TENTANG
BUKU
Judul
Buku : Sejarah Peradaban Islam
Terlengkap
Pengarang
: Rizem Aizid
Penerbit : DIVA Press
Tahun
Terbit : 2015
Jumlah
Halaman : 552 Halaman
A.
Apa itu Agama Islam?
1. Pengertian Agama
a.
Secara bahasa
( Etimologi)
Pengertian Agama menurut bahasa adalah tidak kacau. Kata “Agama”
berasal dari bahasa sansekerta, yaitu a (tidak) dan gama (kacau).
b.
Secara istilah ( Terminology)
Agama adalah
sesuatu yang membawa peraturan, yang merupakan hukum yang harus dipatuhi;
menguasai diri seseorang serta membuatnya tunduk dan patuh kepada tuhan dengan
menjalankan ajaran din itu ; membawa
kewajiban-kewajiban, sekaligus kewajiban dan kepatuhan yang membawa paham
pembalasan, bahwa menjalankan mendapat baik, sedangkan mengingkarinya
memperoleh balasan buruk.
2. Pengertian Islam
a. Secara
bahasa (Etiminologi)
Dalam bahasa Arab,
kata “Islam” berarti dari kata kerja, salama
yang berarti menyerahkan, kemurnian, dan kesejahteraan.
b. Secara
istilah ( Terminologi)
Islam adalah Agama
yang mengatur manusia agar menjadi selamat, sejahtera, aman, damai dan
menyerahkan diri kepada Allah SWT.
B.
Lima rukun Islam dan enam rukun iman
Isi dari kelima rukun Islam adalah:
Isi dari kelima rukun Islam adalah:
1. Mengucapkan dua kalimat Syahadat.
2.
Mendirikan Shalat wajib lima kali sehari.
3.
Berpuasa pada bulan Ramadhan.
4.
Membayar zakat.
5.
Menunaikan ibadah haji bagi orang-orang yang
mampu.
Isi dari keenam rukun iman adalah
sebagai berikut:
1.
Iman kepada Allah SWT.
2.
Iman kepada malaikat.
3.
Iman kepada kitab-Nnya.
4.
Iman kepada Nabi dan rasul-Nya.
5.
Iman kepada hari kiamat.
6.
Iman kepada Qadha dan Qadar.
C.
Dasar-dasar hukum Agama Islam
Sebagai sebuah Agama,
Islam tentu memiliki sejumlah hukum yang menjadi patokan dalam mengatasi
berbagai permasalahan.
1. Al-Qur’an
Dasar hukum Islam
yang pertama dan paling utama adalah kalam
Allah, yakni Al-Qur’an. Menurut istilah, Al-Qur’an adalah firman Allah yang
diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. Dapat dirumuskan bahwa Al-Qur’an adalah
sebagai berikut:
a.
Firman Allah SWT., yang diturunkan kepada Nabi Muhammad
Saw.
b.
Berfungsi sebagai mukjizat.
c.
Tertulis dalam Mushaf.
d.
Disampaikan dengan jalan Mutawatir.
e.
Bernilai ibadah bagi orang yang membacanya..
Sebagai dasar
hukum yang paling utama, Al-Qur’an diturunkan dengan sebuah tujuan, yang salah
satunya adalah membina umat manusia, sehingga
mereka mampu menjalankan ajaran Agama yang kekal ini, sekaligus menjadi Khalifah
atau pemimpin di muka bumi.
Pertama , memimpin manusia ke jalan keselamatan dan kebahagiaan.
Kedua , memelihara dan mempertahankan martabat kemanusiaan.
Ketiga , memelihara dan mempertahankan kesucian manusia.
Keempat ,sebagai petunjuk,
pedoman dan rahmah bagi orang yang meyakininya.
Kelima, sebagai pelajaran
dan pemahaman.
Adapun beberapa fungsi Al-Qur’an
dalam Agama Islam adalah :
a. Sebagai
petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa.
b. Sebagai
sumber hukum.
Al-Qur’an memiliki tiga inti dasar sumber hukum. Pertama, hukum yang berhubungan dengan masalah akidah. Kedua, hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT. Ketiga, hukum yang berhubungan dengan akhlak manusia.
Al-Qur’an memiliki tiga inti dasar sumber hukum. Pertama, hukum yang berhubungan dengan masalah akidah. Kedua, hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT. Ketiga, hukum yang berhubungan dengan akhlak manusia.
2. Hadits
Hadits adalah
perkataan dan perbuatan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw. Dari segi
bahasa, hadits bermakna kabar, berita, atau hal yang diberitakan secara
turun-menurun. Menurut istilah, hadits adalah segala sesuatu yang bersumber
dari Nabi Muhammad Saw., baik perkataan, perbuatan, persetujuan, ataupun yang
sepadannya.
Dari segi pembagiannya, hadits atau sunnah dibagi menjadi
tiga, yaitu:
a. Hadits atau Sunnah Qauliyah
Hadits Qauliyah adalah ucapan-ucapan atau sabda Nabi Muhammad
Saw. Dalam berbagai kesempatan, sekaligus keadaan yang berhubungan dengan
penerapan hukum atau ketentuan-ketentuan lain dalam Islam.
b. Hadits atau Sunnah Fi’liyah
Hadits Fi’liyah adalah perbuatan ataupun perilaku Nabi
Muhammad Saw. Untuk memberikan turunan atau contoh pelaksanaan ibadah maupun
urusan-urusan lain dalam Islam.
c. Hadits atau Sunnah Taqririyah
Hadits Taqririyah adalah pernyataan atau persetujuan Nabi
Muhammad Saw.
3. Ijtihad
Menurut bahasa
Ijtihad berarti mengerahkan segala kemampuan untuk menanggung beban. Sedangkan menurut
istilah, adalah mencurahkan segenap tenaga dan pikiran secara bersungguh-sungguh
untuk menetapkan suatu hukum.
Tidak disebut Ijtihad apabila tidak ada unsur kesulitan dalam suatu pekerjaan. Ijtihad dilakukan dengan mencurahkan kemampuan untuk mendapatkan syara’ atau ketentuan hukum yang bersifat operasional.
Ada juga bentuk-betuk Ijtihad
a. Bentuk-bentuk Ijtihad
1) Ijma’
Ijma’ adalah kesepakatan para ulama dalam menetapkan
suatu masalah,setelah Nabi Muhammad Saw. Wafat, dengan cara musyawarah.
2) Qiyas
Qiyas ialah menetapkan hukum atas suatu perbuatan yang
belum ada ketentuannya berdasarkan sesuatu yang sudah ada ketentuannya
berdasarkan persamaan illat.
3) Istihsan
Istihsan adalah menetapkan hukum suatu masalah yang
tidak dijelaskan secara rinci dalam Al-Qur’an dan hadits, yang didasarkan pada
kepentingan umum demi keadilan.
4) Istihsab
Adalah meneruskan berlakunya suatu hukum yang telah
ada dan ditetapkan karena adanya suatu dalil, sampai ada dalil yang mengubah
kedudukan dari hukum tersebut.
5) Istidlal
Adalah menetapkan suatu perbuatan yang tidak
disebutkan secara tegas dalam Al-Qur’an dan hadits. Ini menjadi adat istiadat
atau kebiasaan dalam masyarakat.
6) Maslahah Mursalah
Dari segi bahasa, Maslahah Mursalah adalah kebaikan
yang besar. Sedangkan, menurut istilah, adalah perkara yang perlu dilakukan
demi kemaslahatan.
7) Urf (adat)
Adalah urusan yang disepakati oleh segolongan manusia
dalam perkembangan hidup mereka, yang telah menjadi kebiasaan/ tradisi.
8) Zara’i
Adalah pekerjaan-pekerjaan yang menjadi jalan untuk
mencapai maslahah, atau jalan untuk menghilangkan mudharat.
b. Syarat-syarat menjadi mujtahid
1) Persyaratan umum
a)
Baligh,
b)
Berakal sehat
c)
Memiliki daya nalar yang kuat
d)
Beriman atau mukmin
2) Persyaratan pokok
a)
Mengetahui Al-Qur’an
b)
Memahami sunnah
c)
Memahami maksud-maksud hukum syariat
d)
Mengetahui kaidah-kaidah umum hukum Islam
3) Persyaratan penting
a)
Menguasai bahasa Arab
b)
Mengetahui ilmu Ushul Fiqh
c)
Mengetahui ilmu mantik atau logika
d)
Mengetahui hukum asal suatu perkara.
4) Persyaratan pelengkap
a)
Tidak ada dalil Qath’i bagi masalah yang di
ijtihadi
b)
Mengetahui tempat-tempat khilafiyah atau
perbadaan pendapat
c)
Memelihara keshalihan dan ketakwaan diri.
D.
Macam-macam hukum dalam Islam
1.
Wajib (Fardhu)
Wajib adalah
suatu perkara yang harus dilakukan oleh seorang muslim yang telah dewasa dan
waras. Jika dikerjakan mendapat pahala, sedangkan ditinggalkan akan mendapat
dosa. Wajib dibedakan menjadi dua. Pertama,
Wajib’ain yakni suatu hal yang harus dilakukan oleh semua muslim Mukalaf. Kedua, wajib kifayah, yaitu perkara yang
mesti dilakukan oleh seorang muslim mukalaf, jika sudah ada yang melakukannya maka menjadi tidak wajib
lagi bagi yang lain, seperti mengurus jenazah.
2.
Sunnah
Sunnah adalah
suatu perkara yang dilakukan oleh umat Islam akan mendapat pahala, jika tidak
maka tidak berdosa. Sunnah dibedakan menjadi dua. Pertama, Sunnah Mu’akkad. Yaitu yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad
Saw. Kedua, Sunnah Ghairu Mu’akkad,
yaitu Sunnah yang jarang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw.
3.
Haram
Haram adalah
suatu perkara yang mutlak tidak boleh dilakukan oleh umat muslim. Karena jika
melakukannya akan mendapat dosa dan siksa di neraka kelak.
4.
Makruh
Adalah suatu
perkara yang dianjurkan untuk tidak dilakukan, tetapi jika dilakukan tidak
berdosa, dan bila ditinggalkan akan mendapat pahala.
5.
Mubah
Adalah suatu
perkara yang jika dikerjakan oleh seorang muslim mukalaf tidak akan mendapat
dosa dan pahala.
E.
Berbagai paham dan Aliran dalam Agama
Islam
Sejarah
mencatat, Aliran dalam Islam mulai tampak saat Perang Siffin (37 H) antara Ali
bin Abi Thalib dengan Mu’awiyah. Ketika
tentara Ali dapat mendesak tentara Mu’awiyah, maka Mu’awiyah meminta diadakan
perdamaian. Sebagian tentara Ali menyetujui perdamaian ini, sedangkan sebagian
lainnya menolak. Kelompok yang tidak menyetujui itu akhirnya memisahkan diri
dari Ali, lantas membentuk kelompok sendiri yang terkenal dengan nama Khawarij.
Mereka menganggap Ali, Mu’awiyah dan orang-orang yang menerima perdamaian ini
telah berbuat salah. Karenanya mereka bukan mungkin lagi dan boleh dibunuh.
Masalah dosa
besar ini menimbulkan tiga Aliran teologi dalam Islam, yaitu khawarij,
Murji’ah, dan Mu’tazilah. Masalah kepemimpinan itu pun menyebabkan munculnya
kelompok yang menganggap berhak adalah Ali dan keturunannya (Syi’ah). Dan
akibat pengaruh Agama lain dan filsafat terhadap umat Islam, maka muncullah
kelompok yang menyatakan bahwa manusia mempunyai kebebasan dalam berkehendak
dan berbuat (Qadariyyah) serta kelompok yang berpendapat sebaliknya (Jabariyyah).
last edited
last edited
1. Khawarij
Kelompok
Khawarij yang pertama adalah al-Muhakkimah, yaitu pengikut Ali yang memisahkan
diri karena tidak setuju adanya perdamaian antara Ali dan Mu’awiyah saat Perang
Siffin. Mereka meng-anggap Ali dan orang-orang yang menyetujui perdamaian itu
sebagai orang-orang kafir, dan halal darah mereka.
kemudian, Khawarij terpecah menjadi beberapa aliran,
sedangkan yang paling besar adalah Al-Azariqah, An-Nnajdah, Al-‘Ajaridah, Ash-Shufriyyah,
dan Al-Ibadiyyah. Aliran terakhir ini yang paling moderat di antara aliran Khawarij
lainnya, yang masih terdapat di Zanzibar, Afrika utara, Umman, dan Arabia Selatan.
Sifat-sifat dari
orang-orang khawarij adalah sebagai berikut:
a.
Jahil terhadap fiqh dan syariat Islam.
b.
Mereka adalah orang-orang yang melampaui batas
dalam beribadah.
c.
Menghalalkan darah kaum muslimin, dan menuduh
mereka sebagai orang-orang yang telah kafir.
d.
Mereka adalah orang-orang muda dan buruk
pemahamannya.
e.
Memusuhi ahlus sunnah dan menggelarinya dengan Murji’ah.
Adapun
pendapat-pendapat mereka adalah:
a.
Pelaku dosa besar adalah kafir.
b.
Imam boleh dipilih dari suku apapun, asalkan ia
sanggup.
c.
keluar
dari imam adalah wajib, apabila imam tidak sesuai dengan ajaran-ajaran Islam
d.
Orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka,
boleh ditawan, dijadikan budak,atau dibunuh.
e.
Anak-anak orang kafir berada di neraka.
f.
Membatalkan hukum rajam karena tidak ada dalam Al-Qur’an.
g.
Surat Yusuf tidaklah termasuk Al-Qur’an lantaran
mengandung cerita cinta.
2. Syi’ah
Syi’ah adalah
kelompok yang mengikuti Ali dan menyatakan kepemimpinannya, baik secara Nash
ataupun wasiat, yang adakalanya secara jelas ataupun samar. Mereka berkeyakinan
bahwa kepemim-pinannya tidak keluar dari anak-anaknya. Syi’ah sebagai pengikut Ali
bin Abi Thalib sudah muncul sejak Nabi Muhammad Saw. Masih hidup. Para
sejarawan berpendapat mengenai awal munculnya Syi’ah. Diantaranya adalah
berikut:
a.
Muncul sejak zaman Nabi Muhammad Saw.
b.
Muncul bersamaan sejak wafatnya Nabi Muhammad Saw.
c.
Muncul pada akhir pemerintahan Utsman bin Affan.
d.
Muncul setelah terbunuhnya Utsman bin affan 36 H.
e.
Muncul setelah terbunuhnya Al-Husein.
f.
Muncul pada akhir abad pertama hijriah.
g.
Madzhab ini disebarkan pertama kali oleh Abdullah
bin Saba, yaitu orang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam, dan hampIr dibunuh
oleh Ali.
Menurut Syekh
mamduh farham al-buhairi di maalan Islam internasional, ciri-ciri pengikut Syi’ah
sangat mudah dikenali, yaitu :
a.
Mereka mengenakan sangkok hitam dengan bentuk tertentu.
Songkok mereka seperti songkok orang Arab.
b.
Tidak menunaikan shalat jum’at. Mereka langsung
berdiri setelah imam mengucapkan salam. Nyatanya mereka menyempurnakan shalat
zuhur empat rakaat.
c.
Tidak akan mengakhiri shalat dengan mengucap
salam yang dikenal oleh kaum muslim, tetapi memukul kedua paha beberapa kali.
d.
Jarang shalat berjamaah. Mereka tidak mengakui
shalat lima waktu, tetapi tiga waktu.
e.
Mayoritas selalu membawa at-tubah al-husainiyah
yaitu batu/tanah yang digunakan untuk menempatkan kening ketika sujud.
f.
Ketika berwudhu, para pengikut Syi’ah menunjukan
wudhu yang aneh.
g.
Tidak akan hadir dalam kajian ceramah Ahlus
sunnah.
h.
Sering mengingat Ahlul Bait. Dzikir mereka tidak
lagi menyebut nama Allah, tetapi menyebut nama Husain, atau Fatimah, maupun Ahlul
Bait lainnya.
i.
Tidak menunjukan penghormatan kepada Abu Bakar,
Umar bin Khatab, Utsman bin Affan dan mayoritas sahabat rasul.
j.
Pada bulan Ramadhan, tidak langsung berbuka
puasa setelah adzan magrib, tetapi jika bintang sudah tampak di langit, seperti
Yahudi. Tidak juga shalat Tarawih bersama kaum muslim, karena menganggapnya
sebagai Bid’ah.
k.
Berusaha sekuat tenaga untuk menanam dan menimbulkan
fitnah antara satu kelompok muslimin dengan kelompok lainnya.
l.
Jarang sekali memegang Al-Qur’an, kecuali
sebagai bentuk Taqiyyah (kamuflase).
m.
Tidak berpuasa pada hari Asyura.
n.
Berusaha keras mempengaruhi wanita, sebagai
langkah awal untuk memenuhi keinginan mereka melakukan mut’ah dengan wanita
tersebut, bila kelak mereka menerima Syi’ah.
o.
Wajah mereka merah padam jika kita mencela Khomeini
dan Sistani.
Adapun
pendapat-pendapat para pengikut Syi’ah adalah :
a. Mengkafirkan
sahabat Nabi Muhammad Saw. yang tidak mendukung
Ali.
b. Kepemimpinan
merupakan satu dari beberapa pokok keimanan.
c. Memandang
imam itu orang suci.
d. Wajib
adanya imam yang tersembunyi
e. Al-Qur’an
yang sekarang mengalami perubahan dan pengurangan.
f.
Tidak mengamalkan hadits, kecuali dari jalur
keluarga Nabi Muhammad Saw.
g. Memperbolehkan
Taqiyyah.
h. Tidak
menerima Ijma’ dan Qiyas
i.
Wajib sujud diatas tanah atau batu.
j.
Memperbolehkan nikah Mut’ah
k. Tidak
melakukan shalat jum’at.
3. Jabariyyah
Adalah aliran
yang dianut oleh sekelompok orang yang memahami bahwa semua perbuatan yang
mereka lakukan merupakan sebuah unsur keterpaksaan atas kehendak tuhan,
dikarenakan telah diten-tukan oleh Qadha dan Qadar-Nya.
Jabariyyah
adalah pandangan yang tumbuh dalam masyarakat Islam yang melepaskan diri dari
selu-ruh tanggung jawab. Manusia disamakan dengan makhluk lain yang bebas dari
segala pertanggung jawaban atas perbuatan.
Dengan
ungkapan lain, manusia seperti benda mati yang hanya bergerak dan digerakkan
oleh Allah SWT. Sesuai yang diinginkan-Nya. Aliran jabariyyah muncul bersamaan
dengan Aliran qadariyyah. Aliran ini muncul di khurasan, Persia. Muncul
kira-kira pada tahun 70 H, dengan kepemimpinan yang pertama adalah jahm bin
safwan.
Sejarah
kemunculan aliran Jabariyyah juga memepengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, faktor politik. Pada awalnya,
pendapat Jabariyyah diterapkan pada masa Dinasti bani Umayyah, yaitu saat
kondisi keamanan sudah pulih, dengan tercapainya perjanjian Mu’awiyah dan hasan
bin Ali bin Abi Thalib, yang tidak mampu lagi menghadapi serangan Mu’awiyah. Kedua, faktor geografi. Para ahli sejarah
mengkajinya dengan pendekatan geokultural bangsa Arab. Kehidupan bangsa Arab
dikungkung oleh gurun pasir Sahara memberikan pengaruh besar terhadap cara
hidup mereka.
adapun
beberapa ajaran Aliran jabariyyah adalah :
a. Manusia
tidak mempunyai kebebasan ikhtiar apapun. Setiap perbuatan meraka, Allah SWT.
Semata yg menentukannya.
b. Manusia
tidak mengetahui apapun sebelum terjadi.
c. Ilmu
Allah SWT. Bersifat huduts (baru)
d. Iman
cukup didalam hati, tanpa harus dilafazhkan.
e. Allah
SWT. Mempunyai sifat yang tidak sama dengan makhluk ciptaan-Nya.
f.
Surga dan neraka tidak kekal.
g. Allah
SWT. Tidak dapat dilihat di surga oleh penduduk surga
h. Al-Qur’an
merupakan makhluk.
4. Qadariyyah
Aliran ini
muncul pada abad pertama hijriah, yaitu semasa Khalifah abdul Malik bin Marwan
di Irak. Pimpinan dari golongan ini bernama Ma’bad al-Juhaini al-Bisrim yang
dibantu oleh Bhilan Dimisyqi dan Ja’ad bin Dirham. Lantaran pendapat-pendapat
dan ajaran-ajaran mereka sangat bertentangan dengan akidah Islam yang
sebenarnya, maka Khalifah Abdul Malik bin Marwan menjatuhkan hukuman mati bagi Ma’bad.
Aliran qadariyyah terlalu berlebih-lebihan dalam memahami ayat ikhtiar,
sehingga para peng-anut Aliran ini tidak mau mengakui adanya kekuasaan Allah SWT.
Terhadap diri manusia.
5. Mu’tazilah
Secara
terminologi, sebagian ulama mendefinisikan Mu’tazilah sebagai suatu kelompok
dari Qadari-yyah yang berselisih pendapat dengan umat Islam yang lain dalam
permasalahan hukum pelaku dosa besar, yang dipimpin oleh Wasil bin Atha’ dan Amr
bin Ubaid pada zaman hasan al-Basri.
a. Para tokoh mu’tazilah
1) Wasil bin Atha’
Ia adalah orang pertama yang meletakan kerangka dasar
ajaran Mu’tazilah.
2) Abu Huzail al-Allaf
Ia seorang pengikut Wasil bin Atha’, mendirikan
sekolah Mu’tazilah pertama di kota Basrah.
3) Al-jubba’i
Ia adalah guru Abu Hasan al-Asy’ari, pendiri Aliran Asy’ariyah.
4) An-Nazzam
5) Al-jahiz
Ia menjelaskan bahwa perbuatan-perbuatan manusia
tidaklah sepenuhnya diwujudkan oleh manusia itu sendiri, melainkan ada pengaruh
hukum alam.
b. Pokok-pokok ajaran Mu’tazilah
1)
Orang Islam yang berdosa besar bukanlah kafir,
bukan pula mukmin, tetapi berada diantara keduanya.
2)
Tuhan bersifat bijaksana dan adil.
3)
Meniadakan sifat-sifat tuhan.
4)
Baik dan buruk dapat ditentukan dengan akal.
5)
Al-Qur’an bukanlah qadim (kekal).
6)
Tuhan tidak bias dilihat dengan mata kepala di
akhirat kelak.
7)
Hanya mengakui isra’ Nabi Muhammad Saw. Ke Baitul
Maqdis.
8)
Tidak mempercayai wujud ‘Arsy dan kursi Allah SWT.
9)
Tidak mempercayai adanya Mizan (timbangan amal)
10)
Siksaan di neraka dan kenikmatan di surga tidak
kekal.
6. Murji’ah
Murji’ah menolak mengkafirkan pelaku dosa besar,
dengan mengatakan bahwa persolatan itu hendaknya ditangguhkan hingga hari
kiamat. Kaum Murji’ah bersikan longgar dan lunak terha-dap pelaku dosa besar,
dan ini sangat kontras dengan sikap keras.
7. Ahlus sunnah wal jamaah
Mereka berpijak pada pendapat-pendapat para sahabat
yang mereka terima dari Nabi Muhammad Saw., kelompok itu dinamakan pula ahli
hadits dan fiqh. Ibnu Hajar al-Haitami menyatakan
bahwa kelompok ini adalah orang-orang yang mengikuti rumusan yang digagas oleh Imam
Asy’ari dan Imam Maturidi.
F.
Aliran-Aliran yang muncul belakangan
1. Wahabi
Pendiri gerakan
ini adalah Muhammad bin Abdul Wahab. Fiqh mereka berpegangan pada Madzhab Hanbali.
Berikut pendapat-pendapat mereka adalah:
a.
Tawassul dan Istigazah adalah syirik
b.
Ziarah kubur hukumnya haram
c.
Mengisap rokok hukumnya haram dan syirik
d.
Mengharamkan membangun kubah atau bangunan
diatas kuburan
e.
Membagi Tauhid menjadi dua. Yaitu Tauhid
uluhiyah dan rubiyyah.
2. Bahal
Pendirinya
adalah mirza husein Ali Bahaullah. Kelompok ini diusir oleh Kerajaan Syah dan
dilarang di Mesir. Bahkan, al-Azhar mengeluarkan fatwa bahwa Aliran ini keluar
dari Islam dan tidak Islam lagi.
Adapun pendapat-pendapat mereka
diantarnya adalah:
a. Menggabungkan
Islam dengan Yahudi,Nasrani dan lainnya.
b. Menolak
poligami, kecuali dengan alasan tidak boleh lebih dari dua istri.
c. Shalat
hanya 9 rakaat, dan kiblatnya istana Bahaullah.
d. Tidak
melakukan shalat jum’at, hanya shalat jenazah.
e. Melakukan
haji dengan mengunjungi rumah al-Bab.
f.
Melakukan puasa 19 hari.
g.
Zakat harta sepertiga dan diberikan kepada dewan
pengurus perkumpulan.
h.
Riba diperbolehkan.
i.
Jihad haram dilakukan.
j.
Hukum
perzinaan adalah membayar uang ke Baitul Mal.
k.
Tidak mempercayai hari akhirat.
3. Ahmadiyah
Pendirinya adalah Mirza Ghulam Ahmad. Pada tahun 1884, ia mengaku
mendapat ilham dari Allah SWT. Kemudian tahun 1901, ia mengaku sebagai Nabi dan
rasul. Adapun pendapat-pendapat Ahmadiyah sebagai berikut:
a.
Menganggap Mirza Ghulan Ahmad sebagai Nabi
b.
Orang Islam tidak sepaham dengan orang kafir.
c.
Mengharamkan jihad.
4. Jamaah tabliqh
Pendirinya adalah Syekh Muhammad Ilyas
bin Muhammad Ismail al-Kandahlawi.
Inilah beberapa pendapat mereka :
a.
Mengembalikan Islam kepada ajarannya yang Kaffah
(menyeluruh).
b.
Mengharuskan pengikutnya Khuruj (berdakwah)
c.
Menjauhi pembicaraan tentang fiqh.
d.
Keyakinan tentang keluarnya tangan Nabi Muhammad
Saw. dari kubur.
e.
Hidayah dan keselamatan hanya bias diraih dengan
mengikuti tarekat Rasyid Ahmad al-Kanhuhi.
f.
Sikap fanatik terhadap orang-orang shalih
g.
Keharusan untuk ertaklid.
G.
Pokok-pokok ajaran Agama Islam
1.
Berserah
diri kepada Allah SWT. Dengan merealisasikan Tauhid
Ini bermakna
kerendahan diri dan tunduk kepada-Nya dengan Tauhid, yakni mengesakan-Nya dalam
setiap peribadahan kita.
2.
Tunduk
dan patuh kepada Allah SWT. Dengan sepenuh ketaatan.
3.
Memusuhi
sekaligus membenci perbuatan syirik dan pelakunya.
BAB 2 Sejarah Agama Islam
dan Periodisasinya
A.
Sejarah Islam PeriodeKklasik
(650-1250 M)
1. Masa kemajuan Islam ( 650-1000 M)
Dalam sejarah,
umat Islam mengalami kemajuan pada peride klasik. Dan, puncak kemajuan itu
terjadi sekitar tahun 650-1000 M. Periode klasik ini berakhir ketika Baghdad
jatuh ke tangan hulago khan. Eks-pansi ke daerah di luar Arabia dimulai pada
zaman Khalifah pertama, yakni Abu Bakar ash-Shiddiq. Pertama, masa khulafaur
rasyidin. Abu Bakar menjadi Khalifah pada tahun 632 M, tetapi 2 tahun kemu-dian
meninggal dunia. Setelah Perang usai, Abu Bakar mulai mengirim
kekuatan-kekuatan ke luar Arabia. KhAlid bin walid dikirim ke Irak, yang
akhirnya dapat menguasai al-hirah. Selain itu, dikirim pula tentara ke syria
dibawah pimpinan tiga jendral,yaitu amr bin ash,yazid bin Abi sufyan,dan
syurahbil bin hasana. Untuk memperkuat tentara tersebut, khalid bin walid
diperintahkan agar menginggalkan Irak. Ia pun melewati gurun pasir yang jarang
dilalui. Kedua, masa bani Umayyah. Dinasti
bani Umayyah yang didirikan oleh Mu’awiyah berumur kurang lebih 90 tahun. Pada
zaman Mu’awiyah, uqbah bin nafi’ menguasai tunis. Disana, ia mendirikan kota
kairawan pada tahun 670, yang kemudian menjadi salah satu pusat kebudayaan Islam.
Ketiga, masa bani Abbasiyah. Walaupun
Abu al-Abbasiyah yang mendi-rikan Dinasti Abbasiyah, namun pembangun sebenarnya
adalah al-manshur. Sebagai Khalifah baru, musuh-musuh ingin mejatuhkan sebelum
ia bertambah kuat, khususnya bani Umayyah, kaum khawarij, dan kaum Syi’ah.
2. Fase disintegrasi (1000-1250 M)
Fase ini
merupakan fase pemisahan diri Dinasti-Dinasti dari kekuasaan pusat, yang
dilanjutkan dengan perebutan kekuasaan antara Dinasti-Dinasti tersebut. Adapun
contohnya adalah:
a. Dinasti
buwaihi yang mengusai daerah Persia dikalahkan oeh saljuk, pimpinan tughril beg
(1076 M).
b. Dinasti
saljuk sewaktu dipimpin nizamul Mul dikalahkan oleh Dinasti hasysyasin, pimpinan
hasan bin sabah
B.
Sejarah Islam periode pertengahan
(1250-1800 M)
Periode
pertengahan dibagi menjadi dua. Pertama, fase kemunduran (1250-1500) pada
masa ini, desentrAlisasi disintegrasi meningkat. Perbedaan sunni dan Syi’ah,
demikian juga Arab dan Persia , semakin tampak jelas. Kedua, fase tiga Kerajaan
besar (1500-1700 M). Yang dimulai dengan zaman kemajuan (1500-1700 M), kemudian zaman kemunduran (1700- 1800 M).
Tiga Kerajaan besar ini ialah Kerajaan usmani di Turki, Kerajaan safawi di Persia,
dan Kerajaan Mughal di india.
C.
Sejarah Islam periode modern
(1800-sekarang)
Periode ini
merupakan periode kebangkitan umat Islam. Masa modern dalam sejarah Islam
ditandai oleh gerakan politik, dan ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi,
seni dan budaya, dan lain-lain.
BAB 3 Tanah Arab; Kehidupan Bangsa Arab Sebelum Islam
Sebelum Islam
datang, di Jazirah Arab telah terlebih dahulu berkembang Agama-Agama lain,
yakni Agama Nasrani dan Yahudi yang berkembang di Madinah. Selain sudah
memiliki Agama dan keperca-yaan, bangsa Arab di Jazirah Araba pra-Islam juga
dikenal sebagai bangsa yang sudah memiliki kemajuan ekonomi.letak geografisnya
pun cukup strategis. Bahkan bangsa Arab telah mendirikan Kerajaan,seperti Kerajaan
saba’, ma’in, qutban dan himyar.
A.
Jazirah Arab pra-Islam; sebuah
tinjauan geografis
1. Pengertian Jazirah Arab
Orang-orang Arab
menyebut tempat tinggal mereka sebagai Jazirah al-‘Arab. Secara bahasa, Jazirah
dalam bahasa Arab berarti pulau. Sedangkan, Arab bermakna gurun atau tanah
tandus yang tidak ada air dan tumbuhannya. Jadi, Jazirah Arab berarti pulau Arab.
2. Letak geografis Jazirah Arab
Jazirah Arab
terletak di sebelah barat daya benua asia, dengan luas sekitar 3.000.000 km2
. Letak Jazirah Arab; sebelah
timur berbatasan dengan teluk oman dan teluk Persia, sebelah selatan berbatasan
dengan laut hindia, sebelah barat berbatasan dengan laut merah, serta sebelah
utara dibatasi dengan syam dan sebagian berbatasan dengan Irak. Diantara daerah penting di Jazirah Arab
adalah hijaz. Dua kota yang terkenal di hijaz adalah mekkahdan Madinah.disebelah
selatan hijaz adalah Yaman.penduduk Yaman sejak zaman dahulu memiliki hubungan
dengan india dan negara-negara timur dekat.
Sementara itu, para ahli ilmu
purba membagi Jazirah Arab menjadi tiga bagian berikut :
a. Arab
petrix ( sebelah barat daya lembah syam).
b. Arab
deserta (daerah syam ).
c. Arab
felix ( Yaman).
3. Iklim di Jazirah Arab
Jazirah Arab
termasuk salah satu negeri terkering dan terpanas. Meskipun garis lintang utara
yang bersifat tropis melintas persis di tengah Jazirah Arab, namun tanah di
daerah itu tidak tergolong tanah tropis.
Musim panas
terjadi dalam tempo lama dan terasa panas luar biasa. Dengan temperature
mencapai 130of. Musim dingin berlangsung sebentar dan terasa dingin
menyengat. Curah hujan sangan sedikit; rata-rata hanya mencapai 4 inci setiap
tahun. Iklim bumi di sekitar Jazirah Arab diprediksi bersuhu tropis 20-30oc
pada siang hari. Diprediksi bahwa Jazirah Arab ketika itu (±120-150 ribu tahun
lalu) sangat subur.
4. Luas dan jumlah penduduk Jazirah Arab pra- Islam
Mengenai luas
dan jumlah penduduk Jazirah Arab pra- Islam, luas Jazirah Arab sekitar ±
1.100.000 mil persegi, 126.000 farsakh persegi, atau 3.156.558 km2
5. Wilayah-wilayah penting di Jazirah Arab
pra- Islam
a.
Hijaz
Kota ini
merupakan satu-satunya daerah di Jazirah Arab yang belum pernah dijajah oleh
negara manapun. Hal ini terjadi karena letak hijaz yang kurang strategis, dan
secara geografis tanahnya juga tidak subur. Hijaz adalah derah yang tandus dan
kosong, yang terdiri dari bebatuan dan pasir. Disana jarang ada air, kota dan
desa. Dan juga hal ini karena adanya ka’bah yang sejak zaman Nabi ibrahim as
telah berdiri dan menjadi tempat bagi orang-orang Arab untuk melakukan ibadah,
sehingga dianggap tempat suci.
b. Yaman
Daerah ini
dinamakan Yaman karena letaknya di kanan ka’bah. Jika kita menghadap timur, disebe-lah kiri
daerah itu terletak negeri asier. Saat ini, wilayah Yaman dikenal dengan
republik Yaman. Yang merupakan hasil reunifikasi antara Yaman utara dan Yaman
selatan pada 22 mei 1990.
c. Hadramaut
Kota ini
terletak di sebelah timur Yaman dan tepi samudra hindia. Hadramaut adalah
sebuah lembah di negeri Yaman. Kota ini merupakan negara asal dan tempat tinggal
Nabi hud dan shAlih.
d.
Muhrah
Daerah ini
terletak di sebelah timur hadramaut.
e.
Oman
Oman terletak
di sebelah utara dan tenggara. Sebelah barat berbatasan dengan Yaman.
f.
Al-hasa
Al-hasa
terletak di pantai teluk Persia, dan panjangnya sampai tepi sungat Eufrat.
g.
Najd
Najd terletak
di tengah-tengah antara Hijaz, al-Hasa, Sahara dan negeri Yamamah.
h.
Ahqaf
Ahqaf terletak
di daerah Arab sebelah selatan dan barat daya dari Oman.
6. Kondisi politik, ekonomi, sosial dan Agama Jazirah
Arab pra- Islam
a. Kondisi politik
Di bagian timur
Jazirah Arab, dari kawasan hirah hingga Irak, yang ada hanyalah daerah-daerah
kecil yang tunduk kepada kekuasaan Persia, sampai datangnya Islam. Para raja
munadzirah sama skAli tidak beridiri sendiri dan tidak merdeka, tetapi tunduk
secara politis dibawah kekuasaan raja-raja Persia. Dibagian tengah Jazirah Arab,
kaum adnaniyyin menjadi penguasa yang independen, tidak dikuasai oleh romawi, Persia
maupun habasya.
b. Kondisi ekonomi
Pada masa itu,
telah berkembang industry, seperti industri kain katun dan persenjataan berupa
pedang, tombak dan baju besi. Akan tetapi mereka tidak bersyukur, justru berpaling
dari ketaatan kepada Allah SWT. Karena kekufuran itu, Allah SWT. Pun
menghancurkan bendungan ma’rib. Mayoritas kabilah adnan tinggal di tengah gurun
pasir dengan rumput yang sedikit untuk menggembala domba. Mereka hidup dari
susu dan dagingnya. Sedangkan kaum Quraisy yang tinggal di tanah suci
mengandalkan perekenomiannya dari berdagang.
c.
Kondisi
sosial
Banyak
ditemukannya tradisi buruk. Contohnya :
1) Perjudian
atau maisir.
2) Minum
arak dan berfoya-foya.
3) Nikah
istibdha’, yaitu jika istri telah suci dari haidnya.
4) Mengubur
anak perempuan hidup-hidup jika suami mengetahi anak yang lahir adalah
perempuan.
5) Membunuh
anak-anak, jika kemiskinan dan kelaparan mendera mereka.
d.
Kondisi
Agama
Hakikat ibadah
penduduk Arab jahiliah adalah hasil dari salah satu dua perasaan, yakni
perasaan yang salah terhadap sesuatu, karena hanya berdasarkan pada panca
indra. Perasaan tersebut yang mendo-rong manusia kearah kepercayaan yang salah.
Tetapi, meskipun salah, perasaan itu sangan membekas dalam kehidupan masyarakat
ketika itu.
7. Jenis manusia yang menempati Jazirah Arab
pra- Islam
Jenis manusia
di didunia ada banyak sekali. Contohnya manusia berkulit putih berasal dari Persia.
Manusia berkulit hitam berasal dari afrika. Dan manusia berkulit kuning berasal
dari tiongkok. Jenis atau warna kulit manusia yang tiga itu, asal mulanya dari
tiga putra nuh. Menurut para ahli, bangsa Arab termasuk golongan bangsa semit,
yaitu berasal dari keturunan sam bin nuh.
8. Penghasilan utama penduduk Jazirah Arab
pra- Islam
Jaziah Arab itu
dalam masing-masing bagian, memiliki hasil bumi yang berbeda. Misalkan daerah
hijaz, menghasilkan hasil bumi berupa buah-buahan. Oman menghasilkan tembaga.
Hadramaut meng-hasilkan kayu-kayuan. Al-hasa menghasilkan permata-permata yang
berharga. Di Yaman lebih banyak hasil
buminya daripada daerah yang lain, karena selain menghasilkan buah-buahan, juga
menghasilkan permata-permata yang baik, merjan-merjan yang indah, dan
lain-lain.
B.
Bangsa Arab dan kehidupannya sebelum
hadirnya Nabi Muhammad Saw.
1. Asal usul dan nasab bangsa Arab
Inilah beberapa
pendapat asal usul nama “Arab” berasal yaitu :
a. Asal
usul nama “Arab” dapat dilacak pada masa nenek myang bangsa qahthaniah yang
bernama ya’rub bin qahtam. Dari situlah nama “Arab” berasal. Dia adalah orang
yang pertama kali berbicara bahasa Arab.
b. Berasal
dari kata yu’rab yang berarti fasih.
c. Nama
“Arab” diambil dari nama negeri bangsa tersebut, yakni al-‘Arabat, jama’ dari
‘irbah, yang bermakna mekkah.
d. Kata
“Arab” berasal dari bahasa ibrani, yakni arbha, yang bermakna daratan gelap
atau padang rerumputan.
e. Diduga
merupakan perkembangan dari ‘abhar yang bermakna bergerak atau melintasi, yang
menyiratkan gaya hidup pengembara.
Orang orang Arab
suka menamai sesuatu dengan mengaitkan orang yang menjadi pencetusnya. Begitu
juga ketika mereka menamai bahasa atau bangsa mereka dengan nama “Arab”, itu
karena nenek moyang mereka bernama ya’rub bin qahtan.
Ditinjau dari nasabnya, bangsa Arab terbagi menjadi tiga,
yaitu:
a. Bangsa
Arab al-bai’dah. Bangsa ini adalah bangsa Arab yang telah musnah, yakni orang-orang Arab yang telah
lenyap dari jejaknya.
b. Bangsa
Arab al-‘aribadah ialah cikal bakal dari rumpun bangsa Arab yang ada saat ini.
Berasal dari keturunan qahtan yang menetap di tepian sungai eufrat.
c. Bangsa
Arab al-musta’rabah adalah bangsa Arab yang lantaran peranakan. Sewaktu jurhum dari suku bangsa qahthan
mendiami Makkah, mereka tinggal bersama Nabi Ismail dan ibunya, siti hajar.
2. Asal usul bahasa yang digunakan
Bahasa Arab
merupakan bahasa yang sangat istimewa. Dikarenakan Allah SWT. Berkenan
berbicara kepada umat manusia dengan bahasa Arab lewat Al-Qur’an. Bahasa ini
merupakan bahasa tertua di dunia.
Berabad-abad sebelum Nabi Ismail as lahir, sebelum ada kota Makkah,
bahasa Arab sudah ber-kembang di Yaman. Bahasa Arab memiliki perkembangan.
Dahulu, pada awal-awal kemunculannya, bahasa Arab masih belum sempurna. Bahasa Arab
mulai sempurna setelah terjadi percampuran dengan bahasa ibrani.
3. Perilaku buruk bangsa Arab pra- Islam
a.
Suka minum arak.
b.
Suka berjudi.
c.
Suka main wanita (pelacuran).
d.
Suka melakukan nikah istibdha’.
e.
Mengubur
hidup-hidup anak perempuan.
f.
Suka membunuh anak-anak.
g.
Suka tabarruj (memperlihatkan kecantikan bagi
wanita)
h.
Suka melakukan perselingkuhan.
i.
Menjual budak wanita sebagai pelacur.
j.
Suka berkelahi dan berperang.
k.
Sombong dan angkuh.
4. Kemajuan-kemajuan yang dicapai
Mereka terkenal dengan bangsa yang
maju. Ada tiga bidang yang menjadi bukti kemajuan bangsa Arab pra- Islam, yaitu
:
a.
Perniagaan
Bangsa Arab keturunan qahthan sangan maju
dalam masalah perniagaan ataupun perdagangan dan mereka yang tinggal di
dusun-dusun, dinilai maju dalam masalah pertanian.
b.
Pertukangan
Mereka dapat mendirikan gedung-gedung
besar, membuat kebun-kebun indah, memperbaiki luas kota, dan sebagainya.
c.
Kemajuan lainnya
Bangsa Arab juga mengalami kemajuan dalam
bidang sulam-menyulam,menenun, memintal, dan kesusastraan. Mereka juga memiliki
kemampuan dalam bidang astronomi, obat-obatan, matematikan, dan lain-lain.
BAB 4 Nabi Muhammad Saw. Dan perkembangan awal Agama
Islam
A.
Mengenal sosok Nabi Muhammad Saw.
1.
Kelahiran,
nasab, dan silslah Nabi Muhammad Saw.
Nabi Muhammad Saw.
Lahir pada hari senin, 12 rabi’ul awal tahun gajah di kota Makkah. Pada tanggal
20 april 571 m. Beliau sangat tampan dan tubuhnya tegap. Pada masa kecilnya,
sudah tampak tanda-tanda bahwa kelak beliau akan memiliki kepribadian yang
mulia dan dinamis.
Nama “Muhammad”
secara bahasa berasal dari akar kata semiotik “h-m-d”yang dalam bahasa Arab
berarti ia yang terpuji. Didalam salah
satu ayat Al-Qur’an (qs. As-shaff [61]:6), Muhammad juga dipang-gil dengan nama
“ahmad”. Sebelum diangkat menjadi Nabi, muammad mendapatkan dua julukan dari
suku Quraisy, yaitu al-amin (orang yang dapat dipercaya) dan ash-shadiq ( orang
benar).
Setelah masa kenabian,
para shabat memanggil beliau dengan gelar “rasul Allah”, kemudian me-nambahkan
kalimat Shallallahu ‘alaihi wasallam, yang berarti semoga Allah memberi
kebahagiaan dan keselamatan kepadanya. Mengani nasab dan silsilah Nabi Muhammad
Saw., beliau memiliki nasab atau garis keturunan yang sangat mulia. Beliau juga
keturunan para Nabi, yaitu dari garis keturunan Ismail bin ibrahim.
2. Menjadi Nabi
Allah SWT.
Mengangkat Nabi Muhammad Saw. Menjadi seorang Nabi dan rasul pada usia 40
tahun. Malaikat jibril mendatangi beliau ketika menyepi di gua hira. Dengan
membacakan surat al-alaq, jadilah Al-Qur’an sebagai kitab yang paling sempurna
sebagai pasangan bagi seluruh umat manusia, meng-gantikan kitab-kitab
sebelumnya.
Muhammad
pertama kali diangkat menjadi rasul pada malam hari tanggal 17 ramadhan, yang
ber-tepatan pada tanggal 6 agustus 611 M. Malaikat jibril datang dan membacakan
surat pertama dari Al-Qur’an yang disampaikan kepada Muhammad, yaitu surat
al-alaq.
Muhammad berusia 40 tahun, 6 bulan, 8hari, ketika ayat
pertama turun sekaligus pengangkatannya sebagai rasul. Setelah kejadian di gua
hira tersebut, Muhammad kembali ke rumah. Beliau merasakan suhu tubuh panas dan
dingin akibat peristiwa yang baru saja dialami. Supaya menenangkan hati suami
nya, khadijah mengajak muahmmad mendatangi saudara sepupunya yang juga seorang Nasrani,
yaitu waraqah bin naufal.
Muhammad
menerima ayat-ayat Al-Qur’an secara berangsur-angsur dalam jangka waktu 23
tahun. Ayat-ayat tersebut diturunkan berdasarkan kejadian factual yang sedang
terjadi, sehingga hampir setiap ayat Al-Qur’an turun disertai Asbabun Nuzulnya.
3. Misi dakwah Nabi Muhammad Saw.
a.
Membawa ajaran Islam.
b.
Menyampaikan ajaran dari Allah SWT. Kepada umat
manusia.
c.
Memberi kabar gembiar dan peringatan kepada
manusia.
d.
Menyempurnakan akhlak manusia.
4. Masa terakhir Nabi Muhammad Saw.
Nabi Muhammad Saw.
Wafat menjelang tengah hari, pada hari senin, tanggal 12 rabi’ul awal tahun 11 Hijriah,
bertepatan dengan tanggal 8 juni 632 M, di kota Madinah. Beliau wafat dalam
keadaan baju besi milik nya masih dalam keadaan tergadai di tangan seorang Yahudi
untuk mendapatkan beberapa gantang gandum. Padahal tidak ada kesulitan apapun
untuk hidup senang dan mewah. Sebab saat itu, kekuasaan kaum muslim sudah
hampir meliputi seluruh Jazirah Arab.
5. Istri-istri dan anak-anak Nabi Muhammad Saw.
a. Para istri Nabi Muhammad Saw.
1)
Siti khadijah.
2)
Saw.da binti zam’a.
3)
Aisyah binti Abu Bakar.
4)
Hafsah binti Umar.
5)
Zainab binti khuzayma.
6)
Salama binti umayya.
7)
Zainab binti jahsh.
8)
Juayriya binti al-harith.
9)
Safiyya binti huyayy.
10)
Ummu Habiba binti sufyan.
11)
Maimuna binti al-Harith.
12)
Maria al-qibtiyya.
b. Anak-anak Nabi Muhammad Saw.
1)
Abdullah bin Muhammad.
2)
Ibrahin bin Muhammad.
3)
Qasim bin Muhammad.
4)
Fatimah binti Muhammad.
5)
Ruqaiah binti Muhammad.
6)
Ummi kultsum binti Muhammad.
7)
Zainab binti Muhammad .
B.
Perkembangan Islam pada masa Nabi Muhammad
Saw.
Dalam periode Makkah
dan Madinah, dakwah yang diemban oleh Nabi Muhammad Saw. Dibagi menjadi empat
tahapan. Pertama dakwah secara
sembunyi-sembunyi. Kedua dakwah secara terang-terangan . Ketiga, dakwah secara terang-terangan
dengan melibatkan kekuatan bersenjata untuk meng-hadapi para pembangkang atau
orang yang lebih dulu menyerang Islam. Keempat,
dakwah secara terang-terangan dan dilakukan juga dengan mengangkat senjata
untuk menghadapi orang-orang musrik,ateis ataupun yang menyembah berhala.
1. Periode Makkah
Dakwah
sembunyi-sembunyi ditempuh karena Nabi Muhammad Saw. Begitu yakin bahwa
masya-rakat Arab jahiliah masih sangat kuat mempertahankan kepercayaan mdan
tradisi warisan leluhur. Mereke bersedia berperang dan rela mati demi menjaga
tradisi leluhur tersebut. Setelah Nabi Muhammad
Saw. Menerima risalah, mulailah beliau mendakwah ajaran Islam di tengah-tengah
kese-satan masyarakat Makkah jahiliah. Ajaran dakwah beliau yang paling pokok
adalah keyakinan kepada Allah yang maha esa. Allah adalah pencipta alam
semesta. Dia-lah yang memberi kehidupan dan tempat kembali setelah kematian.
Bahkan, tidak ada satupun yang menyerupai-nya.
Apabila salah
seorang diantara mereka ingin melaksanakan salah satu ibadah, ia pergi ke
lorong-lorong Makkah seraya sembunyi dari pandangan orang Quraisy. Dalam waktu
kurang lebih 3 tahun, tercatat pengikut beliau sudah berjumlah 40 orang.
Setelah itu, Nabi Muhammad Saw. Diperintahkan oleh Allah SWT. Untuk melakukan
dakwah secara terang-terangan.
Dalam dakwah secara
terang-terangan, Nabi Muhammad Saw. Menggunakan strategi berikut:
a. Mengundang
kaum kerabat keuturunan dari bani hasyim untuk menghadiri jamuan makan dan
mengajak mereka masuk Islam.
b. Mengumpulkan
para penduduk Makkah , terutama yang bertempat dtinggal di sekitar ka’bah untuk
berkumpul di bukit shafa.
c. Menyampaikan
seruan dakwah kepada para penduduk di luar kota Makkah.
Kaum Quraisy
menolak dan berusaha menghemtikan dakwah Nabi Muhammad Saw. Dengan berbagai
cara berikut :
a. Terhadap
budak-budak yang telah masuk Islam, tuan-tuan mereka waji menghukum dan
menyiksa mereka.
b. Melempari
Nabi Muhammad Saw. Dengan kotoran dan isi perut kambing.
c. Mengusulkan
kepada Muhammad Saw. Agar permusuhan dihentikan dengan syarat kelak orang-orang
kafir Quraisy mengikuti ibadah orang-orang Islam, dan sebAliknya.
Namun, semuanya
itu tidak berhasil menghentikan dakwah Nabi Muhammad Saw., bahkan tan-tangan
yang berat lagi dilakukan oleh kaum Quraisy untuk menghentikan dakwah beliau.
Semakin bertambahnya jumlah pengikut beliau, semakin keras pula tantangan yang
dilanacarkan oleh kaum Quraisy.
Pada tahun 11 kenabian,
untuk memuliakan dan mengobati kesedihan Nabi Muhammad Saw., yang ditinggal
oleh siti khadijah dan Abu Thalib yang sangat dicintai oleh beliau, Allah SWT.
Memuliakan beliau dngan isra’ mi’raj. Isra’ adalah perjalanan beliau pada waktu
malam hari dari masjidil haram ke masjidil aqsha, sedangkan mi’raj adalah
naiknya beliau kealam tertinggi bertemu dengan-nya. Pada waktu itu, turunlah
kewajiban shalat. Pada malam itu, Nabi Muhammad Saw. Ditemani oleh malaikat
jibril.
2. Periode Madinah
Periode ini
ialah periode beridirinya masyarakat Islam serta Negara Islam, setelah
terbentuk kelom-pok Islam di Makkah. Yatsrib adalah tempat pertemuan dua
kelompok besar Yahudi dan anshar yang terdiri atas dua kabilah aus dan khazraj,
ditambah kabilah-kabilah muahajirin. Inilah yang membuat ajaran Nabi Muhammad Saw.
Mudah diterima di kota tersebut. Apalagi masyarakat Arab dan Yahudi di kota itu
sering kali mendengar hal-hal yang berhubungan dengan tuhan.
Setelah tiba di
kota yatsrib, kota itu disebut sebagai Madinahan-Nabi yang bermakna kota Nabi Muhammad
Saw. Mulai saat itu, yatsrib dikenal dengan kota Madinah hingga sekarang. Nabi Muhammad
Saw. Tiba di kota yatsrib pada jum’at siang. Saat itu pula, beliau menggelar
shalat jum’at untuk pertama kalinya. Dalam kutbah, beliau menyampaikan pujian
dan rasa syukur kepada Allah SWT., sekaligus mengajak masyarakat supaya
bertaqwa dan berjihad di jalan-nya.
Dalam periode
ini pula, pengembangan Islam lebih ditekankan pada dasar-dasar pendidikan
masya-rakat Islam dan pendidikan sosial kemasyarakatan. Pertama, mendirikan masjid. Tujuan Nabi Muhammad Saw. Adalah
mempersatukan umat Islam dalam satu majelis. Kedua, mempersatukan sekaligus mempersaudarakan kaum anshar dan
muhajirin. Dengan cara ini beliau telah menciptakan suatu pertAlian berdasarkan
Agama. Ketiga, perjanjian sAling
membantu an-tara sesame kaum muslim dan nonmuslim. Dalam hal ini, Nabi Muhammad
Saw. Hendak menciptakan toleransi antargolongan yang ada di Madinah. Keempat, meletakan dasar-dasar politik,
ekonomi, dan sosial untuk masyarakat baru.
3. Peperangan dalam Islam pada masa Nabi Muhammad
Saw.
a. Peperangan ghazwah (peperangan yang
dipimpin langsung oleh beliau)
1)
Perang badar (17 ramadhan 2H)
Perang ini adalah pertempuran besa pertama antara umat
Islam melawan musuh-musuhnya. Pasukan kecil kaum muslim yang berjumlah 313
orang bertempur menghadapi kaum Quraisy dari Makkah yang berjumlah 1.000 orang.
Setelah 2 jam, kaum muslimin menghancurkan dan membuat mundur kaum Quraisy.
2)
Perang uhud (sya’ban 3 H)
Perang ini adalah Perang yang pecah antara kaum muslim
dan kafir Quraisy pada tanggal 22 maret 625 m. Dalam Perang ini tentara Islam
berjumlah 700 orang, sedangkan tentara kafir berjumlah 3.000 orang. Kaum Quraisy
dipimpin oleh Abu sufyan. Selain dipicu oleh dendam, Perang uhud juga
disebabkan hal lain, yaitu misi menyelamatkan jalur bisnis mereka ke syam dari
kaum muslimin yang dianggap sering menggangu.
3)
Perang khandaq (syawwal 5 H)
Perang ini adalah Perang umat Islam melawan pasukan
sekutu yang terdiri atas bangsa Quraisy, Yahudi dan gatafan. Muara Perang
khandaq adalah ketidakpuasan beberapa orang Yahudi dari bani nadir dan bani
wa’il atas keputusan Nabi Muhammad Saw. Yang menempatkan mereka di luar Madinah.
4)
Perang khaibar (7H)
Perang ini terjadi antara umat Islam dengan umat Yahudi
yang hidup di oasis khaibar. Peperangan ini adalah Yahudi bani nadhi yang
menimbulkan permusuhan melawan umat Islam.
5)
Perang mu’tah (8H)
6)
Penaklukan kota Makkah (8H)
Dengan peristiwa ini, Allah SWT. Mengubah kota Makkah
menjadi kota yang merupakan lambing keimanan dan kepasrahan kepada Allah SWT..
7)
Perang hunain (8 safar 8H)
Perang ini adalah peperangan antara Nabi Muhammad Saw.
Dan pengikutnya melawan kaum badui dari suku Hawazin dan tsaqif pada tahun 630
m. Perang ini terjadi di sebuah tempat yang terletak pada salah satu jalan di
kota Makkah ke thaif.
8)
Perang thaif (8H)
Pasukan muslim mengejar sisa pasukan Quraisy yang
melarikan diri dari Hunain sampai thaif. Pasukan Quraisy bersembunyi dalam
benteng kota yang kokoh, sehingga pasukan muslim tidak dapat menembus benteng. Nabi
Muhammad Saw. Mengubah taktik Perang dengan memblokade seluruh wilayah thaif.
Kemudian, pasukan muslim membakar ladang anggur penduduk thaif. Penduduk thaif
akhirnya menyerah dan menyatakan bergabung dengan pasukan muslim.
9)
Perang tabuk (9H)
Penyebab Perang ini bermula dari para pedagang syam
yang mengabarkan kepada Nabi Muhammad Saw. Bahwa romawi memPersiapkan pasukan
untuk menyerang Madinah. Beliau pun langsung memerintahkan kepada umat muslim,
untuk bersiap-siap berperang. Pasukan muslim yang berjumlah 30.000 orang tiba
di medan Perang. Namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan pasukan romawi.
b. Peperangan sariyah (peperangan yang
dipimpin oleh sahabat beliau)
1) Sariyah hamzah bin abdul Muthalib (ramadhan
1H )
Perang ini merupakan sariyah pertama yang terjadi
dalam sejarah Islam. Sariyah itu berlangsung di dataran rendah al-bahr. Perang
ini melibatkan 30 orang muslimin dan 300 orang Quraisy. Perang ini tidak
menimbulkan korban karena segera dilerai oleh majdi bin amr.
2) Sariyah ubaidah bin haris (syawwal 1H)
Sariyah ini berlangsung di al-abwa’. Kaum muslimin
berjumlah 80 orang, sedangkan kaum Quraisy berjumlah sekitar 200 orang.
3) Sariyah abdullan bin Jahsy (rajab 2H)
Perang ini terjadi di Nakhlah. Kaum muslimin berhasil
membunuh AmIr bin hazrami dan menahan dua orang Quraisy sebagai tawanan Perang.
Nabi Muhammad Saw. Menyatakan bahwa beliau tidak pernah menyuruh kaum muslimin berperang.
Sebab, pada bulan rajab, diharamkan membunuh ataupun melakukan peperangan.
4) Sariyah qirdah (jumaidi akhir 3H)
Sariyah ini berlangsung di sumur qirdah. Kaum muslimin
berjumlah 100 orang penunggang kuda. Sariyah ini bertujuan menghadang kafilah Quraisy
dari Makkah.
5) Sariyah bani asad (4H)
Sariyah ini berlangsung di gunung bani asad. Nabi Muhammad
Saw. Memerintahkan kaum muslimin untuk menghadang bani asad yang berencaana menyerang
Madinah. Pasukan muslim berjumlah 150 orang berhasil menyerang musuh.
6) Sariyah rajj (saffar 4H)
Sariyah ini berlangsung di raji’. Dalam sariyah itu
pasuka muslim melawan pasukan bani huzail. Perang ini dilatar belakangi oleh
rencana pemimpin bani huzail yang inging menyerang Madinah.
7) Sariyah bi’ru ma’unah (safar 4H)
Sariyah ini berlangsung di wilayah timur Madinah. Nabi Muhammad Saw.
Mengutus amir bin mAlik untuk memimpin 40 orang tentara yang terdiri atas para
penghafal Al-Qur’an. Amir bin tufail membunuh haram bin malhan, sehingga memicu
peperangan antara kedua belah pihak. Kaum muslimin mengalami kekalahan dalam
sariyah ini karena semua pasukan gugur, kecuali ka’b bin zain al-ansari.
8) Sariyah ijla’ bani nadir
Sariyah ini merupakan sariyah yang dilakukan oleh sahabat Nabi Muhammad Saw.
Untuk mengusir bani nadir dari tempat tinggal mereka. Latar belakang tindakan
ini adalah niat bani nadir untuk membunuh utusan Nabi Muhammad Saw.
9) Sariyah zi al-qissah
Sariyah ini berlangsung di zi al-qissah, antara kaum
muslim dan bani sa’labah. Bani sa’labah berencana menyerang peternakan kaum
mslimin di haifa.setelah mengetahui rencana tersebut pasukan muslim segera
menyerang bani sa’labah dengan mengirim 10 orang.Nabi Muhammad Saw. Mengirimkan
pasu-kan kedua di bawah pimpinan ubaidah bin jarrah. Bani sa’labah melarikan
diri ketika Abu ubaidah sampai di tempat itu.
4. Surat-surat dakwah Nabi Muhammad Saw.
Dakwah melalui
surat ditujukan kepada para pembesar agar masuk Agama Islam. Surat ternyata
cukup efektif digunakan sebagai media dakwah. Muhammad bin sa’ad dalam kitabnya
ath-thabaqat al-kubra, surat-surat Nabi Muhammad Saw. Tidak kurang dari 105
buah. Surat-surat tersebut dikelompok-kan menjadi tiga kelompok. Pertama, surat yang berisi seruan untuk
masuk Islam. Kedua, surat-surat yang
berisi aturan-aturan dalam Islam. Ketiga,
surat-surat yang berisi beberapa hal yang wajib dikerja-kan oleh
orang-orang nonmuslim terhadap pemerintah Islam.
BAB 5 Islam Pada Masa Khulafaur Rasyidin
Setelah
ditinggal oleh Nabi Muhammad Saw. Perjuangan untuk menyebarkan Islam berAlih
kepada empat sahabat terdekat beliau, yang dikenal dengan sebutan khulafaur rasyidin. Mereka adalah para Khalifah
yang menggantikan kedudukan Nabi Muhammad Saw. Sebagai pemimpin negara. Mereka
adalah Abu Bakar, Umar bin Khatab, Utsman bin affan dan Ali bin Abi Thalib.
A.
Abu Bakar ash-Shiddiq
1. Sekilas tentang Abu Bakar ash-Shiddiq
Abu Bakar ash-Shiddiq
adalah orang pertama dari kalangan sahabat Nabi Muhammad Saw. Yang diberikan
masuk surga. Ia adalah Khalifah pertama yang meneruskan perjuangan setelah
beliau wafat. Ia pula yang pertama
menerima ajaran beliau dan memeluk Islam. Ia diberi gelar khulafaur rasyidin atau Khalifah yang diberi petunjuk. Ia tidak
pernah berpisah dengan Nabi Muhammad Saw. Kecuali diberi izin untuk
melaksanakan ibadah haji dan berperang.
Ia adalah orang
yang pertama kali masuk Islam. Ketika itu, umat Islam bersepakat untuk
menam-bahkan nama ‘ash-Shiddiq” dibelakang namanya. Sebab, ia termasuk orang
yang pertama yang mem-benarkan dakwah Nabi Muhammad Saw. Ia meninggal dunia
pada 23 agustus 634 di Madinah , karena sakit yang dideritanya pada usia 61
tahun.
2. Perkembangan Islam pada masa Abu Bakar ash-Shiddiq
Sesudah Nabi Muhammad
Saw. Wafat, kaum anshar menghendaki agar orang yang akan menjadi Khalifah
menggantikan beliau dipilih dari
kalangan mereka. Sesudah Abu Bakar dilantik menjadi khAli-fah, ia pun
berpidato. Dalam pidatonya, dijelaskan siasat pemerintah yang akan ia jalankan.
“wahai umat manusia, aku telah diangkat untuk mengendAlikan
urusanmu,padahal aku bukanlah orang yang terbaik di antaramu. Maka, jikalau aku
dapat menunaikan tugasku dengan baik, bantulah aku. Tetapi, bila aku berlaku salah, maka luruskanlah! Orang yang
kamu anggap kuat, aku pandang lemah, sampai aku dapat mengambil hak darinya.
Sedang-kan, orang yang kamu lihat lemah, aku pandang kuat, hingga aku bias
mengembAlikan hak-nya kepadanya. Hendaklah kamu taat kepadaku selamat aku taat
kepada Allah dan rasul-nya. Namun, jika aku tidak mematuhi Allah dan rasul-nya,
kamu tidak perlu menaatiku.”
B.
Umar bin Khatab
Setelah Abu Bakar
meninggal dunia karena sakit, tampuk kekuasaan Islam jatuh kepada Umar bin Khatab.
Umar bin Khatab ditunjuk menjadi Khalifah melalui testamen (wasiat). Yang
diberikan oleh Abu Bakar sebelum ia wafat.
1. Sekilas tentang Umar bin Khatab
Umar bin Khatab
(583-644 M) memiliki nama lengkap Umar bin Khatab bin Nufail bin Abd al-Uzza
bin Ribah bin Abdillah bin Qart bin Razail bin ‘Adi bin Ja’ab bin Lu’ay. Ia
adalah khafilah kedua. Peranan-nya dalam sejarah Islam masa permulaan merupakan
yang paling meenonjol karena perluasan wilayah-nya.
Sebelum memeluk
Islam, Umar bin Khatab adalah orang yang sangat disegani dan dihormati oleh
penduduk Makkah. Ia juga dikenal sebagai seorang peminum berat. Setelah memeluk
Islam, di bawah bimbingan Nabi Muhammad Saw., Umar bin Khatab dikabarkan menyesAli
perbuatannya dan menyadari kebodohannya saat itu. Tentu saja, ini membuat
hamper seisi Makkah terkejut. Sebab, seseorang yang terkenal paling keras
menentang Islam, sekaligus seseorang yang terkenal paling keras menentang Islam,
dan juga paling kejam dalam menyiksa para pengikut Nabi Muhammad Saw. Umar bin Khatab dibunuh oelh Abu lukluk,
seorang budak yang fanatik, saat Umar bin Khatab akan memimpin shalat subuh.
Pembunuhan ini dilatarbelakangi oleh dendam pribadi Abu lukluk terhadap-nya.
2. Perkembangan Islam pada masa Umar bin Khatab
Umar bin Khatab
telah berperang besar bagi perkembangan dan kejayaan Islam di kemudian hari.
Khususnya dalam pembentukan hukum dan aturan Islam, sekaligus penaklukan dan
penyebaran ajaran Islam hingga negeri-negeri jauh; wilayah-wilayah amshar yang
sebelumnya tak tersentuh. Mulai dari atlantik, afrika utara, mesir, nubia,
mediterania timur, anatolia, Persia, dan Arab tengah.
Pada tahun 638
m, Umar bin Khatab memerintahkan untuk memeperluas den merenovasi masjidil
haram di makkad dan masjid nabawi di Madinah. Sekitar tahun ke-17 hijriah,
tahun ke-4 kekhAlifannya, Umar bin Khatab mengeluarkan keputusan bahwa
penanggalan Islam hendaknya mulai dihitung saat pe-ristiwa hijrah.
C.
Utsman bin Affan
Utsman bin Affan
menjadi Khalifah melalui formatur sebanyak enam orang yang ditunjuk oleh Khalifah
Umar bin Khatab. Utsman bin Affan bin Abi al-‘ash berasal dari bani Umayyah,
yang lahir pada tahun 47 sebelum hijrah. Ia termasuk hartawan dan bangSawan
qurais pada masa jahiliah. Demi mem-bela Islam, ia rela mengorbankan hartanya
dalam jumlah yang besar.
Nabi Muhammad Saw.
Menikahkan Utsman bin Affan dengan putri beliau yang bernama ruqayyah. Utsman
bin Affan memerintah sejak tahun 644 (umur 69-70 tahun) hingga 656 ( selama
11-12 tahun). Jasanya yang terbesar adalah membukukan Al-Qur’an . Nabi Muhammad
Saw. Menggambarkan Utsman bin Affan sebagai pribadi yang paling jujur dan
rendah hati diantara kaum muslimin. Utsman bin Affan adalah seorang ahli
ekonomi yang terkenal, tetapi juga sosialnya sangat tinggi. Ia tidak
segan-segan mengeluarkan kekayaannya untuk kepentingan Agama dan masyarakat
umum. Contohnya ialah :
a. Membeli
sumur yang jernih airnya dari seseorang Yahudi
seharga 200.000 dirham ( 2,5 kg emas pada waktu itu). Sumur itu diwakafkan
olehnya demi kepentingan rakyat.
b. Utsman
bin Affan memperluas masjid nabawi dan membeli tanah disekitarnya.
c. Utsman
bin Affan mendermakan 1.000 ekor unta dan 70 ekor kuda, ditambah 1.000 dirham
disumbangan pribadi untuk Perang tAbuk.
d. Pada
masa pemerintahan Abu Bakar, Utsman bin Affan juga pernah memberikan gandum
yang diangakut dengan 1.000 unta untuk membantu kaum miskin yang menderita pada
musim kering
Hingga suatu
hari, tanpa diketahui oleh pengawal-pengawal rumahnya, masuklah kepala
gerombolan, yaitu Muhammad bin Abu Bakar (gubernur mesir yang baru) dan
membunuh Utsman bin Affan yang sedang membaca Al-Qur’an.
D.
Ali bin Abi Thalib
Ali bin Abi Thalib
adalah amirul mu’minin keempat yang dikenal sebagai orang yang Alim, cerdas,dan
taat berAgama. Ia juga saudara sepupu Nabi Muhammad Saw. Khalifah Ali bin Abi Thalib
merupakan orang yang pertama kali masuk Islam dari kalangan anak-anak. Nabi Muhammad
Saw. Semenjak kecil diasuh oleh kakeknya.
Ali bin Abi Thalib lahir di Makkah, daerah hijaz. Ia dilahirkan 10 tahun
sebelum dimulainya kenabian Muhammad, sekitar tahun 599 m. Kaum Syi’ah percaya
bahwa Ali bin Abi Thalib dilahirkan didalam ka’bah. Usianya terhadap Nabi Muhammad
Saw. Masih dipersilisihkan hingga kini. Ali bin Abi Thalib bernama asli haydar
bin Abu Thalib. Ali bin Abi Thalib adalah orang yang zuhud dan sederhana. Ia
tidak senang dengan kemewahan hi-dup, bahkan menentangnya. Ia adalah perwira
yang cerdas,tangkas, tegud pendirian, dan pemberani. Ia wafat karena dibunuh
oleh ibnu muljam dari golongan khawarij. Adapun jasa-jasa Ali bin Abi Thalib
yaitu
a.
Mengganti beberapa gubernur yang diangkat oleh Utsman
bin affan karena semata-mata hubungan kekerabatan, bukan terpecahnya tiga
golongan. Perselisihan antara Ali bin Abi Thalib dan aisyah menyebabkan
timbulnya Perang jamal. Selain itu, terjadi pulang Perang siffin yang
melibatkan lebih banyak pihak. Akibat Perang siffin, muncullah golongan
khawarij dan Syi’ah.
b.
Menarik kembali tanah milik negara dan harta
baitul mal yang dibagikan kepada pejabat gubernur, sekaligus mengembAlikan
fungsinya untuk kepentingan negara dan kaum lemah.
c.
Memerintahkan kepada Abul aswad ad-duAli untuk
mengarang buku tentang pokok-pokok ilmu nahwu, guna mempermudah orang-orang
dalam membaca dan memahami sumber ajaran Islam
d.
Membangun kota kufah yang dijadikan sebagai
pusat pengembangan ilmu pengetahuan nahwu, tafsir, dan hadits.
BAB 6 Islam Pada Masa Dinasti Umayyah
Berakhirnya
kekuasaan Ali bin Abi Thalib mengakibatkan lahirnya kekuasaan baru yang berpola
Dinasti atau Kerajaan. Sejak tahun 661 m ,kekuasaan politik mulai dipegang oleh
Dinasti-Dinasti tertentu, dimulai dari Dinasti Umayyah di damaskus, diikuti
dengan Abbasiyah di Baghdad, dan sisa-sisa kekha-lifannya Umayyah barat di
kordoba.
A.
Dinasti Umayyah
Nama “Umayyah”
dinisbatkan kepada Umayyah bin abdi syams bin abdi manaf, yaitu salah seorang
dari pemimpin kabilah Quraisy pada zaman jahiliah. Is dan pamannya, hasyim bin
abdi manaf, selalu bertarung dalam memperebutkan kekuasaan dan kedudukan. Bani Umayyah
baru masuk Agama Islam setelah mereka tidak menemukan jalan lain selain
memasukinya, yaitu ketika Nabi Muhammad Saw. Beserta beribu-ribu pengikutnya
menyerbu masuk ke dalam kota Makkah.
Pada masa Dinasti
Umayyah, kaum muslim berhasil menaklukan afrika utara, khurasa, bukhara, indus,
perbatasan tiongkok, dan spanyol. Dinasti bani Umayyah didirikan oleh Mu’awiyah
bin Abi sufyan pada tahun 41 H/ 661 M di damaskus, dan berlangsung hingga tahun
132 H / 750 M. Ditingau dari seja-rah, bani Umayyah memang begitu kental dengan
kekuasaannya, terutama pada masa jahiliah. Hal ini dikarenakan bani Umayyah
memiliki unsur-unsur berikut:
1. Bani
Umayyah berasal dari keturunan keluarga bangSawan.
2. Bani
Umayyah mempunyai harta yang cukup banyak.
3. Bani
Umayyah memiliki 10 anak yang terhormat dan menjadi pemimpin di masyarakat,
diantaranya ialah harb, sufyan, dan Abu sufyan.
B.
Para Khalifah Dinasti Umayyah
1. Mu’awiyah
bin Abi sufyan ( 41-60 H/661-680 M).
2. Yazid
bin Mu’awiyah (60-64 H/680-683 M).
3. Mu’awiyah
bin yazid (64-64H/683-683 M).
4. Marwan
bin hakam (64-65 H/683-685 M).
5. Abdul
mAlik bin marwan (65-86 H/685-705 M).
6. Al-wAlid
bin abdul mAlik (86-96 H/705-715 M).
7. Sulaiman
bin abdul mAlik (96-99 H/715-716 M).
8. Umar
bin abdul aziz ( 99-101 H/716-720 M).
9. Yazid
bin abdul mAlik (101-105 H/ 724-743 M).
10. Hisyam
bin abdul mAlik ( 105-125 H/724-743 M).
11. Walid
bin yazid (125-126 H/743-744 M).
12. Yazid
bin Walid (126-127 H/744-744 M).
13. Ibrahim
bin Walid (127-127 H/744-745 M).
14. Marwan
bin Muhammad (127-132 H/745-750 M).
C.
Kemajuan yang diacapai pada masa Dinasti
Umayyah
Masa
pemerintahan bani Umayyah terkenal sebagai suatu era agresif, lantaran
perhatian tertumpu pada usaha perluasan wilayah dan penaklukan yang terhenti
sejak zaman khulafaur rasyidin terakhir. Hanya dalam jangka waktu 90 tahun,
banyak bangsa di empat penjuru mata angin masuk ke dalam kekuasaan Islam, yang
meliputi tanah spanyol, afrika utara, Jazirah Arab, syiria, palestina, sebagian
daerah anatolia, Irak, Persia, afganistan, uzbekistan, dan kirgiztan yang
termasuk soviet rusia.
kemajuan yang dicapai oleh Dinasti Umayyah
tidak hanya dalam bidang militer dan kekuasaan, melainkan juga dalam bidang
lainnya. Seperti, ilmu pengetahuan, sosial, budaya, politik, dan pemerintahan.
D.
Masa kehancuran Dinasti Umayyah
Inilah beberapa faktor kehancuran Dinasti Umayyah:
1.
Gerakan Syi’ah
Pemberontakan kaum itu didasarkan pada kebencian
mereke terhadap bani Umayyah dan rasa cinta terhadap keluarga Ali bin Abi Thalib.
2.
Perlawanan abdulah bin zubair
Perlawanannya pertama kali saat Perang jamal. Ia
memiliki tipu daya. Ia juga tidak mempunyai falsafah, sehingga revolusinya
tidak berdasarkan pada prinsip-prinsip yang benar. Hamper dalam setiap pemberontakan,
ia turut ambil bagian. Tetapi hanya sebagai provokator.
3.
Gerakan khawarij
Gerakan ini merupakan kumpulan orang yang keluar dari
barisan Ali bin Abi Thalib. Meskipun tidak suka terhadapnya, namun kaum ini
lebih tidak suka terhadap bani Umayyah.
4.
Gerakan mu’tazilah Khalifah
Gerakan ini bersifat keAgamaan, tidak mengumpulkan pasukan,
dan tidak pernah menghunuskan pedang. Karena konflik internal dalam negeri yang
tidak bias diselesaikan, akhirnya Dinasti ini tumbang pada tahun 750 m.
BAB 7 Islam pada Masa Dinasti Abbasiyah
Setelah Dinasti
Umayyah beserta segala kejayaannya-hancur, Dinasti Islam berikutnya yang
berkuasa adlah Dinasti Abbasiyah. Dinasti Abbasiyah lebih berjaya daripada Dinasti
Umayyah.
A.
Mengenal Dinasti Abbasiyah
Dinasti ini merupakan
keturunan abbas, yakni paman Nabi Muhammad Saw., yang memerintah pada tahun
750-1258, dari Baghdad. Bani Abbasiyah merasa lebih berhak daripada bani Umayyah
atas kekhAlifan Islam, karena mereka adalah cabang dari bani hasyim yang secara
nasab merupakan keturunan yang lebih dekat dengan Nabi Muhammad Saw.
Sebelum
berdirinya Dinasti Abbasiyah, terdapat tiga poros utama yang merupakan pusat
kegiatan; satu dengan yang lain memiliki kedudukan tersendiri dalam memainkan
peran untuk menegakan kekuasaan keluarga besar paman Nabi Muhammad Saw. Secara resmi, Abul abbas ash-shaffah
mendirikan Dinasti Abbasiyah pada tahun 132 h/750 m. Kekuasaan Dinasti Abbasiyah
berlangsung lama, yakni 5 abad, pada tahun 132-656 h. Bagi mereka, yang berhak
berkuasa adalah keturunan Nabi Muhammad Saw., dan anak-anak beliau.
B.
Para Khalifah Dinasti Abbasiyah
v
Khalifah Abul abbas ash-shaffah (750-754 M).
v
Khalifah Abu ja’far al-manshur (775-785 M).
v
Khalifah al-Mahdi (775-785 M).
v
Khalifah al-hadi (785-786 M).
v
Khalifah harun ar-rasyid (786-809 M).
v
Khalifah al-amin (809-813 M).
v
Khalifah al-Makmun (813-833 M).
v
Khalifah al-Muktasim (833-842 M).
v
Khalifah al-wasiq (842-847 M).
v
Khalifah al-Mutawakkil (847-861 M).
v
Khalifah al-Muntasir (861-862 M).
v
Khalifah al-Mustain (861-862 M).
v
Khalifah al-Muktazz (866-869 M).
v
Khalifah al-Muhtadi (869-870 M).
v
Khalifah al-MuktaMid (870-892 M).
v
Khalifah al-Muktadid (892-902 M).
v
Khalifah al-kahir (932-934 M).
v
Khalifah ar-radi (934-940 M).
v
Khalifah al-Mustaqi (940-944 M).
v
Khalifah al-Muktakfi (944-946 M).
v
Khalifah al-Mufi (946-974 M).
v
Khalifah at-tai (974-991 M).
v
Khalifah al-kadir (991-1031 M).
v
Khalifah al-kasim (1031-1075 M).
v
Khalifah al-Muqtadi (1075-1084 M).
v
Khalifah al-Mustazhir (1074-1118 M).
v
Khalifah al-Mustasid (1118-1135 M).
v
Khalifah ar-rasyid (1135-1136 M).
v
Khalifah al-Mustafi (1136—1160).
v
Khalifah al-Mustanjid (1160-1170 M).
v
Khalifah al-Mustadi (1170-1180M).
v
Khalifah an-nasir (1180-1224 M).
v
Khalifah az-zahir (1224-1226 M).
v
Khalifah al-Mustansir (1226-1242 M).
v
Khalifah al-Muktasim (1242-1258 M).
C.
Sistem politik dan sosial pada masa Dinasti
Abbasiyah
1. Sistem politik
a.
Para Khalifah tetap berasal dari keturunan Arab
murni, pejabat diambil dari kaum mawAli.
b.
Kota Baghdad dijadikan sebagai ibu kota negara.
c.
Ilmu pengetahuaan dianggap sebagai sesuatu yang
mulia.
d.
Kebebasan berpikir sebagai hak asasi manusia.
2. Sistem sosial
a.
Tampilnya kelompok mawAli dalam pemerintahan
serta mendapatkan tempat yang sama dalam kedudukan sosial.
b.
Dinasti Abbasiyah terdiri atas beberapa bangsa
yang berbeda-beda.
c.
Perkawinan campur yang melahirkan darah
campuran.
d.
Terjadinya pertukaran pendapat, sehingga muncul
kebudayaan baru.
D.
Masa kejayaan Dinasti Abbasiyah
1. Gerakan penerjemahan
Peletak dasar
gerakan ini adalah bani Umayyah. Namun, upaya menerjemahkan berbagai bahasa
asing, terutama adalah bahasi yunani dan Persia ke dalam bahasa Arab.pelopor
gerakan penerjemahan pada awal pemerintahan Abbasiyah adalah Khalifah
al-manshur yangjuga membangun ibu kota Baghdad
2. Bidang ilmu pengetahuan; kebangkitan
intelektual
Gerakan
pengembangan ilmu secara besar-besaran dirintis oleh Khalifah ja’far
al-manshur, setelah ia mendirikan kota Baghdad, dan menjadikan sebagai ibu kota
negara. Ia menarik banyak ulama dan ahli dari berbagai daerah untuk dating dan
tinggal di Baghdad. Ia merintis usaha pembukuan ilmu Agama, seperti fiqh,
tafsir, Tauhid, hadits, maupun ilmu lainnya, seperti bahasa dan ilmu sejarah.
Pada masa itu,
hidup para filsuf, pujangga, ahli baca Al-Qur’an, dan ulama di bidang Agama. Didirikan
perpustakaan atau baitul hikmah, yang didalamnya orang-orang dapat membaca,
menulis, dan berdiskusi. Berkembang juga ilmu pengetahuan Agama, seperti ilmu Al-Qur’an,
qira’at, hadits, fiqh, ilmu kalam, bahasa, dan sastra.
E.
Masa kehancuran Dinasti Abbasiyah
Kemunduran Dinasti Abbasiyah
secara umum dikarenakan dua faktor, yakni internal dan eksternal.
a.
Faktor internal
1)
Tampillnya penguasa lemah yang sulit mengendAlikan
wilayah yang sangat luast ditambah sistem komunikasi yang masih sangat lemah
menyebabkan lepasnya daerah satu per satu.
2)
Kecendrungan para penguasa untuk hidup
mewah,mencolok dan berfoya-foya.
3)
DuAlism pemerintahan; de jure dipegang oleh Abbasiyah, de facto digerakkan oleh
tentara professional asal Turki.
4)
Praktik korupsi oleh penguasa diiringi muncul
nepotisme yang tidak professional
5)
Perang saudara antara al-amin dan al0makmun
secara jelas membagi Abbasiyah menjadi dua kubu menyebabkan pertentangan antara
Arab dan non-Arab, perselisihan antara muslim dan non-muslim.
b.
Faktor eksternal
1)
Abbasiyah mendapat serangan secara tidak
langsung dari pasukan Salib di dunia barat.
2)
Abbasiyah memperoleh serangan secara langsung
dari orang-orang Mongol yang berasal dari timur ke wilayah kekuasaan Islam.
BAB 8 Islam pada masa Dinasti Safawiyah
Dinasti ini
lahir di Persia pada awal abad ke-16 m. Kelahirannya merupakan peristiwa
penting. Berdirinya Dinasti ini dianggap sebagai kebangkitanya imperium Persia
dan nasionAlismenya yang telah dijatuhkan oleh Islam pada masa pemerintahan Umar
bin Khatab dalam ePerangan di qadisia pada tahun 635 m dan nahawand pada tahun
642 m.
Dinasti ini
tergolong salah satu negeri Persia terbesar semenjak penaklukan muslim di Persia.
Dinasti Safawiyah berkuasa pada tahun 1501-1722. Pada puncak kejayaannya,
wilayah Safawiyah meliputi iran, azerbaijan, armenia, pakistan, serta
turmenistan dan Turki. Kerajaan Safawiyah bermula dari gerakan tarekat yang
beridiri di ardabil.
Tarekat ini
diberi nama tarekat Safawiyah, yang didirkan pada waktu yang hamper bersamaan
dengan berdirinya kerjaan Turki Utsmani. Nama Safawiyah diambil dari nama
pendirinya, safi al-din (1252-1334 m). Safi al-din berasal dari keturunan orang
yang berada dan memilih sufi sebagai jalan hidupnya. Ia adalah keturunan dari
imam Syi’ah yang keenam, musa al-kazhim. Gurunya bernama Syekh taj al-din
ibrahim zahidi (1216-1301 m), yang dikenal dengan julukan zahid al-gilani.
Tarekat yang
dipimpin oleh safi al-din ini semakin menguat posisinya, terutama setelah ia
mengubah bentuk tarekat itu dari pengajian taSawud murni yang bersifat local
menjadi gerakan keAgamaan yang besar pengaruhnya di Persia, syiria, dan
anatolia.
A.
Raja yang berkuasa pada
masa Dinasti Safawiyah
·
Safi al-din (1252-1334 M).
·
Sadar al-din musa (1334-1399 M).
·
Khawajah Ali (1427-1447 M).
·
Ibrahim (1447-1460 M).
·
Juneid (1447-1460 M).
·
Haidar (1460-1494 M).
·
Ismail (1501-1524 M).
·
Tahmasp I
(1524-1576 M).
·
Muhammad khudabanda (1577-1588 M).
·
Abbas I
(1588-1628 M).
·
Safi mirza (1638-1642 M).
·
Abbas II (1642-1667 M).
·
Sulaiman (1667-1694 M).
·
Husein (1694-1722 M).
·
Tahmasp II (1722-1732 M).
·
Abbas III (1732-1736 M).
B.
Kemajuan yang dicapai oleh Dinasti Safawiyah
1. Bidang politik dan sosial
Berikut ini
adalah langkah-langkah untuk memulihkan politik Dinasti safawiah:
a.
Mengadakan pembenahan administrasi dengan cara
pengaturan dan pengontrolan dari pusat.
b.
Pemindahan ibu kota ke isfahan.
c.
Berusaha menghilangkan dominasi pasukan
qiziblash atas Kerajaan Safawiyah dengan cara membentuk pasukan baru yang
anggotanya terdiri atas bangsa georgia, armenia, dan sircassia.
d.
Mengadakan perjanjian damai dengan Kerajaan Turki
Utsmani.
e.
Berjanji tidak akan menghina tiga Khalifah dalam
khutbah jum’at.
2. Bidang Agama
Pada masa abbas i, kebijakan Agama tidak lagi seperti masa Khalifah-Khalifah
sebelumnya, yang senantiasa memaksakan agar Syi’ah menjadi Agama negara,
melainkan ia menanamkan sikap toleransi. Abbas i menerapkan paham toleransi
yang amat besar, paham Syi’ah tidak lagi menjadi paksaan. Bahkan, orang sunni
dapat bebas mengerjakan ibadahnya.
3. Bidang ekonomi
Stabilitas
politik Kerajaan Safawiyah pada masa abbas i telah memacu perkembangan
perekonomian-nya, terutama setelah pulau hurmuz dikuasai dan pelabuhan gumrun
diubah menjadi bandar abbas.
4. Bidang ilmu pengetahuan
Dalam sejarah Islam,
Persia dikenal sebagai bangsa berperadaban tinggi dan berjasa dalam
mengem-bangkan ilmu pengetahuan. Berkembanganya ilmu pengetahuan pada masa Kerajaan
Safawiyah terkait doktrin mendasar bahwa kaum Syi’ah tidak boleh taklid dan
pintu ijtihad selamanya terbuka.
5. Bidang seni
Kemajuan
terlihat dari gaya arsitektur bangunan, seperti masjid syah yang dibangun pada
tahun 1603 m. Adapun unsur seni lainnya dalam bentuk kerajinan tangan, karpet,
permadani, pakaian, tenunan, mode, tembikar, dan lain-lain.
C.
Keruntuhan Dinasti Safawiyah
Terjadi
kemunduran pemerintahan pusat berlangsung sepeninggal abbas i. Setelah abbas I
me-ninggal dunia, tidak ada seorang pun yang mempunyai visi atau kecakapan
sepertinya. Administrasi pusat juga mengalami perpecahan. Bahkan beberapa
prosedur penertiban pajak dan distribusi penda-patan negara tidak terkendalikan.
Melemahnya
pemerintah pusat menyebabkan terjadinya berbagai pemberontakan otoritas Safawiyah.
Pada abad ke-18, iran dilanda kondisi anarkis. Ada beberapa penyebab kemunduran
dan kehancuran Dinasti Safawiyah, diantaranya adalah;
1. Adanya
konflik yang berkepanjangan dengan Kerajaan Turki Utsmani.
2.
Terjadinya degradasi moral yang melanda sebagian
pemimpin Kerajaan Safawiyah.
3.
Pasukan ghulam (budak) yang dibentuk oleh abbas
i tidak mempunyai semangan perjuangan yang tinggi.
4.
Sering kali terjadi konflik intern dalam bentuk
perebutan kekuasaan di kalangan keluarga istana.
5.
Lemahnya para Sultan.
6.
Lemahnya ekonomi.
BAB 9 Islam pada masa Kerajaan Turki Utsmani
Sejak
berkhirnya masa keemasan Dinasti abbasiya, kondisi politik umat Islam mengalami
kemajuan kembali berkat tiga Kerajaan besar yang muncul setelahnya, yaitu Turki
Utsmani di Turki (1300-1922 m). Dan mengasai anak benua india pada awal abad
ke-17. Kerajaan Turki Utsmani termasuk salah satu dari tiga Kerajaan besar Islam
pada masa pertengahan, selain Safawiyah dan mughal.
Pendiri Kerajaan
Turki Utsmani adalah bangsa Turki dari kabilah oghuz yang mendiami daerah Mongol
dan daerah utara negeri tiongkok. Dalam jangka waktu 3 abad, mereka berpindah
ke Turkistan, lalu Persia dan Irak. Mereka masuk Islam sekitar abad ke-9 saat
menetap di asia tengah.
Bangsa Turki
yang dipimpin oleh artogol yang melarikan diri menuju Dinasti saljuk guna
mengabdi kepada penguasa, yang saat itu dipimpin oleh Sultan alauddin ii. Pada
tahun 1289 m, artogol meninggal dunia. Kepemimpinannya diteruskan oleh
putranya, Utsman. Putra artogol inilah yang diyakini sebagai pendiri Kerajaan Turki
Utsmani. Ia memerintah pada tahun 1290-1326 m.
A.
Kemajuan yang dicapai oleh Kerajaan Turki
Utsmani
1.
Bidang kemiliteran dan pemerintahan
Masa
kepemimpinan artogol hingga orhan merupakan masa pembentukan militer.
Sedangkan, pe-rang dengan byzantium sebagai awal didirikannya pusat pendidikan
dan pelahitan militer, sehingga terbentuklah kesatuan militer yang disebut
jenissari atau inkisyariah.
2.
Bidang ilmu pengetahuan dan budaya
Kebudayaan Kerajaan
Turki Utsmani merupakan perpaduan ragam kebudayaan, seperti Persia, byzantium,
dan Arab. Dari kebudayaan Persia, mereka mengambil ajaran-ajaran tentang etika
dan tata karma dalam istana. Sedangkan, organisasi pemerintahan dan kemiliteran
diserap dari byzantium. Ada-pun ajaran mengani prinsip ekonomi, sosial, dan
kemasyarakatan, keilmuan, serta huruf diambil dari Arab.
B.
Kemunduran Kerajaan Turki Utsmani
Masa
pemerintahan sulaiman 1 (1520-1566 m) merupakan puncak kejayaan dari Kerajaan Turki
Utsmani. Ia terkenal dengan sebutan sulaiman al-qanuni. Akan tetapi, setelah ia
wafat, sedikit demi se-dikit Kerajaan Turki Utsmani mengalami kemunduran.
Bahkan terjadi perebutan kekuasaan di antara putra-putranya, yang
mengakitbatkan Kerajaan ini mengalamami kehancuran. Ragam faktor keruntuhan Kerajaan
Turki Utsmani dibedakan menjadi dua, yakni faktor internal dan eksternal.
1.
Faktor internal
a.
Buruknya sistem pemerintahan.
b.
Hilangnya keadilan.
c.
Banyaknya korupsi.
d.
Meningkatnya kriminalitas.
e.
Heterogenitas penduduk dan Agama.
f.
Kehidupan istemewa yang bermegah-megahan.
g.
Merosotnya perekonomian negara akibat peperangan.
2.
Faktor eksternal
a.
Munculnya gerakan nasionAlisme. Bangsa-bangsa
yang tunduk kepada Kerajaan Turki Utsmani akhirnya menyadari kelemahan Kerajaan
ini. Dengan demikian, ketika Kerajaan tersebut mele-mah, mereka bangkit untuk
melawannya.
b.
Terjadinya kemajuan teknologi di wilayah barat,
khususnya dalam bidang persenjataan. Dalam hal ini, Kerajaan Turki Utsmani
senantiasa mengalami kekalahan, karena mereka masih menggu-nakan senjata
tradisional
BAB 10 Islam pada masa Mongol
Mongol adalah
sebuah bangsa yang berasal dari pedalam siberian yang datang dari arah utara
menu-ju wilayah Mongolia. Mereke menamakan diri sebagai “putra serigala berbulu
hijau”. Bangsa Mongol mulai muncul pada akhir abad ke-12. Semula orang-orang Mongol
adalah sekumpulan masyarakat nomad yang menidami daerah hutan siberia dan Mongolia
luar.
Pada awalnya, Agama
bangsa Mongol adalah syamanisme. Mereka mengakui adanya yang maha kuasa, tetapi
tidak beribadah kepada-nya, melainkan menyembah arwah, khususnya arwah jahat.
Mereka meyakini bahwa arwah jahat bias men-datangkan bencana. Maka dari itu,
mereka menjinakkan arwah jahat dengan sajian-sajian. Mereka juga memuliakan
arwah nenek moyang yang dianggap masih berkuasa dalam mengatur hidup mereka
beserta keturunan mereka.
Jenghis khan
adalah tokoh sentral dalam sepak terjang perjalanan sejarah bangsa Mongol.
Berkat kepemimpinannya, bangsa Mongol yang semula orang-orang sabana yang tidak
mengenal dan dikenal oleh peradaban luar, akhirnya bias menjadi bangsa penakluk
yang disiplin dan mempunyai keterampilang Perang yang sangat diperhitungakan.
Ketika berumur
13 tahun, terjadi perselisihan dan perpecahan dalam suku kiyat. Maka,
keluarganya pun menjadi tawanan Perang. Jenghis khan menggantikan ayahnya
sebagai kepala suku ketika berusia 13 tahun.
A.
Ciri-ciri masa Mongol
1.
Berpindahnya pusat ilmu
Kegiatan ilmu berpindah ke kota kairo,
iskandariah, usyuth, faiyun, damaskus, hims, halab.
2.
Tumbuhnya ilmu-ilmu baru
Ilmu umron(sosiologi) dan filsafat tarikh
semakin matang dengan munculnya muqaddimah ibu khaldun sebagai kitab pertama
dalam bidang ini.
3.
Kurangnya kitab dan perpustakaan
Ada banyak perpustakaan besar yang musnah
bersama semua kitab lantaran terbakar ataupun tenggelam di tengah suasana yang
kacau.
4.
Banyaknya sekolah dan mausu’at
5.
Penyelewengan ilmu
Pada masa ini, beragam ilmu dipergunakan
untuk mengkhidmati Agama atau misik dan khurafat.
B.
Para pemimpin Mongol
1)
Jenghis khan (12-13M).
2)
Hulagu khan (13M).
3)
Timur lenk (14M).
4)
Zhahirudin babu (15-16 M).
C.
Latar belakang serangan Mongol ke
dunia Islam
Pada awalnya,
bangsa Mongol hidup berdampingan secara damai dengan wilayah Islam. Jenghis
khan tidak mengusik umat Islam,sekaligus menghormati keluarga (keturunan) Nabi Muhammad
Saw., yang saat itu sudah meluas ke wilayahnya. Latar belakang yang menyebabkan
invasi Mongol ke wilayah Islam adalah peristiwa utara pada tahun 1218, saat
gubernur khawarazm membunuh utusan jenghis khan, yang disertai para saudagar
muslim. Ada tiga gelombang serangan dahsyat Mongol ke dunia Islam. Yaitu :
a.
Penghancuran serta pembantaian di Turkistan dan
khurasan dibawah pimpinan jenghis khan.
b.
Serangan ke Baghdad di bawah pimpinan hulagu
khan pada 10 febuari 1258.
c.
Invasi ke negara-negara asia di bawah pimpinan
timur lenk, yang dimulai dengan serangan ke Persia pada tahun 1380 m.
Adapun dampak serangan Mongol
yaitu:
a.
Hancurnya segala peradaban dan pusaka yang telah
dibuat berates-ratus tahun lamanya, istana Kerajaan, dan perpustakaan.
b.
Banyaknya penduduk yang terbunuh.
c.
Masjid-masjid bukhara yang terkenal sebagai
pusat ibadah dan pengetahuan dijadikan sebagai kandang kuda oleh pasukan Mongol.
d.
Ribuan pengrajin muslim dibawa ke Mongolia guna
dijadikan sebagai budak.
D.
Dampak kekuasaan Mongol
Dampak
kekuasaan Mongol terhadap peradaban Islam sungguh terasa. Kehancuran kota-kota
dengan bangunan yang indah-indah dan perpustakaan-perpustakaan yang mengoleksi
banyak buku pun semakin memperburuk situasi umat Islam. Adapun lebih fatal
adalah hancurnya Baghdad sebagai pusat Dinasti Abbasiyah, yang didalamnya
terdapat beragam tempat belajar,dengan fasilitas perpustakaan, lantaran dibakar
oleh hulagu khan.
Adapun dampak
positif dengan berkuasanya Dinasti Mongol setelah para pemimpinnya memeluk Agama
Islam, karena berasimilasi dan bergaul dengan masyarakat muslim dalam jangka
yang panjang. Ghazan khan memerintahkan kaum kristen dan Yahudi untuk membayar
jizyah, serta mencetak uang bericikan Islam, melarang riba, dan menyuruh para
pemimpinnya menggunakan surban.
BAB 11 Perang Salib; sejarah perebutan tahan
suci Jarusalem
A.
Timbulnya Perang Salib
Perang Salib
atau the crusades war adalah
serangkaian Perang Agama selama hamper 2 abad sebagai reaksi kristen eropa
terhadap Islam di asia. Perang ini terjadi karena sejumlah kota dan tempat suci
kristen diduduki Islam sejak tahun 632, seperti di suriah, spanyol. Militer
kristen menjadikan Salib sebagai symbol yang menunjukan bahwa Perang ini suci
dan bertujuan membebaskan kota suci baitul maqdis dari orang-orang Islam.
Dinamakan Perang Salib lantaran ekspedisi militer kristen dalam peperangan ini
mempergunakan lambang Salib unuk menunjukan bahwa peperangan yang mereka
lakukan adalah Perang suci.
Sesungguhnya, Perang
Salib bukanlah Perang Agama, melainkan Perang perebutan kekuasaan daerah, ini
dibuktikan dari fenomena tentara Salib dan tentara muslim yang saling bertukar
ilmu penge-tahuan. Semula, Perang Salib dikarenakan adanya persaingan antara Islam
dan kristen. Penguasa Islam, alp arselan yang memimpin gerakan ekspansi pada
tahun 1071 m menjadikan orang-orang romawi terdesak. Tentara alp arselan hanya
berkekuatan 15.000 prajurit dalam peristiwa itu mampu menga-lahkan tentara
romawi yang berjumlah 200.000 orang, yang terdiri atas tentara romawi, ghuz,
al-akraj, al-hajr,prancis dan armenia.
B.
Faktor penyebab Perang salib
1) Permintaan
kaisar dari byzantium, yaitu alexius conneus apda tahun 1095 pada kaisar dari
romawi. Dikarenakan daerah-daerah yang tersebar hingga pesisir laut marmora
dibinasakan oleh bani saljuk
2) Isi
pidato yang disampaikan oleh paus urban pada 26 november 1095 di clermont,
bagian tenggara prancis, yang memerintahkan orang-orang kristen supaya memasuki
lingkungan makan suci, lantas merebutnya dari orang-orang jahat dan
menyerahkannya kembali kepada mereka.
3) Faktor
sosial ekonomi. Para pedagang besar yang berada di pantai timur laut tengah
berambisi menguasai sejumlah kota dagang di sepanjang pantai timur dan selatan
laut tengah guna memperluas jaringan perdagangan mereka.
4) Jaminan
masuk surga. Sebab, mati dalam Perang Salib adalah mati sebagai pahlawan Agama,
yang menjadikan langsung masuk surga, meskipun berdosa pada masa lampau.
C.
Dampak Perang Salib
1)
Saling bertukar ilmu pengetahuan antara kristen
dan Islam.
2)
Ide Perang Salib memberikan andil besar bagi
kemerosotan tingkat kepercayaan umat kristiani terhadap gereja katolik yang
disebabkan oleh pembenaran lembaga kepausan terhadap agresi politik dan wilayah
yang terjadi di jerusalem maupun byzantium.
3)
Pengalaman militer Perang Salib juga
mempengaruhi eropa.
4)
Sebagian besar jalan yang sebelum Perang Salib
tidak pernah digunakan sejak masa pendudukan romawi mengalami peningkatan yang
disebabkan oleh para pedagang yang ingin mengembangkan usaha.
5)
Islam cenderung menarik diri dari dunia politik,
dan puncaknya saat kekhalifan Turki tumbang dengan drastis pada tahun 1924.
6)
Adanya persekutuan yang tidak lazim, seperti
persekutuan antara kekuatan tentara Salib dengan kesultanan rum yang muslim
dalam Perang Salib V.
D.
Periodisasi Perang Salib
a. Periode Pertama (Periode Penaklukan)
Pada periode ini, jalinan kerja
sama antara Kaisar Alexius I dan Paus Urbanus II mampu membangkitkan semangat
umat Kriste, terutama akibat pidato Paus Urbanus II di Clermont (Prancis
Selatan) pada 26 November 1095. Konsili di Clermont ini menyampaikan khutbahnya
yang bertujuan menggerakkan dan membuat umat Kristiani mendapat suntikan
semangat baru untuk mengunjungi kuburan suci.
Gerakan awal tersebut dipimpin
oleh Pierre I’ Ermite. Dari sepanjang perjalanan menuju Konstantinope, mereka
membuat keonar-onaran, serta merampok, bahkan terjadi bentrokan dengan penduduk
Hongaria dan Bizinatum. Tentara Salib berikutnya dipimpin oleh
Godfrey,Bohemond, dan Raymond. Gerakan itu lebih mirip ekspedisi militer yang
sangat terorganisir dan tersusun rapi. Sehingga, mereka berhasil menaklukkan
dan menduduki kota suci Palestina pada 7 juli 1099.
Taktik tentara salib ialah tidak membawa
tawanan. Sebab, keberhasilan Perang Salib I adalah ketidaktahuan umat Islam,
Kristen, dan Yahudi di Jarusalem bahw mereka datang untuk menyerang. Oleh
karena itu, umat Islam tidak menyiagakan pasukan dan kalah sewaktu itu,
lantaran Jerusalem bukanlah daerah kekuasaan atau jajahan kekaisaran muslim.
b. Periode Kedua (Reaksi Umat Islam)
Pada masa ini, beberapa wilayah
kekuasaan Islam jatuh ke tangan tentara salib, sehingga menyebabkan bangkitnya
kembali kaum muslimin untuk menghimpun kekuatan besar yang diprioritaskan
khusus menghadapi mereka. Dibawah komando sang panglima, Imaduddin Zangi,
Gubernur Mosul, kaum muslimin serempak menyatukan langkah untuk membendung
serangan tentara Salib.
Jatuhnya wilayah Edessa
menyebabkan kaum Kristiani mengobarkan Perang Salib II yang sesungguhnya. Kali
ini paus Eugenius III menyerukan perang suci yang disambut sangat baik oleh
Raja Prancis bernama Louis VII dan Raja Jerman bernama Condrad II. Kedua raja
itu memimpin tentara salib untuk merebut wilayah Kristen di Syiria. Akan
tetapi, ini sangatlah mudah bagi Nuruddin Zangi. Sehingga, kedua pasukan
tersebut dapat dihalau, dan mereka melarikan diri ke negeri mereka.
Pascawafatnya Nuruddin Zangi pada
tahun 1174 M, panglima perang berikutnya ialah Shahuddin al-Ayuubi, yang berhasil
mendirikan Dinasti Ayuubiyah di Mesir pada tahun 1175 M serta membebaskan
Baitul Maqdis pada 2 oktober 1187. Bahkan, pada tahun 1187 M, peperangan yang
dipimpin oleh Shalahuddin al-Ayyubi memperoleh kemenangan besar, dengan
direbutnya kembali wilayah Jesusalem yang sebelumnya dikuasai oleh tentara
salib yang mendirikan Kerajaan Latin selama 88 tahun.
c. Periode Ketiga ( Perang Saudara
Kecil-kecilan/ Periode Kehancuran)
Pada periode ini, peperangan
disebabkan oleh ambisi politik untuk memperoleh kekuasaan dari sesuatu yang
bersifat materistis daripada motivasi Agama. Pada masa itu, muncul pula
pahlawan wanita dari kalangan kaum muslimin yang terkenal gagah berani, yaitu
Shajar al-Dhur. Ia berhasil menghancurkan pasukan Raja Louis IX dari Prancis
sekaligus menangkap raja tersebut.
Dalam perkembangan berikutnya,
wilayah Palestina yang semula diserahkan kepada Raja Frederick, kini bias
direbut kembali oleh kaum muslimin pada tahun 1247 M, yakni pada masa
pemerintahan Al-Malik al_shalih, penguasa Mesir pengganti Al-Malik Al-Kamil.
Meskipun kaum muslimin mampu
mempertahankan daerah-daerah mereka dari tentara salib, namun berbagai kerugian
yang mereka derita begitu banyak. Sebab, semua peperangan itu terjadi di
wilayah kekuasaan Islam. Diantara kerugian yang diderita mereka adalah lemahnya
politik umat Islam serta banyak Dinasti kecil yang memerdekakan diri dari
pemerintahan pusat Abbasya di Baghdad.
BAB 12 pusat-pusat peradaban di dunia Islam
A. Makkah
Makkah menjadi
tempat yang bersejarah bagi kalangan muslim. Bukan hanya karena menjadi tempat
kelahiran Nabi Muhammad Saw.,melainkan juga menjadi sangat istemewa. Karena
disitulah wahyu pertama diturunkan. Pada tahun 571, Nabi Muhammad Saw.,
keturunan langsaung dari Nabi Ismail serta qussai, lahir di kota ini dan tumbuh
dewasa. Pertama kali menerima wahyu dari Allah SWT tetapi ajaran itu ditolak
oleh kaum beliau, sehingga beliau pindah ke Madinah. Setelah Madinah
ber-kembang dengan baikm akhirnya beliau kembali ke Makkah.
B. Madinah
Selain
mengembangkan Makkah sebagai pusat perdaban Islam, Nabi Muhammad Saw. Dalam
perjalanan hijrah juga mengembangkan kota Madinah. Beliau jatuh cinta kepada
kota Madinah, dan sering kali berdoa kepada Allah SWT supaya kecintaan terhadap
kota Madinah tidak berbeda dengan Makkah. Sejak Nabi Muhammad Saw. Dating
membawa ajaran Islam, Madinah semula berupa sebuah dusun subur bernama yatsrib
berubah menjadi madinatur rasul atau kota rasul. Setelah itu kota Madinah mendapat
julukan berbagai nama yang indah, namun yang paling terkenal adalah sebuatan Madinah
al-munawwarah, yang berarti bersinar terang benderang.
C. Baghdad
Baghdad dihuni
oleh umat manusia sejak 4000 SM. Dahulu, kota ini menjadi bagian dari babylonia
kuno. Dan, sejak tahun 600 sm, secara bergantian dikuasai oleh Persia, yunani
dan romawi.
D. Kairo
E. Damaskus
F. Kairouan
G. Isfahan
H. Istanbul
I. Delhi
J. Andalusia
K. Transoxiana
BAB 13 Sejarah Islam di
Indonesia
A. Teori-teori tentang masuknya Islam ke
Indonesia
a. Menurut
zainal arifin abbas, Agama Islam masuk ke indonesia pada abad ke-7 m. Pada
tahun itum seorang pemimpin Arab dating ke tiongkok, dan ia telah mempunyai
pengikut dari sumatra utara. Jadi, Agama Islam masuk pertama kali ke indonesia
di sumatra utara.
b. Menurut
hamka, Agama Islam masuk ke indonesia pada tahun 674 m. Berdasakan catatan
tiongkok, ketika itu, seorang utusan raja Arab bernama ta cheh datang ke Kerajaan
ho ling untuk membuktikan keadilan,kemakmuran, dan keamanan pemerintah ratu
shima di jawa.
B. Fase-fase perkembangan Islam di
indonesia hingga berdirinya Kerajaan Islam
a. Singgahnya
pedagang-pedagang Islam di pelabuhan-pelabuhan nusantara. Sumbernya adalah
berita luar negeri terutama tiongkok.
b. Adanya
komunitas-komunitas Islam di beberapa daerah kepulauan indonesia. Sumbernya
ialah berita-berita asing dan makan-makan Islam.
c. Berdirinya
Kerajaan-Kerajaan Islam.
C. Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia
a.
Kerajaan Perlak
Perlak adalah Kerajaan Islam tertua
di indonesia. Perlak merupakan sebuah Kerajaan dengan masa pemerintahan yang
cukup panjang. Kerajaan yang berdiri pada tahun 840 ini berakhir pada tahun
1292 lantaran bergabung dengan Kerajaan Samudra Pasai.
b.
Kerajaan Samudra Pasai
Kerajaan ini didirikan oleh sultan
Malik al-shaleh, dan sekaligus sebagai raja pertama pada abad ke-13. Sebagai
sebuah Kerajaan, raja silih berganti di Samudra Pasai. Kerajaan ini terletak
dise-belah utara Perlak, di daerah pantai timur aceh.
c.
Kerajaan Demak
Pada akhir abad XV, Raden Patah, murid Sunan Bonang,
memaklumatkan berdirinya Kerajaan Demak, lepas dari Kerajaan majapahit. Sejak
itulah, Kerajaan Demak menjadi Kerajaan Islam pertama di jawa. Raden patah
diakui sebagai raja pertama demak dan mendapat gelar Sultan.
d.
Kerajaan cirebon
Kerajaan ini merupakan Kerajaan Islam pertama di jawa
barat. Kerajaan ini didirikan oleh Sunan gunung jati. Semula, cirebon adalah
sebuah daerah dibawah kekuasaan pakuan pajajaran. Dari cirebon,Sunan gunung
jati mengembangkan pengaruh Islam di jawa barat.
e.
Kerajaan mataram
Sutawijaya memindahkan pusat pemerintahan ke daerah
kekuasaan ayahnya, ki ageng pemanahan, di mataram. Sutawijaya pun menjadi raja
di Kerajaan mataram dengan gelar panembaha senopati ing alaga sayidin panat Agama.
f.
Kerjaan banten
Sultan banten pertama adalah maulana hasanuddin yang
memerintah pada tahun 1552-1579. Ia adalah putra fatahilah. Pemerintahan banten
diteruskan oleh panembahan yusuf.
g.
Kerajaan aceh
Kerajaan ini didirikan pada tahun 1204 dibawah
pemerintahan Sultan jihan syah. Aceh mencapai zaman keemasan di bawah
pemerintahan Sultan iskandar muda. Ia adalah orang yang cerdas se-kaligus
pemeluk Islam yang kuat.
h.
Kerajaan gowa dan tallo
Kerajaan yang terletak di sulawesi selatan ini terdiri
atas dua Kerajaan. Kedua Kerajaan ini pun bersatu. Raja gowa, daeng manrabia,
menjadi raja bergeler Sultan alauddin. Karena pusat peme-rintahan ada di
makasar, Kerajaan gowa dan tallo sering kali disebut Kerajaan makasar.
i.
Kerajaan ternate dan tidore
Ternate merupakan Kerajaan Islam di timur yang berdiri
pada abad ke-13, dengan rajanya bernama zainal abidin. Ia adalah murid dari Sunan
giri di Kerajaan Demak.
D. Hal-hal yang menyebabkan Islam
berkembang di indonesia
Dalam waktu
yang relative cepat, ternyata Agama Islam dapat diterima dengan baik oleh
sebagian besar masyarakat indonesia. Ada beberapa faktor yang menyebabkan Agama
Islam dapat berkembang, yaitu:
a.
Syarat masuk Agama Islam sangatlah mudah.
Seseorang hanya mengucapkan kalimat syahadat.
b.
Agama Islam tidak mengenal sistem pembagian
masyarakat berdasarkan kasta.
c.
Penyebaran Agama Islam dilakukan dengan cara
damai.
d.
Sifat bangsa indonesia yang ramah tamah memberi
peluang untuk bergaul lebih erat dengan bangsa lain.
e.
Upacara-upacara keagamaan dalam Islam lebih
sederhana.
E. Organisasi Islam yang berkembang di
indonesia
a.
Jamiatul khair
Organisasi ini
merupakan organisasi sosial yang berperan dalam melakukan perubahan sistem atau
lembaga pendidikan Islam, khususnya di jakarta. Organisasi ini berdiri pada
tahun 1901. Banyak ulama besar disini. Ditangan ulama-ulama itulah, jamiatul
khair tumbuh pesat.
b.
Syarikat Islam (si)
Semula syarikat
Islam (si) bernama sarekat dagang Islam (sdi) yang didirikan pada 16 oktober
1905 oleh h.samanhudi. Sdi merupakan organisasi yang pertama lahir di
indonesia. Pada awalnya, organisasi ini sebagai perkumpulan pedagang Islam yang
menentang masuknya pedagang asing untuk menguasai ekonomi rakyat pada masa itu.
c.
Nahdlatul ulama (NU)
Nu merupakan
bentuk kebangkitan ulama Islam. Organisasi ini termasuk terbesar di indonesia.
Organisasi ini berdiri pada 31 januari 1926, yang bergerak di bidang
pendidikan, sosial, dan ekonomi.
d.
Muhammadiyah.
Muhammadiyah
adalah sebuah organisasi Islam modern yang berdiri di yogyakarta pada 18
november 1912. Berdirinya organisasi ini lantaran masyarakat Islam yang
berpandangan maju meng-inginkan terbentuknya sebuah organisasi yang menampung
aspirasi mereka dan menjadi sarana bagi kemajuan umat Islam.
e.
Lembaga dakwah Islam indonesia (ldii)
Penggagas dan
penghimpun tertinggi pertama ldii adalah al-imam nur hasan ubaidah lubis amir.
Sedangkan, nama kecilnya adalah madekal. Ia sebagai keturunan asli pribumi jawa
timur.
f.
Majelis tafsir Al-Qur’an (mta)
Mta adalah
kelompok Islam yang berpusat di kota solo, yang didirikan oleh abdullah thufail
saputra pada 19 september 1972. Lantaran tidak ada kecocokan dengan ajaran Muhammadiyah,
maka ia mendi-rikan sekolah organisasi mta. Dan iaa pun menjabat sebagai
ketuanya.
g.
Persatuan Islam (persis)
Organisasi ini
berdiri pada permulaan tahun 1920-an, di bandung. Idenya bermula dari seorang
alumnus dar al-‘ulum Makkah yang bernama h.zamzam, yang pada tahun 1910-1912
menjuadi guru Agama di sekolah Agama dar al-muta’Alimin.
h.
Persatuan tarbiyah Islamiyah (perti)
Perti adalah
nama sebuah organisasi masa Islam nasional yang berbasis di sumatera barat,
yang didirikan pada 20 mei 1930, dan berakat dari para ulama ahlus sunnah wal
jama’ah. Organisasi ini me-luas ke daerah-daerah lain di sumatera, sekaligus
mencapai kalimantan dan sulawesi.
i.
Persatuan umat Islam (pui)
Pui adalah masa
Islam di indonesia yang didirikan pada 5 april 1952 di majalengka. Organisasi
ini lahir dalam kondisi kebanyakan organisasi di indonesia saat itu cenderung
terpecah belah. Pui lahir sebagai hasil fusi dua organisasi besar ketika itu,
yakni pui dengan puii.
j.
Mathlaul anwar (ma)
Kiprah ma
sebagai sebuah gerakan Islam yang dikenal berorientasi pembaruan patut
diapresiasi berkat jasa dan kontribusinya bagi masyarakat dan bangsa indonesia
di berbagai bidang kehidupan. Seperti dakwah, sosial, pendidikan, ekonomi,
politik, dan lain-lain.
k.
Jami’iyatul washliyah
Organisasi ini
ialah organisasi Islam yang lahir pada 30 november 1930, di kota medan. Lahir
ketika bangsa indonesia masih dalam penjajahan hindia belanda. Tujuan utama
mendirikan organisasi ini ketika itu adalah mempersatukan umat yang terpecah
belah dan berbeda pandangan.
l.
Ikatan cendekiawan muslim indonesia (icmi)
Icmi adalah
organisasi para cendekiawan muslim di indonesia yang didirikan oleh para
cendekiawan atas dukungan birokrasi pada tahun 1990.
BAB 14 Wali sanga
Wali sanga
adalah Wali sembilan, yang menandakan jumlah Wali yang ada sembilan.
Songo/sanga bersal dari kata tsana yang dalam bahasa Arab berarti mulia. Wali
sanga ialah sebuah majelis dakwah yang pertama kali didirikan oleh Sunan gresik
pada tahun 1404 m.
A.
Biografi singkat Wali sanga
1.
Sunan gresik
Sunan gresik
atau maulana mAlik ibrahim diperkirakan lahir di samarkan, asia tengah, pada
paruh awal abad ke-14. Aktivitas pertama yang dilakukan oleh Sunan gresik saat
itu ialah berdagang dengan cara membuka warung. Warung itu menyediakan
kebutuhan pokok dengan harga murah. Selain itu, secara khusus ia juga
menyediakan diri untuk mengobati masyarakat secara gratis.
2.
Sunan ampel
Sunan ampel
adalah putra tertua dari Sunan gresik. Ia lahir di champa (kamboja) pada tahun
1401 m. Nama ‘ampel” diidentikkan dengan nama tempatnya bermukim dalam waktu
lama; ampel atau ampel denta adalah wilayah yang kini menjadi bagian dari
surabaya. Sunan ampel menganut fiqh madzhad hanafi. Namun, ia memberikan
pengajaran sederhana kepada para santrinya, terkain pemahaman aki-dah dan
ibadah
3.
Sunan giri
Sunan giri
biasa dipanggil raden paku. Ia lahir di blambangan (banyuwangi) pada tahun 1442
m. Ayahnya Sunan giri adalah maulana ishaq.
4.
Sunan bonang
Sunan bonang
ialah anak Sunan ampel, yang berarti juga cucu maulana mAlik ibrahim. Ia lahir
pada tahun 1465 m, dari seorang wanita yang bernama dewi condrowati atau nyi
ageng manila. Setelah menimba ilmu di pasai, Sunan bonang kembali ke jawa. Ia
diperintahkan oleh Sunan ampel untuk berdakwah ke daerah lasem,rembang, tuban,
dan daerah sempadan, surabaya.
5.
Sunan Kalijaga
Ia adalah
seorang Sunan yang sangat dikenal oleh masyarakat jawa. Ia lahir pada tahun
1450 m. Ayahnya bernama arya wilatikta, adipati turban. Sunan Kalijaga turut
merancang pembangunan masjid agung cirebon dan masjid agung Demak. Metode
dakwah Sunan Kalijaga itu terbilang sangat efektif. Bahkan, sebagian besar
adipati di jawa memeluk Islam melalui nya.
6.
Sunan gunung jati
Sunan gunung
jati diyakini lahir pada tahun 1448 m. Sunan gunung jati mendalami ilmui Agama
sejak berusia 14 tahun dari para ulama mesir. Ia juga mendirikan Kerajaan
cirebon. Dengan demikian ia adalah satu-satunya Wali sanga yang memimpim
pemerintahan.
7.
Sunan drajat
Ia adalah anak Sunan ampel. Sunan
drajat mendapat tugas pertama kali dari ayahnya untuk berdakwah ke pesisir
gresik, melalui laut. Dalam pengajaran Tauhid dan akidah, Sunan drajat meniru
cara ayahnya, yakni langsung dan tidak banyak mendekati budaya lokal.
8.
Sunan kudus
Ia adalah putra
pasangan Sunan ngundung dan syarifah. Sunan kudus berguru kepada Sunan Kalijaga.
Lantas, ia berkelana ke berbagai daerah tandus di jawa tengah. Cara
berdakwahnya pun meniru pende-katan Sunan Kalijaga, yakni sangat toleran
terhadap budaya setempat.
9.
Sunan muria
Sunan muria
adalah putra dewi saroh dengan Sunan Kalijaga. Gaya berdakwah Sunan muria
banyak meniru caya ayahnya. Namun berbeda dengan sang ayah, ia lebih suka
tinggal di daerah yang sangat terpencil dan jauh dari pusat kota guna
menyebarkan Agama Islam.
B.
Metode-metode yang digunakan oleh Wali
sanga dalam menyebarkan Agama Islam
1. Metode
al-hikmah (kebijaksanaan)
Al-hikmah
merupakan kemampuan dan ketepatan dai dalam memilih,memilah dan menyelaraskan
teknik dakwah dengan kondisi objektif, sebagaimana yang dilakukan oleh Sunan
kudus.
2. Metode
al-mau’izha al-hasana (nasihat yang baik)
Al-mau’izha
al-hasana bermakna memberi nasihat dengan kata-kata yang masuk kedalam kalbu
dengan penuh kasih sayang.
3. Metode
al-mujadalah billati hiya ahsan
Maksud metode
ini adalah tukar pendapat yang dilakukan dua pihak secara sinergis, yang tidak
melahirkan permusuhan dengan tujuan supaya lawan menerima pendapat yang
diajukan, dengan memberikan argumentasi dan bukti yang kuat.
PENUTUP
Hasil Resensi
a. Kelebihan
Penulis membuat bahasa yang mudah dimengerti pembaca.
Pembahasan didalam buku ini di buat secara rinci dan lengkap agar pembaca
mengetahui apa yang sebelumnya pembaca tidak ketahui. Pembahasan didalam nya
dijelaskan dari awal terbentuknya Agama Islam, perkem-bangan Islam di dunia,
hingga perkembangan Islam di Indonesia.
b.
Kekurangan
Di dalam buku ini penulis kurang memperhatikan kesalahan di dalam
pengetikannya. Dan menurut saya, buku ini terlalu berlebihan membahas secara
detail, karena tidak sesuai dengan judul buku tersebut.
Penutup
a.
Kritik
Menurut saya buku ini sangat bagus. Karena di pembahasan nya di
bahas secara rinci dan lengkap, walaupun terdapat beberapa kesalahan pengetikan
di dalam buku tersebut.
b.
Saran
Sebaiknya penulis lebih memperhatikan dan mengubah kesalahan yang
ada di dalam buku tersebut, dan lebih baik mengganti judul buku tersebut.
c.
Kesan
Kesan saya setelah membaca buku ini adalah saya lebih mengetahui
dasar-dasar terbentuknya Agama Islam, mulai dari awal terbentuknya Agama,
hingga perkembangan Agama Islam modern.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar