surat Nabi Muhammad Saw. Tidak kurang dari 105 buah. Surat-surat tersebut dikelompok-kan menjadi tiga kelompok. Pertama, surat yang berisi seruan untuk masuk Islam. Kedua, surat-surat yang berisi aturan-aturan dalam Islam. Ketiga, surat-surat yang berisi beberapa hal yang wajib dikerja-kan oleh orang-orang nonmuslim terhadap pemerintah Islam.
BAB 5  Islam Pada Masa Khulafaur Rasyidin
Setelah ditinggal oleh Nabi Muhammad Saw. Perjuangan untuk menyebarkan Islam berAlih kepada empat sahabat terdekat beliau, yang dikenal dengan sebutan khulafaur rasyidin. Mereka adalah para Khalifah yang menggantikan kedudukan Nabi Muhammad Saw. Sebagai pemimpin negara. Mereka adalah Abu Bakar, Umar bin Khatab, Utsman bin affan dan Ali bin Abi Thalib.
A.   Abu Bakar ash-Shiddiq

1.       Sekilas tentang Abu Bakar ash-Shiddiq
Abu Bakar ash-Shiddiq adalah orang pertama dari kalangan sahabat Nabi Muhammad Saw. Yang diberikan masuk surga. Ia adalah Khalifah pertama yang meneruskan perjuangan setelah beliau wafat.  Ia pula yang pertama menerima ajaran beliau dan memeluk Islam. Ia diberi gelar khulafaur rasyidin atau Khalifah yang diberi petunjuk. Ia tidak pernah berpisah dengan Nabi Muhammad Saw. Kecuali diberi izin untuk melaksanakan ibadah haji dan berperang.
Ia adalah orang yang pertama kali masuk Islam. Ketika itu, umat Islam bersepakat untuk menam-bahkan nama ‘ash-Shiddiq” dibelakang namanya. Sebab, ia termasuk orang yang pertama yang mem-benarkan dakwah Nabi Muhammad Saw. Ia meninggal dunia pada 23 agustus 634 di Madinah , karena sakit yang dideritanya pada usia 61 tahun.
2.       Perkembangan Islam pada masa Abu Bakar ash-Shiddiq
Sesudah Nabi Muhammad Saw. Wafat, kaum anshar menghendaki agar orang yang akan menjadi Khalifah menggantikan  beliau dipilih dari kalangan mereka. Sesudah Abu Bakar dilantik menjadi khAli-fah, ia pun berpidato. Dalam pidatonya, dijelaskan siasat pemerintah yang akan ia jalankan.


wahai umat manusia, aku telah diangkat untuk mengendAlikan urusanmu,padahal aku bukanlah orang yang terbaik di antaramu. Maka, jikalau aku dapat menunaikan tugasku dengan baik, bantulah aku. Tetapi, bila aku  berlaku salah, maka luruskanlah! Orang yang kamu anggap kuat, aku pandang lemah, sampai aku dapat mengambil hak darinya. Sedang-kan, orang yang kamu lihat lemah, aku pandang kuat, hingga aku bias mengembAlikan hak-nya kepadanya. Hendaklah kamu taat kepadaku selamat aku taat kepada Allah dan rasul-nya. Namun, jika aku tidak mematuhi Allah dan rasul-nya, kamu tidak perlu menaatiku.”



B.   Umar bin Khatab
Setelah Abu Bakar meninggal dunia karena sakit, tampuk kekuasaan Islam jatuh kepada Umar bin Khatab. Umar bin Khatab ditunjuk menjadi Khalifah melalui testamen (wasiat). Yang diberikan oleh Abu Bakar sebelum ia wafat.
1.       Sekilas tentang Umar bin Khatab
Umar bin Khatab (583-644 M) memiliki nama lengkap Umar bin Khatab bin Nufail bin Abd al-Uzza bin Ribah bin Abdillah bin Qart bin Razail bin ‘Adi bin Ja’ab bin Lu’ay. Ia adalah khafilah kedua. Peranan-nya dalam sejarah Islam masa permulaan merupakan yang paling meenonjol karena perluasan wilayah-nya.
Sebelum memeluk Islam, Umar bin Khatab adalah orang yang sangat disegani dan dihormati oleh penduduk Makkah. Ia juga dikenal sebagai seorang peminum berat. Setelah memeluk Islam, di bawah bimbingan Nabi Muhammad Saw., Umar bin Khatab dikabarkan menyesAli perbuatannya dan menyadari kebodohannya saat itu. Tentu saja, ini membuat hamper seisi Makkah terkejut. Sebab, seseorang yang terkenal paling keras menentang Islam, sekaligus seseorang yang terkenal paling keras menentang Islam, dan juga paling kejam dalam menyiksa para pengikut Nabi Muhammad Saw.  Umar bin Khatab dibunuh oelh Abu lukluk, seorang budak yang fanatik, saat Umar bin Khatab akan memimpin shalat subuh. Pembunuhan ini dilatarbelakangi oleh dendam pribadi Abu lukluk terhadap-nya.
2.       Perkembangan Islam pada masa Umar bin Khatab
Umar bin Khatab telah berperang besar bagi perkembangan dan kejayaan Islam di kemudian hari. Khususnya dalam pembentukan hukum dan aturan Islam, sekaligus penaklukan dan penyebaran ajaran Islam hingga negeri-negeri jauh; wilayah-wilayah amshar yang sebelumnya tak tersentuh. Mulai dari atlantik, afrika utara, mesir, nubia, mediterania timur, anatolia, Persia, dan Arab tengah.
Pada tahun 638 m, Umar bin Khatab memerintahkan untuk memeperluas den merenovasi masjidil haram di makkad dan masjid nabawi di Madinah. Sekitar tahun ke-17 hijriah, tahun ke-4 kekhAlifannya, Umar bin Khatab mengeluarkan keputusan bahwa penanggalan Islam hendaknya mulai dihitung saat pe-ristiwa hijrah.
C.    Utsman bin Affan
Utsman bin Affan menjadi Khalifah melalui formatur sebanyak enam orang yang ditunjuk oleh Khalifah Umar bin Khatab. Utsman bin Affan bin Abi al-‘ash berasal dari bani Umayyah, yang lahir pada tahun 47 sebelum hijrah. Ia termasuk hartawan dan bangSawan qurais pada masa jahiliah. Demi mem-bela Islam, ia rela mengorbankan hartanya dalam jumlah yang besar.
Nabi Muhammad Saw. Menikahkan Utsman bin Affan dengan putri beliau yang bernama ruqayyah. Utsman bin Affan memerintah sejak tahun 644 (umur 69-70 tahun) hingga 656 ( selama 11-12 tahun). Jasanya yang terbesar adalah membukukan Al-Qur’an . Nabi Muhammad Saw. Menggambarkan Utsman bin Affan sebagai pribadi yang paling jujur dan rendah hati diantara kaum muslimin. Utsman bin Affan adalah seorang ahli ekonomi yang terkenal, tetapi juga sosialnya sangat tinggi. Ia tidak segan-segan mengeluarkan kekayaannya untuk kepentingan Agama dan masyarakat umum. Contohnya ialah :
a.       Membeli sumur yang jernih airnya dari  seseorang Yahudi seharga 200.000 dirham ( 2,5 kg emas pada waktu itu). Sumur itu diwakafkan olehnya demi kepentingan rakyat.
b.      Utsman bin Affan memperluas masjid nabawi dan membeli tanah disekitarnya.
c.       Utsman bin Affan mendermakan 1.000 ekor unta dan 70 ekor kuda, ditambah 1.000 dirham disumbangan pribadi untuk Perang tAbuk.
d.      Pada masa pemerintahan Abu Bakar, Utsman bin Affan juga pernah memberikan gandum yang diangakut dengan 1.000 unta untuk membantu kaum miskin yang menderita pada musim kering
Hingga suatu hari, tanpa diketahui oleh pengawal-pengawal rumahnya, masuklah kepala gerombolan, yaitu Muhammad bin Abu Bakar (gubernur mesir yang baru) dan membunuh Utsman bin Affan yang sedang membaca Al-Qur’an.
D.   Ali bin Abi Thalib
Ali bin Abi Thalib adalah amirul mu’minin keempat yang dikenal sebagai orang yang Alim, cerdas,dan taat berAgama. Ia juga saudara sepupu Nabi Muhammad Saw. Khalifah Ali bin Abi Thalib merupakan orang yang pertama kali masuk Islam dari kalangan anak-anak. Nabi Muhammad Saw. Semenjak kecil diasuh oleh kakeknya.  Ali bin Abi Thalib lahir di Makkah, daerah hijaz. Ia dilahirkan 10 tahun sebelum dimulainya kenabian Muhammad, sekitar tahun 599 m. Kaum Syi’ah percaya bahwa Ali bin Abi Thalib dilahirkan didalam ka’bah. Usianya terhadap Nabi Muhammad Saw. Masih dipersilisihkan hingga kini. Ali bin Abi Thalib bernama asli haydar bin Abu Thalib. Ali bin Abi Thalib adalah orang yang zuhud dan sederhana. Ia tidak senang dengan kemewahan hi-dup, bahkan menentangnya. Ia adalah perwira yang cerdas,tangkas, tegud pendirian, dan pemberani. Ia wafat karena dibunuh oleh ibnu muljam dari golongan khawarij. Adapun jasa-jasa Ali bin Abi Thalib yaitu
a.       Mengganti beberapa gubernur yang diangkat oleh Utsman bin affan karena semata-mata hubungan kekerabatan, bukan terpecahnya tiga golongan. Perselisihan antara Ali bin Abi Thalib dan aisyah menyebabkan timbulnya Perang jamal. Selain itu, terjadi pulang Perang siffin yang melibatkan lebih banyak pihak. Akibat Perang siffin, muncullah golongan khawarij dan Syi’ah.
b.      Menarik kembali tanah milik negara dan harta baitul mal yang dibagikan kepada pejabat gubernur, sekaligus mengembAlikan fungsinya untuk kepentingan negara dan kaum lemah.
c.       Memerintahkan kepada Abul aswad ad-duAli untuk mengarang buku tentang pokok-pokok ilmu nahwu, guna mempermudah orang-orang dalam membaca dan memahami sumber ajaran Islam
d.      Membangun kota kufah yang dijadikan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan nahwu, tafsir, dan hadits.
BAB 6  Islam Pada Masa Dinasti Umayyah
Berakhirnya kekuasaan Ali bin Abi Thalib mengakibatkan lahirnya kekuasaan baru yang berpola Dinasti atau Kerajaan. Sejak tahun 661 m ,kekuasaan politik mulai dipegang oleh Dinasti-Dinasti tertentu, dimulai dari Dinasti Umayyah di damaskus, diikuti dengan Abbasiyah di Baghdad, dan sisa-sisa kekha-lifannya Umayyah barat di kordoba.
A.   Dinasti Umayyah
Nama “Umayyah” dinisbatkan kepada Umayyah bin abdi syams bin abdi manaf, yaitu salah seorang dari pemimpin kabilah Quraisy pada zaman jahiliah. Is dan pamannya, hasyim bin abdi manaf, selalu bertarung dalam memperebutkan kekuasaan dan kedudukan. Bani Umayyah baru masuk Agama Islam setelah mereka tidak menemukan jalan lain selain memasukinya, yaitu ketika Nabi Muhammad Saw. Beserta beribu-ribu pengikutnya menyerbu masuk ke dalam kota Makkah.
Pada masa Dinasti Umayyah, kaum muslim berhasil menaklukan afrika utara, khurasa, bukhara, indus, perbatasan tiongkok, dan spanyol. Dinasti bani Umayyah didirikan oleh Mu’awiyah bin Abi sufyan pada tahun 41 H/ 661 M di damaskus, dan berlangsung hingga tahun 132 H / 750 M. Ditingau dari seja-rah, bani Umayyah memang begitu kental dengan kekuasaannya, terutama pada masa jahiliah. Hal ini dikarenakan bani Umayyah memiliki unsur-unsur berikut:
1.       Bani Umayyah berasal dari keturunan keluarga bangSawan.
2.       Bani Umayyah mempunyai harta yang cukup banyak.
3.       Bani Umayyah memiliki 10 anak yang terhormat dan menjadi pemimpin di masyarakat, diantaranya ialah harb, sufyan, dan Abu sufyan.

B.   Para Khalifah Dinasti Umayyah
1.       Mu’awiyah bin Abi sufyan ( 41-60 H/661-680 M).
2.       Yazid bin Mu’awiyah (60-64 H/680-683 M).
3.       Mu’awiyah bin yazid (64-64H/683-683 M).
4.       Marwan bin hakam (64-65 H/683-685 M).
5.       Abdul mAlik bin marwan (65-86 H/685-705 M).
6.       Al-wAlid bin abdul mAlik (86-96 H/705-715 M).
7.       Sulaiman bin abdul mAlik (96-99 H/715-716 M).
8.       Umar bin abdul aziz ( 99-101 H/716-720 M).
9.       Yazid bin abdul mAlik (101-105 H/ 724-743 M).
10.   Hisyam bin abdul mAlik ( 105-125 H/724-743 M).
11.   Walid bin yazid (125-126 H/743-744 M).
12.   Yazid bin Walid (126-127 H/744-744 M).
13.   Ibrahim bin Walid (127-127 H/744-745 M).
14.   Marwan bin Muhammad (127-132 H/745-750 M).
C.    Kemajuan yang diacapai pada masa Dinasti Umayyah
Masa pemerintahan bani Umayyah terkenal sebagai suatu era agresif, lantaran perhatian tertumpu pada usaha perluasan wilayah dan penaklukan yang terhenti sejak zaman khulafaur rasyidin terakhir. Hanya dalam jangka waktu 90 tahun, banyak bangsa di empat penjuru mata angin masuk ke dalam kekuasaan Islam, yang meliputi tanah spanyol, afrika utara, Jazirah Arab, syiria, palestina, sebagian daerah anatolia, Irak, Persia, afganistan, uzbekistan, dan kirgiztan yang termasuk soviet rusia.
 kemajuan yang dicapai oleh Dinasti Umayyah tidak hanya dalam bidang militer dan kekuasaan, melainkan juga dalam bidang lainnya. Seperti, ilmu pengetahuan, sosial, budaya, politik, dan pemerintahan.
D.   Masa kehancuran Dinasti Umayyah
Inilah beberapa faktor kehancuran Dinasti Umayyah:
1.       Gerakan Syi’ah
Pemberontakan kaum itu didasarkan pada kebencian mereke terhadap bani Umayyah dan rasa cinta terhadap keluarga Ali bin Abi Thalib.
2.       Perlawanan abdulah bin zubair
Perlawanannya pertama kali saat Perang jamal. Ia memiliki tipu daya. Ia juga tidak mempunyai falsafah, sehingga revolusinya tidak berdasarkan pada prinsip-prinsip yang benar. Hamper dalam setiap pemberontakan, ia turut ambil bagian. Tetapi hanya sebagai provokator.
3.       Gerakan khawarij
Gerakan ini merupakan kumpulan orang yang keluar dari barisan Ali bin Abi Thalib. Meskipun tidak suka terhadapnya, namun kaum ini lebih tidak suka terhadap bani Umayyah.
4.       Gerakan mu’tazilah Khalifah
Gerakan ini bersifat keAgamaan, tidak mengumpulkan pasukan, dan tidak pernah menghunuskan pedang. Karena konflik internal dalam negeri yang tidak bias diselesaikan, akhirnya Dinasti ini tumbang pada tahun 750 m.





BAB 7  Islam pada Masa Dinasti Abbasiyah
Setelah Dinasti Umayyah beserta segala kejayaannya-hancur, Dinasti Islam berikutnya yang berkuasa adlah Dinasti Abbasiyah. Dinasti Abbasiyah lebih berjaya daripada Dinasti Umayyah.
A.   Mengenal Dinasti Abbasiyah
Dinasti ini merupakan keturunan abbas, yakni paman Nabi Muhammad Saw., yang memerintah pada tahun 750-1258, dari Baghdad. Bani Abbasiyah merasa lebih berhak daripada bani Umayyah atas kekhAlifan Islam, karena mereka adalah cabang dari bani hasyim yang secara nasab merupakan keturunan yang lebih dekat dengan Nabi Muhammad Saw.
Sebelum berdirinya Dinasti Abbasiyah, terdapat tiga poros utama yang merupakan pusat kegiatan; satu dengan yang lain memiliki kedudukan tersendiri dalam memainkan peran untuk menegakan kekuasaan keluarga besar paman Nabi Muhammad Saw.  Secara resmi, Abul abbas ash-shaffah mendirikan Dinasti Abbasiyah pada tahun 132 h/750 m. Kekuasaan Dinasti Abbasiyah berlangsung lama, yakni 5 abad, pada tahun 132-656 h. Bagi mereka, yang berhak berkuasa adalah keturunan Nabi Muhammad Saw., dan anak-anak beliau.
B.   Para Khalifah Dinasti Abbasiyah
v  Khalifah Abul abbas ash-shaffah (750-754 M).
v  Khalifah Abu ja’far al-manshur (775-785 M).
v  Khalifah al-Mahdi (775-785 M).
v  Khalifah al-hadi (785-786 M).
v  Khalifah harun ar-rasyid (786-809 M).
v  Khalifah al-amin (809-813 M).
v  Khalifah al-Makmun (813-833 M).
v  Khalifah al-Muktasim (833-842 M).
v  Khalifah al-wasiq (842-847 M).
v  Khalifah al-Mutawakkil (847-861 M).
v  Khalifah al-Muntasir (861-862 M).
v  Khalifah al-Mustain (861-862 M).
v  Khalifah al-Muktazz (866-869 M).
v  Khalifah al-Muhtadi (869-870 M).
v  Khalifah al-MuktaMid (870-892 M).
v  Khalifah al-Muktadid (892-902 M).
v  Khalifah al-kahir (932-934 M).
v  Khalifah ar-radi (934-940 M).
v  Khalifah al-Mustaqi (940-944 M).
v  Khalifah al-Muktakfi (944-946 M).
v  Khalifah al-Mufi (946-974 M).
v  Khalifah at-tai (974-991 M).
v  Khalifah al-kadir (991-1031 M).
v  Khalifah al-kasim (1031-1075 M).
v  Khalifah al-Muqtadi (1075-1084 M).
v  Khalifah al-Mustazhir (1074-1118 M).
v  Khalifah al-Mustasid (1118-1135 M).
v  Khalifah ar-rasyid (1135-1136 M).
v  Khalifah al-Mustafi (1136—1160).
v  Khalifah al-Mustanjid (1160-1170 M).
v  Khalifah al-Mustadi (1170-1180M).
v  Khalifah an-nasir (1180-1224 M).
v  Khalifah az-zahir (1224-1226 M).
v  Khalifah al-Mustansir (1226-1242 M).
v  Khalifah al-Muktasim (1242-1258 M).

C.    Sistem politik dan sosial pada masa Dinasti Abbasiyah
1.       Sistem politik
a.       Para Khalifah tetap berasal dari keturunan Arab murni, pejabat diambil dari kaum mawAli.
b.      Kota Baghdad dijadikan sebagai ibu kota negara.
c.       Ilmu pengetahuaan dianggap sebagai sesuatu yang mulia.
d.      Kebebasan berpikir sebagai hak asasi manusia.

2.       Sistem sosial
a.       Tampilnya kelompok mawAli dalam pemerintahan serta mendapatkan tempat yang sama dalam kedudukan sosial.
b.      Dinasti Abbasiyah terdiri atas beberapa bangsa yang berbeda-beda.
c.       Perkawinan campur yang melahirkan darah campuran.
d.      Terjadinya pertukaran pendapat, sehingga muncul kebudayaan baru.

D.   Masa kejayaan Dinasti Abbasiyah

1.       Gerakan penerjemahan
Peletak dasar gerakan ini adalah bani Umayyah. Namun, upaya menerjemahkan berbagai bahasa asing, terutama adalah bahasi yunani dan Persia ke dalam bahasa Arab.pelopor gerakan penerjemahan pada awal pemerintahan Abbasiyah adalah Khalifah al-manshur yangjuga membangun ibu kota Baghdad

2.       Bidang ilmu pengetahuan; kebangkitan intelektual
Gerakan pengembangan ilmu secara besar-besaran dirintis oleh Khalifah ja’far al-manshur, setelah ia mendirikan kota Baghdad, dan menjadikan sebagai ibu kota negara. Ia menarik banyak ulama dan ahli dari berbagai daerah untuk dating dan tinggal di Baghdad. Ia merintis usaha pembukuan ilmu Agama, seperti fiqh, tafsir, Tauhid, hadits, maupun ilmu lainnya, seperti bahasa dan ilmu sejarah.
Pada masa itu, hidup para filsuf, pujangga, ahli baca Al-Qur’an, dan ulama di bidang Agama. Didirikan perpustakaan atau baitul hikmah, yang didalamnya orang-orang dapat membaca, menulis, dan berdiskusi. Berkembang juga ilmu pengetahuan Agama, seperti ilmu Al-Qur’an, qira’at, hadits, fiqh, ilmu kalam, bahasa, dan sastra.
E.    Masa kehancuran Dinasti Abbasiyah
Kemunduran Dinasti Abbasiyah secara umum dikarenakan dua faktor, yakni internal dan eksternal.
a.       Faktor internal
1)      Tampillnya penguasa lemah yang sulit mengendAlikan wilayah yang sangat luast ditambah sistem komunikasi yang masih sangat lemah menyebabkan lepasnya daerah satu per satu.
2)      Kecendrungan para penguasa untuk hidup mewah,mencolok dan berfoya-foya.
3)      DuAlism pemerintahan; de jure dipegang oleh Abbasiyah, de facto  digerakkan oleh tentara professional asal Turki.
4)      Praktik korupsi oleh penguasa diiringi muncul nepotisme yang tidak professional
5)      Perang saudara antara al-amin dan al0makmun secara jelas membagi Abbasiyah menjadi dua kubu menyebabkan pertentangan antara Arab dan non-Arab, perselisihan antara muslim dan non-muslim.
b.      Faktor eksternal
1)      Abbasiyah mendapat serangan secara tidak langsung dari pasukan Salib di dunia barat.
2)      Abbasiyah memperoleh serangan secara langsung dari orang-orang Mongol yang berasal dari timur ke wilayah kekuasaan Islam.







BAB 8  Islam pada masa Dinasti Safawiyah
Dinasti ini lahir di Persia pada awal abad ke-16 m. Kelahirannya merupakan peristiwa penting. Berdirinya Dinasti ini dianggap sebagai kebangkitanya imperium Persia dan nasionAlismenya yang telah dijatuhkan oleh Islam pada masa pemerintahan Umar bin Khatab dalam ePerangan di qadisia pada tahun 635 m dan nahawand pada tahun 642 m.
Dinasti ini tergolong salah satu negeri Persia terbesar semenjak penaklukan muslim di Persia. Dinasti Safawiyah berkuasa pada tahun 1501-1722. Pada puncak kejayaannya, wilayah Safawiyah meliputi iran, azerbaijan, armenia, pakistan, serta turmenistan dan Turki. Kerajaan Safawiyah bermula dari gerakan tarekat yang beridiri di ardabil.
Tarekat ini diberi nama tarekat Safawiyah, yang didirkan pada waktu yang hamper bersamaan dengan berdirinya kerjaan Turki Utsmani. Nama Safawiyah diambil dari nama pendirinya, safi al-din (1252-1334 m). Safi al-din berasal dari keturunan orang yang berada dan memilih sufi sebagai jalan hidupnya. Ia adalah keturunan dari imam Syi’ah yang keenam, musa al-kazhim. Gurunya bernama Syekh taj al-din ibrahim zahidi (1216-1301 m), yang dikenal dengan julukan zahid al-gilani.
Tarekat yang dipimpin oleh safi al-din ini semakin menguat posisinya, terutama setelah ia mengubah bentuk tarekat itu dari pengajian taSawud murni yang bersifat local menjadi gerakan keAgamaan yang besar pengaruhnya di Persia, syiria, dan anatolia.
A.    Raja yang berkuasa pada masa Dinasti Safawiyah
·         Safi al-din (1252-1334 M).
·         Sadar al-din musa (1334-1399 M).
·         Khawajah Ali (1427-1447 M).
·         Ibrahim (1447-1460 M).
·         Juneid (1447-1460 M).
·         Haidar (1460-1494 M).
·         Ismail (1501-1524 M).
·         Tahmasp I (1524-1576 M).
·         Muhammad khudabanda (1577-1588 M).
·         Abbas I (1588-1628 M).
·         Safi mirza (1638-1642 M).
·         Abbas II (1642-1667 M).
·         Sulaiman (1667-1694 M).
·         Husein (1694-1722 M).
·         Tahmasp II (1722-1732 M).
·         Abbas III (1732-1736 M).

B.   Kemajuan yang dicapai oleh Dinasti Safawiyah

1.       Bidang politik dan sosial
Berikut ini adalah langkah-langkah untuk memulihkan politik Dinasti safawiah:
a.       Mengadakan pembenahan administrasi dengan cara pengaturan dan pengontrolan dari pusat.
b.      Pemindahan ibu kota ke isfahan.
c.       Berusaha menghilangkan dominasi pasukan qiziblash atas Kerajaan Safawiyah dengan cara membentuk pasukan baru yang anggotanya terdiri atas bangsa georgia, armenia, dan sircassia.
d.      Mengadakan perjanjian damai dengan Kerajaan Turki Utsmani.
e.      Berjanji tidak akan menghina tiga Khalifah dalam khutbah jum’at.


2.       Bidang Agama
Pada masa abbas i, kebijakan Agama tidak lagi seperti masa Khalifah-Khalifah sebelumnya, yang senantiasa memaksakan agar Syi’ah menjadi Agama negara, melainkan ia menanamkan sikap toleransi. Abbas i menerapkan paham toleransi yang amat besar, paham Syi’ah tidak lagi menjadi paksaan. Bahkan, orang sunni dapat bebas mengerjakan ibadahnya.

3.       Bidang ekonomi
Stabilitas politik Kerajaan Safawiyah pada masa abbas i telah memacu perkembangan perekonomian-nya, terutama setelah pulau hurmuz dikuasai dan pelabuhan gumrun diubah menjadi bandar abbas.

4.       Bidang ilmu pengetahuan
Dalam sejarah Islam, Persia dikenal sebagai bangsa berperadaban tinggi dan berjasa dalam mengem-bangkan ilmu pengetahuan. Berkembanganya ilmu pengetahuan pada masa Kerajaan Safawiyah terkait doktrin mendasar bahwa kaum Syi’ah tidak boleh taklid dan pintu ijtihad selamanya terbuka.

5.       Bidang seni
Kemajuan terlihat dari gaya arsitektur bangunan, seperti masjid syah yang dibangun pada tahun 1603 m. Adapun unsur seni lainnya dalam bentuk kerajinan tangan, karpet, permadani, pakaian, tenunan, mode, tembikar, dan lain-lain.

C.    Keruntuhan Dinasti Safawiyah
Terjadi kemunduran pemerintahan pusat berlangsung sepeninggal abbas i. Setelah abbas I me-ninggal dunia, tidak ada seorang pun yang mempunyai visi atau kecakapan sepertinya. Administrasi pusat juga mengalami perpecahan. Bahkan beberapa prosedur penertiban pajak dan distribusi penda-patan negara tidak terkendalikan. 
Melemahnya pemerintah pusat menyebabkan terjadinya berbagai pemberontakan otoritas Safawiyah. Pada abad ke-18, iran dilanda kondisi anarkis. Ada beberapa penyebab kemunduran dan kehancuran Dinasti Safawiyah, diantaranya adalah;
1.       Adanya konflik yang berkepanjangan dengan Kerajaan Turki Utsmani.
2.       Terjadinya degradasi moral yang melanda sebagian pemimpin Kerajaan Safawiyah.
3.       Pasukan ghulam (budak) yang dibentuk oleh abbas i tidak mempunyai semangan perjuangan yang tinggi.
4.       Sering kali terjadi konflik intern dalam bentuk perebutan kekuasaan di kalangan keluarga istana.
5.       Lemahnya para Sultan.
6.       Lemahnya ekonomi.
























BAB 9  Islam pada masa Kerajaan Turki Utsmani

Sejak berkhirnya masa keemasan Dinasti abbasiya, kondisi politik umat Islam mengalami kemajuan kembali berkat tiga Kerajaan besar yang muncul setelahnya, yaitu Turki Utsmani di Turki (1300-1922 m). Dan mengasai anak benua india pada awal abad ke-17. Kerajaan Turki Utsmani termasuk salah satu dari tiga Kerajaan besar Islam pada masa pertengahan, selain Safawiyah dan mughal.
Pendiri Kerajaan Turki Utsmani adalah bangsa Turki dari kabilah oghuz yang mendiami daerah Mongol dan daerah utara negeri tiongkok. Dalam jangka waktu 3 abad, mereka berpindah ke Turkistan, lalu Persia dan Irak. Mereka masuk Islam sekitar abad ke-9 saat menetap di asia tengah.
Bangsa Turki yang dipimpin oleh artogol yang melarikan diri menuju Dinasti saljuk guna mengabdi kepada penguasa, yang saat itu dipimpin oleh Sultan alauddin ii. Pada tahun 1289 m, artogol meninggal dunia. Kepemimpinannya diteruskan oleh putranya, Utsman. Putra artogol inilah yang diyakini sebagai pendiri Kerajaan Turki Utsmani. Ia memerintah pada tahun 1290-1326 m.

A.   Kemajuan yang dicapai oleh Kerajaan Turki Utsmani

1.       Bidang kemiliteran dan pemerintahan
Masa kepemimpinan artogol hingga orhan merupakan masa pembentukan militer. Sedangkan, pe-rang dengan byzantium sebagai awal didirikannya pusat pendidikan dan pelahitan militer, sehingga terbentuklah kesatuan militer yang disebut jenissari atau inkisyariah.
2.       Bidang ilmu pengetahuan dan budaya
Kebudayaan Kerajaan Turki Utsmani merupakan perpaduan ragam kebudayaan, seperti Persia, byzantium, dan Arab. Dari kebudayaan Persia, mereka mengambil ajaran-ajaran tentang etika dan tata karma dalam istana. Sedangkan, organisasi pemerintahan dan kemiliteran diserap dari byzantium. Ada-pun ajaran mengani prinsip ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan, keilmuan, serta huruf diambil dari Arab.




B.   Kemunduran Kerajaan Turki Utsmani
Masa pemerintahan sulaiman 1 (1520-1566 m) merupakan puncak kejayaan dari Kerajaan Turki Utsmani. Ia terkenal dengan sebutan sulaiman al-qanuni. Akan tetapi, setelah ia wafat, sedikit demi se-dikit Kerajaan Turki Utsmani mengalami kemunduran. Bahkan terjadi perebutan kekuasaan di antara putra-putranya, yang mengakitbatkan Kerajaan ini mengalamami kehancuran. Ragam faktor keruntuhan Kerajaan Turki Utsmani dibedakan menjadi dua, yakni faktor internal dan eksternal.

1.       Faktor internal
a.       Buruknya sistem pemerintahan.
b.      Hilangnya keadilan.
c.       Banyaknya korupsi.
d.      Meningkatnya kriminalitas.
e.      Heterogenitas penduduk dan Agama.
f.        Kehidupan istemewa yang bermegah-megahan.
g.       Merosotnya perekonomian negara akibat peperangan.

2.       Faktor eksternal
a.       Munculnya gerakan nasionAlisme. Bangsa-bangsa yang tunduk kepada Kerajaan Turki Utsmani akhirnya menyadari kelemahan Kerajaan ini. Dengan demikian, ketika Kerajaan tersebut mele-mah, mereka bangkit untuk melawannya.
b.      Terjadinya kemajuan teknologi di wilayah barat, khususnya dalam bidang persenjataan. Dalam hal ini, Kerajaan Turki Utsmani senantiasa mengalami kekalahan, karena mereka masih menggu-nakan senjata tradisional










BAB 10  Islam pada masa Mongol
Mongol adalah sebuah bangsa yang berasal dari pedalam siberian yang datang dari arah utara menu-ju wilayah Mongolia. Mereke menamakan diri sebagai “putra serigala berbulu hijau”. Bangsa Mongol mulai muncul pada akhir abad ke-12. Semula orang-orang Mongol adalah sekumpulan masyarakat nomad yang menidami daerah hutan siberia dan Mongolia luar.
Pada awalnya, Agama bangsa Mongol adalah syamanisme. Mereka mengakui adanya yang maha kuasa, tetapi tidak beribadah kepada-nya, melainkan menyembah arwah, khususnya arwah jahat. Mereka meyakini bahwa arwah jahat bias men-datangkan bencana. Maka dari itu, mereka menjinakkan arwah jahat dengan sajian-sajian. Mereka juga memuliakan arwah nenek moyang yang dianggap masih berkuasa dalam mengatur hidup mereka beserta keturunan mereka.
Jenghis khan adalah tokoh sentral dalam sepak terjang perjalanan sejarah bangsa Mongol. Berkat kepemimpinannya, bangsa Mongol yang semula orang-orang sabana yang tidak mengenal dan dikenal oleh peradaban luar, akhirnya bias menjadi bangsa penakluk yang disiplin dan mempunyai keterampilang Perang yang sangat diperhitungakan.
Ketika berumur 13 tahun, terjadi perselisihan dan perpecahan dalam suku kiyat. Maka, keluarganya pun menjadi tawanan Perang. Jenghis khan menggantikan ayahnya sebagai kepala suku ketika berusia 13 tahun.
A.   Ciri-ciri masa Mongol
1.       Berpindahnya pusat ilmu
Kegiatan ilmu berpindah ke kota kairo, iskandariah, usyuth, faiyun, damaskus, hims, halab.
2.       Tumbuhnya ilmu-ilmu baru
Ilmu umron(sosiologi) dan filsafat tarikh semakin matang dengan munculnya muqaddimah ibu khaldun sebagai kitab pertama dalam bidang ini.
3.       Kurangnya kitab dan perpustakaan
Ada banyak perpustakaan besar yang musnah bersama semua kitab lantaran terbakar ataupun tenggelam di tengah suasana yang kacau.
4.       Banyaknya sekolah dan mausu’at
5.       Penyelewengan ilmu
Pada masa ini, beragam ilmu dipergunakan untuk mengkhidmati Agama atau misik dan khurafat.

B.   Para pemimpin Mongol
1)      Jenghis khan (12-13M).
2)      Hulagu khan (13M).
3)      Timur lenk (14M).
4)      Zhahirudin babu (15-16 M).

C.    Latar belakang serangan Mongol ke dunia Islam
Pada awalnya, bangsa Mongol hidup berdampingan secara damai dengan wilayah Islam. Jenghis khan tidak mengusik umat Islam,sekaligus menghormati keluarga (keturunan) Nabi Muhammad Saw., yang saat itu sudah meluas ke wilayahnya. Latar belakang yang menyebabkan invasi Mongol ke wilayah Islam adalah peristiwa utara pada tahun 1218, saat gubernur khawarazm membunuh utusan jenghis khan, yang disertai para saudagar muslim. Ada tiga gelombang serangan dahsyat Mongol ke dunia Islam. Yaitu :
a.       Penghancuran serta pembantaian di Turkistan dan khurasan dibawah pimpinan jenghis khan.
b.      Serangan ke Baghdad di bawah pimpinan hulagu khan pada 10 febuari 1258.
c.       Invasi ke negara-negara asia di bawah pimpinan timur lenk, yang dimulai dengan serangan ke Persia pada tahun 1380 m.
Adapun dampak serangan Mongol yaitu:
a.       Hancurnya segala peradaban dan pusaka yang telah dibuat berates-ratus tahun lamanya, istana Kerajaan, dan perpustakaan.
b.      Banyaknya penduduk yang terbunuh.
c.       Masjid-masjid bukhara yang terkenal sebagai pusat ibadah dan pengetahuan dijadikan sebagai kandang kuda oleh pasukan Mongol.
d.      Ribuan pengrajin muslim dibawa ke Mongolia guna dijadikan sebagai budak.

D.   Dampak kekuasaan Mongol
Dampak kekuasaan Mongol terhadap peradaban Islam sungguh terasa. Kehancuran kota-kota dengan bangunan yang indah-indah dan perpustakaan-perpustakaan yang mengoleksi banyak buku pun semakin memperburuk situasi umat Islam. Adapun lebih fatal adalah hancurnya Baghdad sebagai pusat Dinasti Abbasiyah, yang didalamnya terdapat beragam tempat belajar,dengan fasilitas perpustakaan, lantaran dibakar oleh hulagu khan.
Adapun dampak positif dengan berkuasanya Dinasti Mongol setelah para pemimpinnya memeluk Agama Islam, karena berasimilasi dan bergaul dengan masyarakat muslim dalam jangka yang panjang. Ghazan khan memerintahkan kaum kristen dan Yahudi untuk membayar jizyah, serta mencetak uang bericikan Islam, melarang riba, dan menyuruh para pemimpinnya menggunakan surban.



BAB 11  Perang Salib; sejarah perebutan tahan suci        Jarusalem
A.   Timbulnya Perang  Salib
Perang Salib atau the crusades war adalah serangkaian Perang Agama selama hamper 2 abad sebagai reaksi kristen eropa terhadap Islam di asia. Perang ini terjadi karena sejumlah kota dan tempat suci kristen diduduki Islam sejak tahun 632, seperti di suriah, spanyol. Militer kristen menjadikan Salib sebagai symbol yang menunjukan bahwa Perang ini suci dan bertujuan membebaskan kota suci baitul maqdis dari orang-orang Islam. Dinamakan Perang Salib lantaran ekspedisi militer kristen dalam peperangan ini mempergunakan lambang Salib unuk menunjukan bahwa peperangan yang mereka lakukan adalah Perang suci.
Sesungguhnya, Perang Salib bukanlah Perang Agama, melainkan Perang perebutan kekuasaan daerah, ini dibuktikan dari fenomena tentara Salib dan tentara muslim yang saling bertukar ilmu penge-tahuan. Semula, Perang Salib dikarenakan adanya persaingan antara Islam dan kristen. Penguasa Islam, alp arselan yang memimpin gerakan ekspansi pada tahun 1071 m menjadikan orang-orang romawi terdesak. Tentara alp arselan hanya berkekuatan 15.000 prajurit dalam peristiwa itu mampu menga-lahkan tentara romawi yang berjumlah 200.000 orang, yang terdiri atas tentara romawi, ghuz, al-akraj, al-hajr,prancis dan armenia.

B.   Faktor penyebab Perang salib
1)      Permintaan kaisar dari byzantium, yaitu alexius conneus apda tahun 1095 pada kaisar dari romawi. Dikarenakan daerah-daerah yang tersebar hingga pesisir laut marmora dibinasakan oleh bani saljuk
2)      Isi pidato yang disampaikan oleh paus urban pada 26 november 1095 di clermont, bagian tenggara prancis, yang memerintahkan orang-orang kristen supaya memasuki lingkungan makan suci, lantas merebutnya dari orang-orang jahat dan menyerahkannya kembali kepada mereka.
3)      Faktor sosial ekonomi. Para pedagang besar yang berada di pantai timur laut tengah berambisi menguasai sejumlah kota dagang di sepanjang pantai timur dan selatan laut tengah guna memperluas jaringan perdagangan mereka.
4)      Jaminan masuk surga. Sebab, mati dalam Perang Salib adalah mati sebagai pahlawan Agama, yang menjadikan langsung masuk surga, meskipun berdosa pada masa lampau.



C.    Dampak Perang Salib
1)      Saling bertukar ilmu pengetahuan antara kristen dan Islam.
2)      Ide Perang Salib memberikan andil besar bagi kemerosotan tingkat kepercayaan umat kristiani terhadap gereja katolik yang disebabkan oleh pembenaran lembaga kepausan terhadap agresi politik dan wilayah yang terjadi di jerusalem maupun byzantium.
3)      Pengalaman militer Perang Salib juga mempengaruhi eropa.
4)      Sebagian besar jalan yang sebelum Perang Salib tidak pernah digunakan sejak masa pendudukan romawi mengalami peningkatan yang disebabkan oleh para pedagang yang ingin mengembangkan usaha.
5)      Islam cenderung menarik diri dari dunia politik, dan puncaknya saat kekhalifan Turki tumbang dengan drastis pada tahun 1924.
6)      Adanya persekutuan yang tidak lazim, seperti persekutuan antara kekuatan tentara Salib dengan kesultanan rum yang muslim dalam Perang Salib V.

D.   Periodisasi Perang Salib
a.       Periode Pertama (Periode Penaklukan)
Pada periode ini, jalinan kerja sama antara Kaisar Alexius I dan Paus Urbanus II mampu membangkitkan semangat umat Kriste, terutama akibat pidato Paus Urbanus II di Clermont (Prancis Selatan) pada 26 November 1095. Konsili di Clermont ini menyampaikan khutbahnya yang bertujuan menggerakkan dan membuat umat Kristiani mendapat suntikan semangat baru untuk mengunjungi kuburan suci.
Gerakan awal tersebut dipimpin oleh Pierre I’ Ermite. Dari sepanjang perjalanan menuju Konstantinope, mereka membuat keonar-onaran, serta merampok, bahkan terjadi bentrokan dengan penduduk Hongaria dan Bizinatum. Tentara Salib berikutnya dipimpin oleh Godfrey,Bohemond, dan Raymond. Gerakan itu lebih mirip ekspedisi militer yang sangat terorganisir dan tersusun rapi. Sehingga, mereka berhasil menaklukkan dan menduduki kota suci Palestina pada 7 juli 1099.
Taktik tentara salib ialah tidak membawa tawanan. Sebab, keberhasilan Perang Salib I adalah ketidaktahuan umat Islam, Kristen, dan Yahudi di Jarusalem bahw mereka datang untuk menyerang. Oleh karena itu, umat Islam tidak menyiagakan pasukan dan kalah sewaktu itu, lantaran Jerusalem bukanlah daerah kekuasaan atau jajahan kekaisaran muslim.
b.      Periode Kedua (Reaksi Umat Islam)
Pada masa ini, beberapa wilayah kekuasaan Islam jatuh ke tangan tentara salib, sehingga menyebabkan bangkitnya kembali kaum muslimin untuk menghimpun kekuatan besar yang diprioritaskan khusus menghadapi mereka. Dibawah komando sang panglima, Imaduddin Zangi, Gubernur Mosul, kaum muslimin serempak menyatukan langkah untuk membendung serangan tentara Salib.

Jatuhnya wilayah Edessa menyebabkan kaum Kristiani mengobarkan Perang Salib II yang sesungguhnya. Kali ini paus Eugenius III menyerukan perang suci yang disambut sangat baik oleh Raja Prancis bernama Louis VII dan Raja Jerman bernama Condrad II. Kedua raja itu memimpin tentara salib untuk merebut wilayah Kristen di Syiria. Akan tetapi, ini sangatlah mudah bagi Nuruddin Zangi. Sehingga, kedua pasukan tersebut dapat dihalau, dan mereka melarikan diri ke negeri mereka.
Pascawafatnya Nuruddin Zangi pada tahun 1174 M, panglima perang berikutnya ialah Shahuddin al-Ayuubi, yang berhasil mendirikan Dinasti Ayuubiyah di Mesir pada tahun 1175 M serta membebaskan Baitul Maqdis pada 2 oktober 1187. Bahkan, pada tahun 1187 M, peperangan yang dipimpin oleh Shalahuddin al-Ayyubi memperoleh kemenangan besar, dengan direbutnya kembali wilayah Jesusalem yang sebelumnya dikuasai oleh tentara salib yang mendirikan Kerajaan Latin selama 88 tahun.
c.       Periode Ketiga ( Perang Saudara Kecil-kecilan/ Periode Kehancuran)
Pada periode ini, peperangan disebabkan oleh ambisi politik untuk memperoleh kekuasaan dari sesuatu yang bersifat materistis daripada motivasi Agama. Pada masa itu, muncul pula pahlawan wanita dari kalangan kaum muslimin yang terkenal gagah berani, yaitu Shajar al-Dhur. Ia berhasil menghancurkan pasukan Raja Louis IX dari Prancis sekaligus menangkap raja tersebut.
Dalam perkembangan berikutnya, wilayah Palestina yang semula diserahkan kepada Raja Frederick, kini bias direbut kembali oleh kaum muslimin pada tahun 1247 M, yakni pada masa pemerintahan Al-Malik al_shalih, penguasa Mesir pengganti Al-Malik Al-Kamil.
Meskipun kaum muslimin mampu mempertahankan daerah-daerah mereka dari tentara salib, namun berbagai kerugian yang mereka derita begitu banyak. Sebab, semua peperangan itu terjadi di wilayah kekuasaan Islam. Diantara kerugian yang diderita mereka adalah lemahnya politik umat Islam serta banyak Dinasti kecil yang memerdekakan diri dari pemerintahan pusat Abbasya di Baghdad.










BAB 12  pusat-pusat peradaban di dunia Islam
A.    Makkah
Makkah menjadi tempat yang bersejarah bagi kalangan muslim. Bukan hanya karena menjadi tempat kelahiran Nabi Muhammad Saw.,melainkan juga menjadi sangat istemewa. Karena disitulah wahyu pertama diturunkan. Pada tahun 571, Nabi Muhammad Saw., keturunan langsaung dari Nabi Ismail serta qussai, lahir di kota ini dan tumbuh dewasa. Pertama kali menerima wahyu dari Allah SWT tetapi ajaran itu ditolak oleh kaum beliau, sehingga beliau pindah ke Madinah. Setelah Madinah ber-kembang dengan baikm akhirnya beliau kembali ke Makkah.
B.    Madinah
Selain mengembangkan Makkah sebagai pusat perdaban Islam, Nabi Muhammad Saw. Dalam perjalanan hijrah juga mengembangkan kota Madinah. Beliau jatuh cinta kepada kota Madinah, dan sering kali berdoa kepada Allah SWT supaya kecintaan terhadap kota Madinah tidak berbeda dengan Makkah. Sejak Nabi Muhammad Saw. Dating membawa ajaran Islam, Madinah semula berupa sebuah dusun subur bernama yatsrib berubah menjadi madinatur rasul atau kota rasul. Setelah itu kota Madinah mendapat julukan berbagai nama yang indah, namun yang paling terkenal adalah sebuatan Madinah al-munawwarah, yang berarti bersinar terang benderang.
C.    Baghdad
Baghdad dihuni oleh umat manusia sejak 4000 SM. Dahulu, kota ini menjadi bagian dari babylonia kuno. Dan, sejak tahun 600 sm, secara bergantian dikuasai oleh Persia, yunani dan romawi.
D.   Kairo
E.     Damaskus
F.     Kairouan
G.   Isfahan
H.   Istanbul
I.       Delhi
J.      Andalusia
K.    Transoxiana


BAB 13 Sejarah Islam di Indonesia

A.    Teori-teori tentang masuknya Islam ke Indonesia

a.       Menurut zainal arifin abbas, Agama Islam masuk ke indonesia pada abad ke-7 m. Pada tahun itum seorang pemimpin Arab dating ke tiongkok, dan ia telah mempunyai pengikut dari sumatra utara. Jadi, Agama Islam masuk pertama kali ke indonesia di sumatra utara.
b.      Menurut hamka, Agama Islam masuk ke indonesia pada tahun 674 m. Berdasakan catatan tiongkok, ketika itu, seorang utusan raja Arab bernama ta cheh datang ke Kerajaan ho ling untuk membuktikan keadilan,kemakmuran, dan keamanan pemerintah ratu shima di jawa.

B.    Fase-fase perkembangan Islam di indonesia hingga berdirinya Kerajaan Islam

a.       Singgahnya pedagang-pedagang Islam di pelabuhan-pelabuhan nusantara. Sumbernya adalah berita luar negeri terutama tiongkok.
b.      Adanya komunitas-komunitas Islam di beberapa daerah kepulauan indonesia. Sumbernya ialah berita-berita asing dan makan-makan Islam.
c.       Berdirinya Kerajaan-Kerajaan Islam.
C.    Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia

a.       Kerajaan Perlak
Perlak adalah Kerajaan Islam tertua di indonesia. Perlak merupakan sebuah Kerajaan dengan masa pemerintahan yang cukup panjang. Kerajaan yang berdiri pada tahun 840 ini berakhir pada tahun 1292 lantaran bergabung dengan Kerajaan Samudra Pasai.
b.      Kerajaan Samudra Pasai
Kerajaan ini didirikan oleh sultan Malik al-shaleh, dan sekaligus sebagai raja pertama pada abad ke-13. Sebagai sebuah Kerajaan, raja silih berganti di Samudra Pasai. Kerajaan ini terletak dise-belah utara Perlak, di daerah pantai timur aceh.
c.       Kerajaan Demak
Pada akhir abad XV, Raden Patah, murid Sunan Bonang, memaklumatkan berdirinya Kerajaan Demak, lepas dari Kerajaan majapahit. Sejak itulah, Kerajaan Demak menjadi Kerajaan Islam pertama di jawa. Raden patah diakui sebagai raja pertama demak dan mendapat gelar Sultan.


d.      Kerajaan cirebon
Kerajaan ini merupakan Kerajaan Islam pertama di jawa barat. Kerajaan ini didirikan oleh Sunan gunung jati. Semula, cirebon adalah sebuah daerah dibawah kekuasaan pakuan pajajaran. Dari cirebon,Sunan gunung jati mengembangkan pengaruh Islam di jawa barat.
e.      Kerajaan mataram
Sutawijaya memindahkan pusat pemerintahan ke daerah kekuasaan ayahnya, ki ageng pemanahan, di mataram. Sutawijaya pun menjadi raja di Kerajaan mataram dengan gelar panembaha senopati ing alaga sayidin panat Agama.
f.        Kerjaan banten
Sultan banten pertama adalah maulana hasanuddin yang memerintah pada tahun 1552-1579. Ia adalah putra fatahilah. Pemerintahan banten diteruskan oleh panembahan yusuf.
g.       Kerajaan aceh
Kerajaan ini didirikan pada tahun 1204 dibawah pemerintahan Sultan jihan syah. Aceh mencapai zaman keemasan di bawah pemerintahan Sultan iskandar muda. Ia adalah orang yang cerdas se-kaligus pemeluk Islam yang kuat.
h.      Kerajaan gowa dan tallo
Kerajaan yang terletak di sulawesi selatan ini terdiri atas dua Kerajaan. Kedua Kerajaan ini pun bersatu. Raja gowa, daeng manrabia, menjadi raja bergeler Sultan alauddin. Karena pusat peme-rintahan ada di makasar, Kerajaan gowa dan tallo sering kali disebut Kerajaan makasar.
i.         Kerajaan ternate dan tidore
Ternate merupakan Kerajaan Islam di timur yang berdiri pada abad ke-13, dengan rajanya bernama zainal abidin. Ia adalah murid dari Sunan giri di Kerajaan Demak.


D.   Hal-hal yang menyebabkan Islam berkembang di indonesia
Dalam waktu yang relative cepat, ternyata Agama Islam dapat diterima dengan baik oleh sebagian besar masyarakat indonesia. Ada beberapa faktor yang menyebabkan Agama Islam dapat berkembang, yaitu:
a.       Syarat masuk Agama Islam sangatlah mudah. Seseorang hanya mengucapkan kalimat syahadat.
b.      Agama Islam tidak mengenal sistem pembagian masyarakat berdasarkan kasta.
c.       Penyebaran Agama Islam dilakukan dengan cara damai.
d.      Sifat bangsa indonesia yang ramah tamah memberi peluang untuk bergaul lebih erat dengan bangsa lain.
e.      Upacara-upacara keagamaan dalam Islam lebih sederhana.





E.     Organisasi Islam yang berkembang di indonesia

a.       Jamiatul khair
Organisasi ini merupakan organisasi sosial yang berperan dalam melakukan perubahan sistem atau lembaga pendidikan Islam, khususnya di jakarta. Organisasi ini berdiri pada tahun 1901. Banyak ulama besar disini. Ditangan ulama-ulama itulah, jamiatul khair tumbuh pesat.
b.      Syarikat Islam (si)
Semula syarikat Islam (si) bernama sarekat dagang Islam (sdi) yang didirikan pada 16 oktober 1905 oleh h.samanhudi. Sdi merupakan organisasi yang pertama lahir di indonesia. Pada awalnya, organisasi ini sebagai perkumpulan pedagang Islam yang menentang masuknya pedagang asing untuk menguasai ekonomi rakyat pada masa itu.
c.       Nahdlatul ulama (NU)
Nu merupakan bentuk kebangkitan ulama Islam. Organisasi ini termasuk terbesar di indonesia. Organisasi ini berdiri pada 31 januari 1926, yang bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi.

d.      Muhammadiyah.
Muhammadiyah adalah sebuah organisasi Islam modern yang berdiri di yogyakarta pada 18 november 1912. Berdirinya organisasi ini lantaran masyarakat Islam yang berpandangan maju meng-inginkan terbentuknya sebuah organisasi yang menampung aspirasi mereka dan menjadi sarana bagi kemajuan umat Islam.

e.      Lembaga dakwah Islam indonesia (ldii)
Penggagas dan penghimpun tertinggi pertama ldii adalah al-imam nur hasan ubaidah lubis amir. Sedangkan, nama kecilnya adalah madekal. Ia sebagai keturunan asli pribumi jawa timur.

f.        Majelis tafsir Al-Qur’an (mta)
Mta adalah kelompok Islam yang berpusat di kota solo, yang didirikan oleh abdullah thufail saputra pada 19 september 1972. Lantaran tidak ada kecocokan dengan ajaran Muhammadiyah, maka ia mendi-rikan sekolah organisasi mta. Dan iaa pun menjabat sebagai ketuanya.

g.       Persatuan Islam (persis)
Organisasi ini berdiri pada permulaan tahun 1920-an, di bandung. Idenya bermula dari seorang alumnus dar al-‘ulum Makkah yang bernama h.zamzam, yang pada tahun 1910-1912 menjuadi guru Agama di sekolah Agama dar al-muta’Alimin.

h.      Persatuan tarbiyah Islamiyah (perti)
Perti adalah nama sebuah organisasi masa Islam nasional yang berbasis di sumatera barat, yang didirikan pada 20 mei 1930, dan berakat dari para ulama ahlus sunnah wal jama’ah. Organisasi ini me-luas ke daerah-daerah lain di sumatera, sekaligus mencapai kalimantan dan sulawesi.
i.         Persatuan umat Islam (pui)
Pui adalah masa Islam di indonesia yang didirikan pada 5 april 1952 di majalengka. Organisasi ini lahir dalam kondisi kebanyakan organisasi di indonesia saat itu cenderung terpecah belah. Pui lahir sebagai hasil fusi dua organisasi besar ketika itu, yakni pui dengan puii.
j.        Mathlaul anwar (ma)
Kiprah ma sebagai sebuah gerakan Islam yang dikenal berorientasi pembaruan patut diapresiasi berkat jasa dan kontribusinya bagi masyarakat dan bangsa indonesia di berbagai bidang kehidupan. Seperti dakwah, sosial, pendidikan, ekonomi, politik, dan lain-lain.

k.       Jami’iyatul washliyah
Organisasi ini ialah organisasi Islam yang lahir pada 30 november 1930, di kota medan. Lahir ketika bangsa indonesia masih dalam penjajahan hindia belanda. Tujuan utama mendirikan organisasi ini ketika itu adalah mempersatukan umat yang terpecah belah dan berbeda pandangan.

l.         Ikatan cendekiawan muslim indonesia (icmi)
Icmi adalah organisasi para cendekiawan muslim di indonesia yang didirikan oleh para cendekiawan atas dukungan birokrasi pada tahun 1990.




BAB 14  Wali sanga
Wali sanga adalah Wali sembilan, yang menandakan jumlah Wali yang ada sembilan. Songo/sanga bersal dari kata tsana yang dalam bahasa Arab berarti mulia. Wali sanga ialah sebuah majelis dakwah yang pertama kali didirikan oleh Sunan gresik pada tahun 1404 m.
A.   Biografi singkat Wali sanga
1.       Sunan gresik
Sunan gresik atau maulana mAlik ibrahim diperkirakan lahir di samarkan, asia tengah, pada paruh awal abad ke-14. Aktivitas pertama yang dilakukan oleh Sunan gresik saat itu ialah berdagang dengan cara membuka warung. Warung itu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga murah. Selain itu, secara khusus ia juga menyediakan diri untuk mengobati masyarakat secara gratis.
2.       Sunan ampel
Sunan ampel adalah putra tertua dari Sunan gresik. Ia lahir di champa (kamboja) pada tahun 1401 m. Nama ‘ampel” diidentikkan dengan nama tempatnya bermukim dalam waktu lama; ampel atau ampel denta adalah wilayah yang kini menjadi bagian dari surabaya. Sunan ampel menganut fiqh madzhad hanafi. Namun, ia memberikan pengajaran sederhana kepada para santrinya, terkain pemahaman aki-dah dan ibadah
3.       Sunan giri
Sunan giri biasa dipanggil raden paku. Ia lahir di blambangan (banyuwangi) pada tahun 1442 m. Ayahnya Sunan giri adalah maulana ishaq.
4.       Sunan bonang
Sunan bonang ialah anak Sunan ampel, yang berarti juga cucu maulana mAlik ibrahim. Ia lahir pada tahun 1465 m, dari seorang wanita yang bernama dewi condrowati atau nyi ageng manila. Setelah menimba ilmu di pasai, Sunan bonang kembali ke jawa. Ia diperintahkan oleh Sunan ampel untuk berdakwah ke daerah lasem,rembang, tuban, dan daerah sempadan, surabaya.
5.       Sunan Kalijaga
Ia adalah seorang Sunan yang sangat dikenal oleh masyarakat jawa. Ia lahir pada tahun 1450 m. Ayahnya bernama arya wilatikta, adipati turban. Sunan Kalijaga turut merancang pembangunan masjid agung cirebon dan masjid agung Demak. Metode dakwah Sunan Kalijaga itu terbilang sangat efektif. Bahkan, sebagian besar adipati di jawa memeluk Islam melalui nya.


6.       Sunan gunung jati
Sunan gunung jati diyakini lahir pada tahun 1448 m. Sunan gunung jati mendalami ilmui Agama sejak berusia 14 tahun dari para ulama mesir. Ia juga mendirikan Kerajaan cirebon. Dengan demikian ia adalah satu-satunya Wali sanga yang memimpim pemerintahan.
7.       Sunan drajat
Ia adalah anak Sunan ampel. Sunan drajat mendapat tugas pertama kali dari ayahnya untuk berdakwah ke pesisir gresik, melalui laut. Dalam pengajaran Tauhid dan akidah, Sunan drajat meniru cara ayahnya, yakni langsung dan tidak banyak mendekati budaya lokal.
8.       Sunan kudus
Ia adalah putra pasangan Sunan ngundung dan syarifah. Sunan kudus berguru kepada Sunan Kalijaga. Lantas, ia berkelana ke berbagai daerah tandus di jawa tengah. Cara berdakwahnya pun meniru pende-katan Sunan Kalijaga, yakni sangat toleran terhadap budaya setempat.
9.       Sunan muria
Sunan muria adalah putra dewi saroh dengan Sunan Kalijaga. Gaya berdakwah Sunan muria banyak meniru caya ayahnya. Namun berbeda dengan sang ayah, ia lebih suka tinggal di daerah yang sangat terpencil dan jauh dari pusat kota guna menyebarkan Agama Islam.
B.   Metode-metode yang digunakan oleh Wali sanga dalam menyebarkan Agama Islam

1.       Metode al-hikmah (kebijaksanaan)
Al-hikmah merupakan kemampuan dan ketepatan dai dalam memilih,memilah dan menyelaraskan teknik dakwah dengan kondisi objektif, sebagaimana yang dilakukan oleh Sunan kudus.
2.       Metode al-mau’izha al-hasana (nasihat yang baik)
Al-mau’izha al-hasana bermakna memberi nasihat dengan kata-kata yang masuk kedalam kalbu dengan penuh kasih sayang.
3.       Metode al-mujadalah billati hiya ahsan
Maksud metode ini adalah tukar pendapat yang dilakukan dua pihak secara sinergis, yang tidak melahirkan permusuhan dengan tujuan supaya lawan menerima pendapat yang diajukan, dengan memberikan argumentasi dan bukti yang kuat.


PENUTUP
Hasil Resensi
a.       Kelebihan
Penulis membuat bahasa yang mudah dimengerti pembaca. Pembahasan didalam buku ini di buat secara rinci dan lengkap agar pembaca mengetahui apa yang sebelumnya pembaca tidak ketahui. Pembahasan didalam nya dijelaskan dari awal terbentuknya Agama Islam, perkem-bangan Islam di dunia, hingga perkembangan Islam di Indonesia.

b.       Kekurangan
Di dalam buku ini penulis kurang memperhatikan kesalahan di dalam pengetikannya. Dan menurut saya, buku ini terlalu berlebihan membahas secara detail, karena tidak sesuai dengan judul buku tersebut.

Penutup
a.       Kritik
Menurut saya buku ini sangat bagus. Karena di pembahasan nya di bahas secara rinci dan lengkap, walaupun terdapat beberapa kesalahan pengetikan di dalam buku tersebut.

b.       Saran
Sebaiknya penulis lebih memperhatikan dan mengubah kesalahan yang ada di dalam buku tersebut, dan lebih baik mengganti judul buku tersebut.

c.       Kesan
Kesan saya setelah membaca buku ini adalah saya lebih mengetahui dasar-dasar terbentuknya Agama Islam, mulai dari awal terbentuknya Agama, hingga perkembangan Agama Islam modern.